
Camellia merasa sedih sekarang, di hari ulang tahunnya ia hanya bisa menangis dan meneteskan beberapa air mata yang terlihat seperti pasir di kedua matanya. Semua yang ia rasakan benar-benar menyakitkan bahkan ia berharap untuk memiliki kehidupan yang panjang dengan tubuh yang normal, jika tidak ia berharap untuk bisa hidup pendek tetapi memiliki tubuh normal seperti biasanya.
Ruangan yang terasa sangat sepi dan hanya terdengar suara jangkrik, ia tidak bisa bergerak tetapi ia bisa melihat atap yang begitu indah karena sinar bulan, "Sesuatu... yang... tidak bisa diucapkan... dengan kata... aku ingat... apa yang... aku lakukan... waktu itu... pilihan yang kurang tepat... ini bukan pertama... kalinya... aku menyesal..."
"...sampai sekarang, ini... rasa penyesalan yang sangat besar... di hari... ulang tahunku... hari dimana bangsawan Camellia lahir... tidak, kamu... tidak perlu... mengatakan sesuatu... untuk mencoba... menenangkan diriku yang salah... lebih baik... aku katakan saja... melarikan diri... lebih baik seperti ini..."
"...mungkin, aku sekarang... bisa mengerti tentang dirimu... terutama perasaanmu... aku mencintai dirimu... Aldebaron..." Penglihatan Camellia menunjukkan sebuah bayangan dan ia melihat sebuah tangan lalu jari yang menusuk dadanya cukup dalam, melihat hal itu membuat dirinya sontak kaget karena sesosok yang ia lihat bukanlah Aldebaron melainkan Carmilla yang sedang tersenyum lebar.
"Halo, adik... sudah lama sekali tidak bertemu, sayang sekali, cintamu pergi entah kemana. Dia tidak akan pernah bisa mendengar jawabanmu itu, ini adalah kesenangan, Camellia. Mari kita memulainya bersama-sama~ Lebih baik kau beristirahat dengan tenang di sana ya..." Perlahan-lahan tubuh Camellia pulih menjadi muda karena Carmilla yang memberi dirinya beberapa kekuatan, ia melakukannya demi menghisap semua darah yang Camellia miliki sampai ia benar-benar mati dengan tenang.
"Aku akhiri penderitaanmu sekarang juga, adik..." Carmilla menghisap semua darah yang terdapat di dalam tubuh Camellia sehingga ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap Carmilla dengan tubuh yang mengerut, Carmilla tersenyum lebar sehingga satu pukulan menyambut wajahnya sampai ia terlempar ke belakang dan mengenai tembok keras di belakangnya.
Camellia tercengang melihat Aldebaron datang dalam waktu yang tepat, ia masih sempat untuk menyelamatkan Camellia jika ia mengambil kembali semua darah yang Carmilla serap, "Akhirnya kau mau menghadapiku satu lawan satu, Aldebaron!!! Kau sekarang akan aku temukan dengan cintamu juga!!!"
Aldebaron merapatkan giginya lalu ia melepaskan dorongan besar di sekitarnya, ia melancarkan beberapa serangan besar ke arah Carmilla tetapi ia berhasil menghindari semua serangan, Aldebaron lebih mencolok dengan kekuatan dan tenaga yang besar, ia juga memiliki kemampuan yang cukup mematikan dan dapat digunakan ketika musuh terkena serangannya itu. Semua serangan Aldebaron meleset karena Carmilla yang menghindarinya begitu cepat bahkan ia sampai melakukan pantulan cahaya ke dalam jendela untuk melukai Aldebaron.
Tubuh Aldebaron langsung dipenuhi dengan luka tebas sampai tubuhnya dikotori dengan darah, Aldebaron menghancurkan semua kaca itu sampai tidak tersisa, semua benda yang menyerap pantulan langsung ia hancurkan karena ia tidak mau Carmilla melakukan kemampuan curang seperti itu. Carmilla menyambut Aldebaron dari depan dengan melancarkan satu tusuk jari di lengan kanannya sehingga menembus perut Aldebaron.
"Luka ini tidak ada artinya untukku, Carmilla!!!" Seru Aldebaron, ia menghancurkan kedua lengan Carmilla bahkan serangan itu sempat membuat Carmilla mengerang kesakitan dengan ekspresi yang kesal, Aldebaron yang sudah dipenuhi dengan luka masih bisa bertahan bahkan ia melepaskan jas pelayannya untuk mengerahkan semua kekuatannya di tempat ini. Mencegah Carmilla sendirian mungkin lebih baik sebelum semua anggota The Black Messiah terluka parah lagi karena dirinya.
