The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 38 - Ketakutan adalah Sumber Keuntungan



Gelombang Eldritch itu berakhir dengan cepat karena kedatangan Aldebaron yang terlambat, ia sekarang tidak perlu memperhatikan Vania berlatih karena ia sudah mengalami beberapa kemajuan dan pertempuran yang terjadi saat ini sempat membuat dirinya khawatir sehingga ia tidak menyangka Carmilla akan menyerang, Carmilla dengan wujud setengah sempurna dimana ia tidak bisa terkalahkan karena kekuatan dan kondisinya yang abadi itu, luka apapun yang ia rasakan itu hanya dapat membuat dirinya bertambah senang.


Aldebaron melompat keluar dari dalam lubang, ia melihat banyak sekali korban yang jatuh dan sekarat ketika bertarung melawan Carmilla. Untungnya ia membawa beberapa botol darah untuk menyembuhkan luka mereka, jika saja ia terlambat selama beberapa detik maka seluruh penduduk desa Camel pasti sudah mati bahkan Haruki, Selvia, dan Yusa tidak akan bisa pulang dengan selamat karena nyawa mereka yang sudah di hilang.


Aldebaron sempat terkejut ketika melihat Carmilla yang berhasil memiliki kekuatan dari kesucian yang ia dapatkan di zaman dulu sekali bahkan sekarang ia sudah bias membangkitkan cahaya di dalam dirinya itu, Aldebaron menyiram seluruh korban terluka itu menggunakan darah yang mengandung pemulihan besar, mereka yang pingsan kembali bangun dengan tubuh yang perlahan-lahan kembali pulih. Haruki menghantam daratan karena ia merasa lemah ketika bertarung melawan Carmilla.


Ekspresi mereka terlihat murka dan kesal karena mengalami kekalahan terbesar, kekalahan bisa saja membunuh mereka jika Aldebaron tidak datang. Selvia hanya bisa diam sambil merenung karena harga dirinya sebagai seorang ratu hilang begitu saja ketika tidak bisa mengalahkan seorang Vampir bahkan ia mulai menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Carmilla membangkitkan kekuatan cahayanya itu, mereka sudah jelas mencoba untuk menyadarkan Selvia bahwa semua itu bukan salah siapa-siapa.


Mereka hanya terlambat untuk menyadari keberadaan Carmilla, jika saja mereka 20 tahun yang lalu mengetahui Carmilla maka dia sudah pasti diburu secara habis-habisan bukan hanya oleh mereka tetapi ras yang berbeda, sayang sekali saat ini mereka semua sedang sibuk bahkan Haruki tidak ingin mengganggu kesibukan mereka walaupun ia membawa bala bantuan, korban yang berjatuhan pasti akan terus bertambah.


Aldebaron bahkan memperingati mereka bahwa Carmilla sudah memiliki kemampuan dan kekuatan mengerikan seperti tadi sejak dulu, ia bahkan ketika di usia remaja berhasil membunuh beberapa dewa dan dewi terutama dewi suci itu sendiri, hasilnya ia terluka parah sehingga memutuskan untuk menghabiskan waktu yang panjang dengan beristirahat di dalam peti. Satu-satunya misteri yang belum ia ketahui, kenapa bisa Carmilla memiliki kekuatan cahaya jika kelemahan terbesarnya adalah cahaya.


"Musuh satu ini benar-benar ancaman kecil tetapi berkembang secara bertahap... jika dia kabur sekarang maka kedatangan selanjutnya adalah pengakhiran untuk kita semua." Kata Yusa sambil menempati kedua tapaknya di atas kenop pedang karena saat ini ia hanya bisa berdiri tegak sambil menatap ke depan, ia akan terus menunggu sampai Carmilla datang untuk kedua kalinya.


"Ini semua benar-benar salah saya karena tidak mencegahnya dari awal, jika saja saya menemukan Carmilla sejak itu maka semua ini tidak akan terjadi, tugas kita sebagai The Black Messiah pasti akan mudah mengalahkan seluruh Eldritch itu sampai mereka tidak berani untuk keluar..." Aldebaron mengetahui tentang The Black Messiah karena Vania yang memberitahu-nya sejak itu, untuk memperbaiki mood dan menenangkan diri lebih baik mereka beristirahat terlebih dahulu di dalam desa yang masih aman.


Aldebaron mengajak mereka dan memperlakukan mereka seperti tamu serasa dewa-dewi karena mereka semua datang jauh-jauh hanya untuk melindungi umat Vampir, Selvia mengajak Yusa untuk beristirahat karena ia tidak akan pernah bisa menenangkan pikirannya jika terus diam seperti itu. Mereka semua pergi meninggalkan wilayah itu bersama seluruh pasukan karena Aldebaron mengundang mereka untuk berpesta dan beristirahat, mereka perlu menenangkan pikiran dan tubuh agar bisa melanjutkan pertarugan terakhir nanti.


Haruki mencoba untuk berlatih tetapi Aldebaron menghentikan dirinya karena ia tidak ingin satupun orang berlatih dan tidak beristirahat karena itu hanya akan memperburuk kondisi, "Kenapa kau menghentikan diriku? Apakah kau tidak lihat kekuatan dan kemampuan yang Vampir itu miliki...?"


"Untuk sekarang anda harus beristirahat dulu, istirahat adalah kunci untuk bertambah kuat juga..." Haruki pergi meninggalkan Aldebaron tetapi ia mulai meraih tangannya, mencoba untuk menghentikan dirinya agar ia bisa mengerti.


