The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 40 - Berdiskusi



Mereka semua duduk di atas kursi mereka masing-masing untuk menikmati makanan yang sudah tersedia di atas meja, tidak ada satupun perkataan keluar dari mulut mereka kecuali suara mengunyah dan Yuffie yang memiliki kebiasaan dalam mengatakan [Oh, Wow!] dan bahasa inggris lainnya. Aldebaron sepertinya mulai merasa tenang dengan konflik yang diciptakan oleh Carmilla sehingga ia menempati cangkir tehnya di atas meja untuk memulai diskusi.


"Jadi... bagaimana? Apakah pertarungan tadi berjalan berat sebelah?" Tanya Aldebaron, ia menempati dagunya di atas tapaknya sehingga ekspresi mereka terlihat serius kecuali Yuffie yang masih menikmati makanannya, Haruki sudah pasti akan menjawab pertama karena ia sendiri yang sudah bertarung melawannya sejak awal, "Kecepatan dan kekuatan tangan yang ia miliki benar-benar tidak bisa dibayangkan begitu saja... satu mata yang terkedip maka nyawa seseorang pasti akan hilang."


"Itu benar... bukan hanya kemampuan itu yang menyusahkan kami tetapi dia sendiri memiliki kemampuan yang dapat membuat kami terkecoh dan melupakan fakta bahwa Carmilla dapat bergerak cepat ketika mata kita berkedip, ia dapat melakukannya hanya untuk beberapa meter tetapi ia dapat melakukan serangan jarak jauh." Kata Lavia karena Haruki pernah memberitahu ketika ia bertarung melawan Carmilla dari jarak yang cukup jauh.


"Carmilla memang memiliki kemampuan menakutkan seperti itu... bisa dibilang kemampuannya itu berkaitan dengan ketakutan dan rasa tegang yang kalian rasakan. Carmilla bertambah kuat karena setiap ketakutan yang ada di Touriverse memberi dirinya kekuatan dan kemampuan misterius seperti kedipan mata yang dapat membuat pergerakannya tidak terlihat... kalian hanya perlu berhati-hati dengan kemampuan itu karena Carmilla bukanlah musuh yang akan memberi ampun, dia berdarah dingin." Kata Aldebaron karena ia sendiri pernah melawannya beberapa kali, kemampuannya masih tetap sama dan ia juga masih tetap waspada dengan kemampuan itu.


"Kekuatan dan ketegangan... ia bertambah kuat karena itu? Sungguh cara yang aneh tetapi kecepatan pergerakan mata yang berkedip itu, kira-kira setara dengan kecepatan apa?" Tanya Haruki untuk berjaga-jaga, Aldebaron memegang dagunya dan menjelaskan cara bekerja dari mata yang berkedip itu, justru kecepatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun karena pemicu-nya adalah mata yang berkedip. Sekali saja seseorang berkedip maka Carmilla dapat melakukan perpindahan dan kecepatan dahsyat itu dengan menggunakan hasratnya sendiri.


Mereka sontak kaget ketika mendengarnya, ketika mereka mencoba untuk menanyakan kelemahan, Aldebaron hanya bisa diam dengan ekspresi kesalnya karena sampai sekarang ia belum pernah menemukan kelemahan mata yang berkedip itu, mereka hanya perlu fokus dan menjaga sekitar ketika mencoba untuk mengedipkan mata. Selvia sendiri bahkan memberitahu mereka ia bisa menyerap seluruh kekuatan Carmilla dan itu membuatnya kesal.


Apa yang Selvia katakan membuat Aldebaron setuju karena ia pernah melihat beberapa orang yang bertarung melawan Carmilla menggunakan sihir yang mengandung serapan, hisapan Vampir saja mungkin bisa membuat dirinya panik karena Selvia sendiri memberitahu Aldebaron bahwa dia panik ketika tubuhnya terikat dengan rantai Void-nya itu. Bukan hanya mata yang berkedip mampu memicu kemampuan itu tetapi jika mereka tidak menatap Carmilla maka dia akan melakukan perpindahan yang sama.


"Apa yang harus kita lakukan, sialan!? Tidak boleh menutup mata dan tidak boleh mengalihkan pandangan!? Semua yang kita lakukan itu membawa kita langsung ke dalam kuburan...!" Kata Yusa sambil menunjukkan ekspresi yang kesal karena serangan Carmilla benar-benar membuat dirinya kesal karena kemampuan seperti itu seharusnya tidak ada dan terlarang, Selvia mencoba untuk menenangkan dirinya. Intinya bertarung melawan Carmilla itu membutuhkan konsentrasi dan fokus tinggi, jangan sampai lengah sedikitpun.


"Apalagi yang kalian dapatkan dari Carmilla...? Apakah wujud setengah sempurnanya itu benar-benar menakutkan? Aku hampir saja menghentikan dirinya tetapi ia melarikan diri, seharusnya cara yang efektif untuk mengalahkan dirinya yaitu menggunakan segel tetapi itu membutuhkan waktu dan pengalihan agar ia tidak bisa melarikan diri." Kata Aldebaron, segel yang ia maksud itu harus segel kuat yang efektif kepada seorang Vampir, ia mendengar keluhan mereka yang mengatakan Carmilla kebal dengan cahaya bahkan ia sekarang sudah membangkitkan kekuatan suci.