"Aldebaron... hentikan..." Ucap Camellia yang benar-benar lemah karena tubuhnya terasa sangat kaku dan tidak mau bergerak.
Carmilla melakukan kecepatan cahaya yang membuat Aldebaron sontak kaget, ia menyambut dirinya dari belakang dengan menebas punggungnya menggunakan kedua tapaknya sampai ia terlempar ke belakang dengan luka bakar di punggungnya. Semua luka yang diterima oleh Aldebaron tidak dapat menghentikan dirinya, ia cukup kuat dan kebal dalam menahan semua kesakitan besar itu. Aldebaron bangkit lalu menatap Carmilla dengan ekspresi yang kesal.
Aldebaron sengaja mengedipkan matanya untuk memancing Carmilla, ketika ia mencoba untuk mendekat beberapa serangan menyambut tubuh dan wajah Carmilla bahkan sampai ia terlempar ke belakang tetapi ia dapat menyerang balik dengan menebas wajahnya sampai ia terdorong ke belakang. Tubuh Aldebaron bertambah kekar bahkan sampai membuat Carmilla tidak bisa bergerak karena tekanan yang menghentikan dirinya.
Aldebaron melancarkan beberapa serangan yang mengenai Carmilla sehingga ia memiliki beberapa lambang hitam di sekitar tubuhnya, Carmilla merapatkan giginya lalu ia mencekik leher Aldebaron dengan mengangkat tubuhnya ke atas sampai ia memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya, "Kekuatan yang kau miliki benar-benar hebat... kemampuan-mu bisa disebut mengerikan dulu tetapi sekarang aku tidak perlu menahan diri dalam melawan siapapun."
"Tidak ada gunanya!!! Kau benar-benar lemah jika tidak bisa melukai tubuhku yang benar-benar abadi...!!!" Seru Carmilla keras, ia membakar tubuhnya sendiri untuk melepaskan semua lambang hitam yang menandakan segel itu, Aldebaron memegang erat lengan kanannya yang dipenuhi dengan darah lalu ia menatap Carmilla dengan tatapan serius, "Jangan meremehkan harga diri seorang pelayan!!! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan tembok tebal harga diriku ini dalam melindungi, Nona Camellia!!!"
Carmilla muncul di hadapan Aldebaron lalu melancarkan dua serangan tapak yang terlihat seperti cahaya, Aldebaron berhasil menghindarinya dengan mudah tetapi hasilnya tubuhnya terbakar dengan semua cahaya itu sehingga ia tidak bisa menghindar lebih lanjut lagi karena Carmilla yang sudah memukul perutnya beberapa kali dan ia terus memukulnya sampai ia terangkat ke atas, "Lebih baik kau ubah harga diri menjadi harga diri seorang babu yang tidak berguna!!! Menghancurkan kesenanganku saja, dasar kakek tua bodoh!!!"
Tubuh Aldebaron semakin lemah, ia terjatuh di atas tanah dan mencoba untuk melayangkan beberapa serangan tetapi Carmilla menghindarinya dengan mudah sehingga ia berhasil menebas tubuh Aldebaron menggunakan jari-jarinya yang sangat tajam, "Aghh... Hah..." Aldebaron mengerang kesakitan karena ia tidak bisa menahan cahaya kesucian milik Carmilla yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.
Carmilla perlahan-lahan mendekati Aldebaron, ia menunjuk dirinya menggunakan tapaknya yang bersinar, tubuh yang dimiliki oleh Aldebaron mulai terbakar sehingga ia mengerang keras. Carmilla menikmati pandangan yang ia lihat sekarang, kesenangan yang ia tunggu tetapi kesenangan itu berubah ketika Vania menghantam wajahnya menggunakan kapak yang ia pegang sampai ia terdorong ke belakang dan terjatuh.
"MATI!MATI!!!MATI!!! MATI KAU SIALAAGGGHHHHH!!!" Seru Vania keras dengan kapak yang terus menghantam tubuh Carmilla beberapa kali, ia sontak kaget merasakan kekuatan Vania yang benar-benar menyakiti dirinya dan ia juga tidak menyangka seorang Vampir dapat menembus ruangan cahaya itu dan mengetahui pertarungan-nya dengan Aldebaron sedang terjadi.
Vania benar-benar panik bahkan ia melupakan rekan-rekannya, jadi ia datang sendiri hanya untuk menyiksa Carmilla karena sudah menghajar Camellia dan Aldebaron secara habis-habisan. Tubuh Carmilla hancur karena Vania terus menghantam daratan dan tubuhnya menggunakan kapak-nya itu, Vania mengedipkan matanya sehingga Carmilla berpindah ke belakang Vania sehingga darah yang tajam menyambut dirinya dengan menusuk perutnya.