"Lagi-lagi, apa yang kau mau dariku?"


"Jika kau seperti ini maka kau hanya akan memperkuat Carmilla, teruslah berlatih dan membuat dirimu merasakan takut... ketakutan itu adalah sumber keuntungan bagi Carmilla." Kata Aldebaron, Haruki mulai melepas genggaman tangannya sehingga ia sempat terkejut ketika mendengar ketakutan adalah sumber keuntungan bagi Carmilla, ia hanya bisa diam dan mengangguk untuk beristirahat bersama mereka. Setidaknya ia bisa berdiri dan makan selagi memikirkan sebuah informasi dan rencana untuk melawan Carmilla nanti.


"Bagaimana jika kau coba untuk menghubungi Shira atau Korrina, Haruki? Jika mereka ikut mengatasi masalah ini maka semuanya akan berjalan dengan mudah." Kata Selvia menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, ia mengakui bahwa dirinya tidak begitu kuat untuk menghentikan Carmilla sendirian karena ia membutuhkan rekan untuk mendampingi dirinya, Haruki hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya.


"Menyerahlah, tidak ada gunanya jika aku menghubungi mereka... saat ini mereka sedang berlibur menjadi seorang petarung karena masalah yang mereka atasi itu sudah cukup untuk membuat mereka sangat lelah, Shira saat ini menjadi seorang pedang sambil mengelilingi berbagai tempat... aku yakin dia sekarang berada di dunia Manusia sedangkan Korrina berada di luar inti semesta, masalah yang kita hadapi ini lebih kita tanggung sendiri..."


"...merepotkan seseorang itu tidak baik, Selvia. Seharusnya ratu sepertimu mengerti, aku yakin jumlah kita saat ini dapat mengalahkan Carmilla jika kita memiliki rencana yang benar-benar bisa kita gunakan untuk mengalahkan dirinya, saat ini aku mencoba untuk mengumpulkan seluruh informasi yang aku dapatkan ketika melawan Carmilla, sepertinya kepala pelayan mengetahuinya." 


"Dia lumpuh."


"Malaikat yang tidak normal itu?"


"Berlibur."


"Ahhh... Manusia yang memiliki seorang teman yang dapat membunuh musuh tanpa menyentuh."


"Aku tidak tahu."


"Kalau begitu Elf yang montok itu bagaimana?"


"Aku tidak tahu dia sedang apa tetapi menghubungkan dirinya mungkin bisa..."


Yusa melebarkan matanya, ia tidak pernah berbicara degan Elf yang ia maksud yaitu seorang penemu [Yuffie], Aldebaron melebarkan matanya ketika Yusa baru saja mengatakan seorang Elf yang montok itu, ia mulai memegang erat kedua bahu Yusa sehingga ia bisa merasakan kekuatan yang mencoba untuk menghancurkan tulangnya, "A-Aww... kekuatan apa ini, pak tua!? Apa yang kau butuhkan dariku?!"


"S-Siapa Elf montok yang kau maksud itu!? Aku sebenarnya memiliki seorang murid yang memiliki penampilan itu... apakah kau mengenalnya!? Apakah kau tahu siapa namanya!?" Tanya Aldebaron sehingga wajahnya sangat dekat dengan Yusa, Haruki mulai memikirkan kembali nama dari sang penemu itu sehingga mereka berpikir keras. Elvano dan Lavia hanya bisa diam karena mereka tidak mengetahui siapa orang yang mereka maksud itu.


"Hehhh... aku tidak tahu namanya tetapi aku pernah mendengar berita dan rumor tentang dirinya bahwa ia itu hebat karena kecerdasan dan sesuatu yang selalu ia temukan, aku juga dengar dia itu memiliki pertahanan dan kemampuan bertahan yang sangat hebat, sayang sekali... ia terdengar cukup menyebalkan sehingga aku tidak terlalu tertarik dengan makhluk berkuping pan---" Seluruh Vampir menatap Yusa dengan tatapan tajam sehingga Yusa mengalihkan pandangannya.


"Jangan-jangan...!!! Itu benar-benar muridku, hwaaaaaahhhhhhhh...!!!" Aldebaron mulai menangis dan tangisan itu terlihat seperti air terjun yang membasahi tubuh Yusa, Selvia mulai tertawa ketika melihat dirinya basah begitu saja karena air mata terjun milik Aldebaron, "O-Oi, pak tua...!!! A-Apa yang kau lakukan, hentikan...!!! Asin...!!!"


Semua orang langsung tertawa, setidaknya mood mereka kembali baik seperti biasanya, sekarang mereka hanya perlu beristirahat agar bisa memikirkan sebuah rencana dan mempersiapkan pertarungan terakhir melawan Carmilla. Aldebaron sekarang mengerti elf montok yang dimaksud itu, dia tidak jauh lagi seorang Elf yang memiliki julukan [The Inventor], ia segera melakukan telepati dengan Yuffie sehingga telepati itu langsung dijawab dan ia bisa mendengar Yuffie yang sedang berolahraga.


"Baron!?" Yuffie tercengang ketika Aldebaron menghubungi dirinya, sudah lama sekali ia tidak mendengar suaranya itu.


"Huwaaaahhhhhhhhh...!!! Yuffieeee....!!!"


"Pak tua ini bermasalah 'kah...?"