
"Haruki, ada apa? Apakah kau menikmati pekerjaanmu sebagai seorang Bounty Hunter yang mencoba untuk mencari kekuatan yang jauh lebih hebat?" Tanya Korrina sambil menulis di kertas laporan, luka Haruki kembali pulih ketika ia bersembunyi di tempat yang sangat aman karena ia sekarang tidak ingin berhadapan dengan seekor Eldritch terutama Carmilla, kekuatan dan kecepatan yang ia miliki benar-benar tidak terbayangkan.
"Aku baru saja menemukan seorang Vampir yang mungkin menarik perhatian dirimu... kekuatan dan kecepatan yang ia miliki itu sebanding dengan lawan yang pernah kita hadapi bersama-sama, seorang Vampir yang memanggil dirinya sendiri dengan nama Carmilla." Perkataan Haruki membuat Korrina terkejut sehingga ia melebarkan kedua matanya lalu berhenti menulis, ia berdiri dan pergi ke tempat yang lebih aman karena ruangannya tadi dipenuhi dengan orang, sepertinya percakapan ini akan sangat penting dan rahasia.
"Langka sekali aku mendapatkan berita seperti ini darimu..."
"Darimana aku harus memulainya...? Intinya aku berada di Zuutouri untuk membantu umat Vampir menyingkirkan seluruh makhluk hidup yang bernama Eldritch itu, mereka adalah makhluk berdarah dingin yang tidak pandang bulu, jika umat Vampir punah maka seluruh Eldritch itu pasti akan menyebar dimana-mana dan berkembang biak dengan cepat... sama seperti Virus." Kata Haruki yang sedang melihat sekitar karena ia masih waspada dengan sekitarnya.
"Bisa dibilang tipe mereka dan perkembangan mereka berbeda-beda, jauh lebih mengerikan lagi dari Giblis karena Eldritch memiliki kecerdasan dan pikiran yang membantu mereka semua untuk merebut mangsa mereka. Carmilla sendiri dapat menciptakan makhluk itu sendiri, aku bisa melihat jantung yang sama... jantung yang dapat memberikan seseorang kekuatan dari seorang Giblis, kekuatan yang dapat beradaptasi dengan sekitarnya."
"Hanya sedikit informasi tentang dirinya yang aku ketahui tetapi Carmilla sepertinya memiliki kemampuan hisapan darah yang cukup kuat, ketika aku mencoba untuk berkedip... Vampir yang berada di sekitar tiba-tiba berubah menjadi tulang begitu saja, pergerakannya itu setara dengan cahaya tetapi semua itu mustahil karena dia adalah Vampir yang memiliki kelemahan dengan cahaya..."
"...bukan hanya itu, dia benar-benar Vampir mengerikan bahkan ia sendiri mungkin bisa melawan Rxeonal sendirian tanpa meminta bantuan siapapun. Di tambah lagi Vampir seperti dirinya abadi dan dapat bertambah kuat ketika menyerap darah apapun, aku tidak sengaja mengedipkan mataku dan ia tiba-tiba melukai diriku begitu saja sehingga sebagian darahku terserap oleh dirinya." Ketika Korrina mengetahui Haruki baru saja terserap, sepertinya ia mengenal jelas bahwa Vampir satu ini hidup di zaman kuno dan masih bertahan hidup sampai era sekarang, Vampir seperti dirinya harus dibasmi sebelum membasmi semua makhluk hidup yang ada.
"Aku tadi hampir saja mati oleh dirinya karena sebuah patung yang bernama [Bloody Maiden], jika saja aku tidak bertukar tempat dengan lubang putihku maka semuanya akan berakhir, ia bisa saja mendapatkan kekuatan yang lebih besar lagi ketika membunuh seorang musuh seperti diriku. Satu tusuk dari taringnya saja menyebabkan pendarahan yang besar sehingga aku sampai sekarang masih tidak bisa menggerakkan lengan kananku ini..."
"Maaf untuk merepotkan dirimu, sepertinya musuh satu ini benar-benar bisa menjadi ancaman yang melakukannya secara bertahap... semua orang saat ini sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, Vampir yang bernama Carmilla ini... ya... aku mengenal dirinya cukup dekat dahulu kala ketika aku masih kecil tentunya, intinya aku akan memberi dirimu beberapa obat dari Comi's Corporation agar kau bisa melanjutkan pekerjaanmu ini." Kata Korrina, Haruki bisa menerimanya sehingga ia meminta Korrina untuk mengirim semua obat yang ada agar ia bisa mencobanya satu-satu ketika melawan Carmilla lagi.
"Rambutnya juga lebih menonjol dengan perak dibandingkan putih, awalnya aku bertemu dengannya... ia memiliki rambut putih dengan iris mata merah tetapi ketika aku bertarung dengannya, ia mendadak memiliki warna iris dan rambut yang berbeda... warna iris yang berwarna biru tua dengan rambut perak, mataku tidak akan bisa menipu diriku sendiri dan aku yakin dia memiliki kaitan denganmu, Korrina." Haruki bangkit dari atas tanah lalu ia pergi melarikan diri untuk mengejar Elvano karena satu-satunya Vampir yang dapat ia percayai adalah dirinya.