"A-Apa!?" Carmilla sontak kaget melihat tubuh Vania dipenuhi dengan darah yang membentuk senjata dan zirah, semua darah itu mampu melukai dirinya karena memiliki sumber cahaya kecil di dalamnya. Carmilla tidak menyangka bahwa seorang Vampir dengan senjata Bloodyoku yang ia miliki akan memiliki kekuatan cahaya yang mampu membiarkan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Vania menangkap Carmilla dengan darah yang membentuk ekor di belakang punggungnya, ia menghantam dirinya di atas tanah sehingga Carmilla mencoba untuk melakukan pantulan tetapi tidak bisa karena kedua mata Vania tertutup dengan darah yang menghalangi kedua matanya, Carmilla mengerang kesal karena tubuhnya terus di hancurkan oleh serangan kapaknya itu yang bertubi-tubi.
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!!!" Vania terus mengatakannya dengan suara keras sambil menghantam Carmilla dengan seluruh kekuatannya bahkan sampai membuat daratan berlubang dan hancur begitu saja, serangan terakhir yang dilakukan oleh Vania tidak begitu efektif karena ia melakukan perpindahan dengan memanfaatkan ketakutan Camellia ketika ia melihat Aldebaron yang terluka parah.
"Dasar adik bodoh!!! Kalian berdua sekarang...!!! Benar-benar menyia-nyiakan hari kesenanganku!!! Kalian semua akan membayarnya sekarang juga...!!!" Seru Carmilla keras sehingga ia menyerap seluruh tubuh Camellia sampai tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi debu, "A-Alde... baron... Vania..."
"...takdir... ada... ditangan... kalian..." Camellia berubah menjadi debu dan tubuh Carmilla memancarkan sinar cahaya yang terang bahkan sampai melukai Vania dan Aldebaron, mereka terlempar ke belakang karena dorongan yang dilepaskan oleh Carmilla, ia merasakan kekuatan besar yang mengalir di dalam tubuhnya, "Hmmmm~~~ Perasaan ini...! Ya, aku bersatu dengan Camellia! Itu artinya aku dapat membangkitkan Eldritch yang sudah aku persiapkan!!!"
Kehancuran yang dibuat oleh Vania dan Aldebaron memancing perhatian semua orang yang berada di dalam istana sehingga mereka segera menyelidiki-nya, Yuffie sontak kaget ketika melihat Aldebaron terluka cukup parah. Elvano membantu Vania untuk bangun dan ia bisa melihat beberapa luka bakar yang mengenai dirinya, "Kamu baik-baik saja...?!"
"Ya... semuanya, ini... adalah yang terakhir..." Kata Vania.
Terjadi ledakan besar dengan gelombang cahaya yang terlepas ke atas langit, melihat semua cahaya itu membuat Yusa bertindak dengan menciptakan beberapa tulang yang melindungi seluruh ras Vampir dari cahaya itu dan Yuffie mengeluarkan buku mantra untuk melepaskan sihir pelindung besar yang memantulkan semua cahaya itu ke atas langit.
"Aku!!! Persembahkan kesenangan terakhir yang akan aku tunjukkan kepada kalian semua bersiap-siaplah~~~" Carmilla mengeluarkan jantung hitam itu yang terlihat seperti berdetak cepat, ia melemparnya ke atas sehingga jantung itu meledak dan mengeluarkan makhluk Eldritch yang sangat besar dan terlihat mematikan. Tubuhnya yang begitu besar mendarat di atas istana, Yuffie menarik mereka semua keluar dari dalam istana itu menggunakan sihir angin yang dilepaskan oleh peri angin.
Eldritch yang baru dan menakutkan terlahir karena Carmilla, Eldritch yang melanggar semua hukum Eldritch biasa karena ukurannya yang begitu besar bahkan setara dengan planet yang mereka tempati saat ini. Tubuhnya begitu besar dan bagian bawahnya memiliki mulut besar seperti cumi-cumi, Eldritch itu memeluk erat planet tersebut dengan seluruh tentakel yang panjang dan besar.
Semua Vampir yang melihat tentakel itu segara menghindari tentakel itu, proses kelahiran Eldritch itu berjalan dengan sempurna sehingga Haruki melebarkan matanya ketika melihat kepala besar Eldritch itu di hadapannya, mungkin itu inti tubuhnya dan ia yakin Eldritch satu ini sangat berbahaya dan mematikan. Semua orang melongo ketika melihatnya dan Carmilla tertawa terbahak-bahak karena ia berhasil melakukannya.
"Aku perkenalkan kepada kalian...!!! [Fusion Eldritch Abomination]!"
"ROAAAAAAAARIIIIIINGGHHHHHHHHHHH!!!!"