Kekuatan suci yang Carmilla dapatkan dari Konami Comi sepertinya bangkit sekarang karena cahaya yang memicu dirinya, ia sempat terkejut dan berkeringat ketika mendengar Haruki menjelaskan tentang sihir cahaya yang ia miliki itu cukup mematikan, terlihat seperti cahaya biasa tetapi sekali saja cahaya itu mengenai tubuh maka daya serangannya akan besar sampai membakar luka tersebut. Haruki yakin bahwa Carmilla masih menyembunyikan kemampuan lainnya, pertarungan terakhir benar-benar sulit untuk dijalani nanti.


Yusa menjelaskan kemampuan lainnya tentang pantulan cahaya sekarang, Carmilla dapat melakukan pantulan ke dalam mata... bukan hanya mata tetapi sesuatu yang mengkilat dan bersinar seperti cermin, jika dia sudah masuk ke salah satu benda atau mata maka serangan yang akan ia lakukan tidak terlihat tetapi jika orang itu terkena rasuk oleh Carmilla maka dia dapat menghindarinya dengan menatap arah lain dimana Carmilla tidak bisa menyerang sehingga ia terpaksa melompat keluar.


Pantulan cahaya itu membuat Aldebaron berkeringat dingin, sepertinya ia benar-benar bertambah kuat bahwa ia sendiri tidak yakin bisa menang melawan dirinya. Mungkin rencana dan kerja sama yang baik dapat mengalahkan dirinya, pantulan cahaya itu adalah kemampuan yang sungguh mengerikan karena Carmilla dapat membunuh seseorang secara diam-diam, ia hanya perlu masuk ke dalam salah satu mata orang lalu orang itu akan merasa biasa saja dan mendadak buta sebelah.


"Masih ada satu kemampuan kecepatan dan perpindahan yang belum kalian ketahui... mungkin kemampuan ini sangat mengerikan bahwa kalian tidak akan pernah mengetahuinya jika aku tidak menyebutkan-nya sekarang juga maka pertarungan selanjutnya bukan lagi pertarungan melainkan tiket menuju kuburan..." Aldebaron menarik nafasnya lalu menghembusnya pelan, mereka semua terlihat serius tetapi Yuffie masih sibuk makan dan memberi peri-peri kecilnya makanan.


"Dengar, aku pernah bilang beberapa kali bahwa ketakutan dan rasa tegang adalah sumber keuntungan bagi Carmilla, itu benar karena ia dapat memicu kecepatan tinggi dan perpindahan jika kalian merasakan takut dan tegang ketika menghadapinya... walaupun kalian sudah sepenuhnya kuat dan tidak takut sama sekali tetapi Carmilla dapat melepaskan asap dan hawa kuat yang membuat musuhnya ketakutan secara refleks... itu adalah pemicu pergerakan-nya juga bahkan semakin takut kalian maka kekuatannya akan bertambah besar." Kata Aldebaron, ia menyuruh beberapa pelayan untuk membersihkan seluruh piring itu.


"Jantung yang berdetak cepat juga dapat membuat Carmilla bergerak dan berpindah semaunya--- jantung yang berdetak saja sudah cukup untuk membuat Carmilla bergerak cepat dan melakukan serangan mematikan, bisa dibilang dia itu adalah rasa takut yang memiliki wujud. Dia akan bertambah kuat ketika melawan seseorang yang memiliki nyawa dan jantung... sekarang kita semua sudah berkumpul dan saling membagi informasi, kita harus mencari cara untuk mengalahkan dirinya!" Seru Aldebaron sambil menghantam meja pelan.


Yuffie sudah cukup mendengar semua informasi itu karena ia sepertinya mengetahui informasi sejak awal bahkan ia sendiri hanya memastikan saja tadi, ia pernah melawan Carmilla dua kali dan pertarungan itu berjalan setara, tidak ada yang terluka dan Carmilla kesulitan ketika mencoba untuk melukai dirinya sendiri. Yuffie mengambil sapu tangannya lalu mengusap bibirnya, "Oh wow, makanan yang sangat lezat. Baiklah, mari kita mulai..."


Mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah Yuffie ketika mendengar ia ingin mengatakan sesuatu, ia mengeluarkan buku kecil yang memiliki kertas tak terbatas di dalamnya, buku itu adalah ilmu pengetahuan luas yang dapat membantu dirinya karena ia sendiri yang menciptakannya dengan hanya meminta peri di atas kepalanya untuk menulis isi pikirannya, "Kemampuan Carmilla sepertinya masih tetap biasa... walaupun dia mendapatkan penambahan dari cahaya itu, semuanya masih No Problem~"


"Apakah kau memiliki rencana Yuffie?!" Aldebaron tersenyum.


"Umu! Aku selalu punya rencana... rencana itu kita rancang bersama-sama demi kebersamaan, aku akan menggunakan kekuatan dari kecerdasan dan keimutan untuk membantu kalian, dengan menggunakan alat yang sudah aku siapkan dari lahir...!" Yuffie mengacungkan kedua jari untuk menunjukkan tanda damai di depan wajahnya, ia menjulurkan lidahnya karena mereka mengajak seseorang yang tepat dalam merancang rencana untuk mengalahkan Carmilla.


"J-Jangan...!?"


"[Intellegence Insight of Omniscient]." Kedua mata Yuffie yang berwarna hijau tiba-tiba mulai berubah menjadi warna pelangi yang terus berubah warna, mereka tercengang melihat kedua mata Yuffie yang terlihat sama persis dengan luar angkasa yang begitu indah.


"K-Kemampuan apa itu...?"