
Seluruh Eldritch itu kembali menjadi lebih kuat dan jumlah mereka terus bertambah sehingga Elvano hanya bisa diam dan terlihat murka karena ia tidak memiliki rencana apapun kecuali terus bertarung, ia mulai merasa khawatir ketika melihat keadaan pasukannya yang terus berkurang, mereka bahkan terlihat ketakutan dan tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan demi melindungi desa Camel.
Saat ini Elvano sedang berdiri sendirian di barisan paling belakang sambil memeriksa semua Eldritch itu yang berdatangan, kedatangan Eldritch yang tercipta oleh Carmilla bisa disebut sebagai kehancuran dan peperangan yang terjadi secara mengerikan karena beberapa pasukan kalah begitu saja seperti diratakan, mereka semua kehilangan semangat untuk bertarung sehingga Elvano terus berpikir keras sambil menahan semua Eldritch itu menggunakan tongkat sihirnya.
Eldritch sepertinya bisa bangkit kembali tetapi mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar di kekuatan dan kemampuan mereka bertambah lebih mengerikan, Eldritch yang berada di hadapan mereka semua memiliki ukuran yang cukup besar bahkan hampir setara dengan Eldritch Abomination I, tentakel yang dapat membesar sehingga bertambah panjang mulai menghancurkan seluruh tembok desa Camel sehingga para penjaga mulai panik dan mencoba untuk menghubungi Vampir dari berbagai desa untuk membantu.
Gelombang Eldritch satu ini tidak bisa mereka tangani, Elvano mau tidak mau harus setuju dengan pilihan para penjaga itu tetapi harga diri yang ia miliki sebagai pelayan yang bisa memimpin pasukannya mendadak turun drastis begitu saja, kekuatan mereka sendiri tidak sebanding dengan para Eldritch tetapi Elvano mengerang keras untuk memperingati mereka semua bertarung sampai akhir, bertarung agar mereka bisa membawa masa depan yang cerah untuk Zuutouri.
Walaupun mereka menjerit penuh semangat dan motivasi, pertempuran berjalan berat sebelah bagi Elvano karena ia kehilangan lebih banyak pasukan lagi karena lendir dan duri yang dimiliki oleh para Eldritch itu, mereka juga bergerak cukup agresif sehingga serangan mereka sudah berada di tingkat atas, mereka tidak akan pernah menahan diri kepada mangsa apapun itu. Teriakan yang Elvano dengar membuat dirinya dipenuhi dengan keringat karena ia terus gagal lagi dan lagi, jiwa pemimpinnya hancur seketika karena ia bersikap seperti orang tidak berguna sekarang.
Elvano mengamuk dan mencoba untuk melepaskan beberapa sihir melalui tongkatnya, amukan itu mampu mengembalikan keadaan untuk sementara karena tujuannya mulai berubah, ia lebih mementingkan nyawa lain dibandingkan dirinya sendiri sehingga ia mulai melindungi seluruh pasukan yang hampir saja terbunuh. Elvano bergerak di sekitar wilayah itu, mencoba menghindari para Eldritch yang mendekat karena ia tidak bisa bertarung dalam jarak yang dekat karena ia lebih menonjol dengan sihir.
Lavia ikut membantu dengan mengumpulkan sisa darah yang bergenang di daratan, ia mengubah semua darah itu menjadi senjata yang sangat besar, senjata itu dapat ia gerakan dan ia langsung mendorong semua Eldritch itu ke belakang agar mereka bisa menjaga jarak dengan desa Camel. Lavia mengangkat kedua lengannya sehingga seluruh darah itu membentuk sabit besar yang dapat ia kendali, ia langsung menebas mereka semua dengan tubuhnya yang bergetar penuh kekuatan, "Aku bisa...! Aku bisa...!!!"
Meskipun Lavia berhasil melukai seluruh Eldritch itu, ia masih memiliki batas seperti Vampir lainnya dimana tenaga dan darah yang berada di dalam dirinya terserap, jika ia terus melakukannya maka tubuhnya mendadak akan lumpuh sehingga ia tidak bisa bergerak. Kemungkinan juga dia akan mati karena kehabisan darah, Lavia hanya bisa mempertahankan serangannya selama beberapa menit agar Elvano bersama Vampir lainnya bisa mengumpulkan kekuatan dan menyempatkan waktu untuk memulihkan diri mereka sendiri.
Lavia mulai menurunkan kedua lengannya karena ia sudah menginjak batasannya sehingga para Eldritch itu melepaskan beberapa anak yang mengincar seluruh Vampir itu, Lavia di tarik oleh kalong yang Elvano lepas karena ia memiliki peran yang sangat penting di pertempuran ini jadi ia di simpan untuk senjata terakhir. Serangan Lavia menjatuhkan beberapa Eldritch tetapi seluruh Eldritch yang kembali menyerang itu mampu membuat beberapa Vampir gugur karena di makan dan di ubah menjadi tengkorak.
Pertempuran itu berjalan selama satu jam karena mereka terus menahan semua Eldritch itu sampai bala bantuan datang, Elvano melebarkan kedua matanya ketika tablet yang ia siapkan sudah habis karena terus ia pakai, ia sekarang hanya perlu mengandalkan keberuntungan dan waktu yang pas untuk menyerang mereka semua.