"Bukan hanya warna iris biru tua saja yang aku lihat tetapi aku sempat melihat iris matanya berubah menjadi emas dan rambutnya lebih bersinar seperti memancarkan sebuah cahaya... kenapa Vampir seperti dirinya memiliki cahaya seperti itu...? Bukannya dia pasti akan langsung berubah menjadi debu ya, pasti sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan Vampir ketika menghisap darah, apakah mereka dapat memiliki kekuatan seseorang yang sudah ia hisap?"
"Maaf jika aku mengatakan sesuatu yang tidak sopan tetapi... apakah Carmilla denganmu memiliki kaitan atau semacamnya?" Tanya Haruki karena ia merasa curiga, rasa penasaran yang ia miliki mulai bertambah besar ketika ia menghubungi Korrina untuk mencari tahu tentang Carmilla.
Korrina hanya bisa diam sambil memegang sebuah foto yang ia simpan lama sekali, foto itu menunjukkan dirinya yang masih kecil bersama orang tua dan nenek-nya, "Carmilla adalah seorang Vampir..."
"...yang telah membunuh Nenek-ku, Konami Comi." Haruki melebarkan kedua matanya ketika ia mendengar berita buruk seperti itu, jika seorang Vampir mampu mengalahkan seorang Dewi yang memiliki kaitan besar dengan kesucian maka ia bukan sekedar lawan biasa melainkan lawan yang memiliki ancaman besar, ia harus secepatnya menghentikan dirinya sebelum ia melakukan sesuatu yang dapat mengancam seluruh alam semesta.
"...jika dia berhasil membunuh nenekku maka dia lawan yang kuat, bukan sekedar lawan yang bisa kau kalahkan dengan mudah. Sepertinya aku mengetahui sekarang, Carmilla menghilang karena ia mengalami tidur yang panjang, ia juga tidak terlalu tertarik untuk menguasai dunia... informasi yang aku ketahui dari ibuku bahwa dia adalah Vampir yang ingin bersenang-senang, dia sendiri tidak peduli dengan seorang cucu dari sang pencipta bernama Zangetsu itu."
"Aku tidak tahu sekarang... kekuatan dan kemampuan apa yang dia miliki sekarang tetapi kau baru saja mengetahui diriku bahwa ia memiliki mata emas dan biru tua untuk sesaat, itu artinya dia berkembang menjadi Vampir yang lebih mengerikan dan menakutkan. Jika dia dapat mendapatkan kekuatan dari seseorang maka semua Vampir dapat melakukan hal yang sama, intinya sesuatu yang pernah ia lakukan di zaman dahulu telah bangkit sekarang..."
"...mungkin saja dia sudah mendapatkan darah kesucian yang dimiliki oleh nenekku, bisa jadi dia memiliki kekuatan kesucian yang ia sembunyikan di dalam dirinya itu." Korrina pergi meninggalkan ruangan sepi itu untuk kembali bekerja karena sebentar lagi ia akan memutuskan hubungan telepati itu.
"Itu artinya dia memiliki darah Comi...? Marga yang memiliki kekuatan kesucian yang sangat besar...?" Haruki mendarat di atas pohon lalu ia menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga, "Jangan berurusan dengan dirinya lagi... kau bisa saja terbunuh."
"Tidak, aku akan mencoba sekuat mungkin untuk menghentikan dirinya sebelum ia melakukan sesuatu yang dapat mengancam alam semesta." Kata Haruki karena ia memiliki tanggung jawab besar untuk berurusan dengan Carmilla, ia tentunya membutuhkan kekuatan tetapi kekuatan yang ia cari sebenarnya itu untuk mengalahkan dan menghentikan Carmilla sendiri.
"Akan sangat bahaya jika kau melanjutkan semua ini lebih jauh lagi, mengerti? Jika kau ingin melanjutkan pekerjaanmu maka aku mengharap keberuntungan besar di dalam dirimu." Korrina kembali duduk di atas kursinya lalu ia kembali mengisi laporannya, "Satu pertanyaan terakhir, Korrina..."
"Apa...?"
"Apakah dia bisa disebut sebagai ancaman berbahaya? Apakah menurutmu dia sangat kuat sehingga bisa mengalahkan seorang Dewi yang memiliki tingkatan paling atas?" Tanya Haruki untuk berjaga-jaga agar ia bisa mendapatkan informasi yang lebih luas lagi ketika mencoba untuk melawan Carmilla.
"Menurutmu bagaimana? Kau sendirian yang melihatnya... apa yang kau pikirkan tentang Vampir ini?"
"Aku tidak begitu mengetahuinya... tetapi aku yakin dia sangat berbahaya jika terlepas ke alam semesta lain, lebih baik mencegah dari awal sebelum semuanya terlambat karena penyesalan bias muncul kapanpun." Kata Haruki, Korrina tersenyum dan memberitahu dirinya untuk tidak memaksakan diri karena semua orang saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing jadi tidak ada yang bisa membantu dirinya untuk mengalahkan Carmilla.
"Kalau begitu, semoga beruntung." Korrina menghentikan hubungan telepati itu untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Baiklah..."
"...aku akan melakukannya."