"Lavia... tabletku habis... lebih baik kau melarikan diri sekarang juga sebelum semuanya terlambat." Kata Elvano, walaupun ia tidak memiliki kesempatan apapun untuk menang, setidaknya akan terus berjuang sampai mati karena itu adalah harga diri seorang pelayan.
"T-Tidak... hentikan...!" Elvano mencoba untuk menghentikan mereka tetapi terlambat karena suaranya terasa pelan karena kelelahan, ia mencoba sekuat mungkin untuk menghentikan mereka tetapi ia dikejutkan dengan semangat dan tekad mereka untuk melindungi desa Camel. Gelombang Eldritch satu ini bisa saja menjadi sejarah besar jika mereka memenangkan pertempuran ini.
Terlihat beberapa Vampir yang berhasil menebas seluruh Eldritch itu menjadi beberapa bagian kecil, Elvano tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu karena ia akan melepaskan beberapa kalong api yang membakar seluruh serpihan daging Eldritch. Lavia melakukan hal yang sama, ia memilih untuk mengambil keuntungan dimana ia mengubah seluruh daging Eldritch itu menjadi darah yang masuk ke dalam tubuhnya sehingga tenaganya mulai pulih secara bertahap.
Elvano awalnya merasa dipenuhi dengan semangat tetapi semuanya berubah ketika para Eldritch itu mengeluarkan mata yang berada di kening mereka untuk meluncurkan gelombang mematikan yang Gienka tahan, gelombang itu terlihat lebih mematikan dan besar sekarang bahkan Carmilla tersenyum lalu ia mengangkat kedua lengannya sehingga para Eldritch baru keluar dari dalam tanah untuk melepaskan beberapa kulit di dalam diri mereka, "Bagaimana...?"
"Apakah kalian suka dengan kesenangan ini...? Bukannya sangat menyenangkan dan menakjubkan...?! Hahahahaha, tentu saja~ Semuanya aku rancang sejak dulu sekali sehingga aku bisa disebut sebagai ibu dari segala Eldritch, ahahaha, bercanda... tetapi semua ini menakjubkan ya, pandangan yang aku lihat sebentar lagi akan dipenuhi dengan kembang api!" Carmilla tersenyum lebar, ia baru saja selesai melawan Haruki yang saat ini sedang bersembunyi di balik pohon karena pertarungan yang ia rasakan tadi itu tidak berjalan begitu baik.
Para Vampir mulai merasa ketakutan dan mental mereka mulai jatuh kembali sehingga kaki mereka seperti memiliki pikiran untuk mengajak mereka semua untuk melarikan diri tetapi Elvano menolaknya karena mereka sudah mengalami semua proses ini sampai titik ini, semua pengalaman yang ia rasakan bersama dengan pasukannya itu bisa dijadikan sebagai alasan kenapa mereka memiliki kesempatan untuk bisa menang. Pengalaman adalah guru terbaik sehingga Elvano mengangkat lengan kanannya ke atas sambil memegang sebuah tongkat.
Haruki mengayunkan pedangnya ke arah leher Carmilla tetapi ia menghilang kembali menjadi kegelapan, Haruki mengedipkan matanya sehingga leher Carmilla mulai putus karena Lavia yang baru saja membantu Haruki, ia diperintah oleh Elvano untuk membantu Haruki dalam mengalahkan Carmilla, "Kau...?"
"Aku akan mencoba untuk membantumu..." Serangan Lavia tidak cukup untuk mengalahkan Carmilla karena ia memiliki sihir pemulihan yang cukup besar, mereka sekarang bertarung melawan Carmilla secara bersamaan sehingga seluruh Eldritch yang berada di hadapan Elvano memancarkan kegelapan untuk memperingati mereka bahwa semua ini adalah pengakhiran bagi mereka semua.
"Ohh... jiwa... tolong jawablah isi hati dan harga diriku sebagai seorang pelayan... sebagai Vampir yang di angkat menjadi seorang pelayan, aku menginginkan kekuatan... kekuatan yang aku sangat inginkan demi menyelamatkan umat Vampir! Aku lepaskan seluruh kekuatan yang ada di dalam jiwa dan harga diriku untuk melepaskan satu sihir yang dapat menghentikan serangan mematikan mereka..." Elvano memegang erat tongkatnya lalu ia diselimuti dengan api hitam sehingga rambutnya ikut terbakar dan ia menatap tajam ke depan lalu menatap seluruh Eldritch itu dengan iris mata yang melepaskan api hitam.
Seluruh Vampir itu langsung menunjuk Elvano sehingga jari mereka mengeluarkan gelombang darah yang masuk ke dalam tubuh Elvano, itu bisa disebut sebagai kemampuan perpindahan darah yang dapat memperkuat seseorang, mereka melakukan itu karena mempercayai Elvano pasti akan melakukan sesuatu yang dapat meraih kemenangan, darah itu masuk ke dalam tubuh Elvano dan ia langsung melebarkan kedua matanya, "Bersiaplah..."
"...aku baru saja di mulai!!!"