
"Aku... aku tidak akan membiarkan mereka... menghabisi Vampir lainnya, aku akan membuat mereka semua membayar..." Tubuh Gienka meneteskan beberapa darah bahkan Elvano terkejut ketika melihatnya karena adiknya benar-benar berkembang cukup pesat sehingga ia telah berubah menjadi seorang pelayan yang layak karena sempat untuk menyelamatkan jumlah Vampir yang cukup banyak menggunakan perisainya itu, "Tidak mungkin! Tidak ada kesempatan sedikitpun untuk melindungi mereka semua...!!!"
Gienka menggabungkan kedua perisai itu menjadi satu lalu ia memutarnya dan menancapkan perisai itu tepat di atas daratan sehingga menciptakan berbagai perisai yang terbuat dari darahnya sendiri untuk melindungi desa Camel dan seluruh pasukannya, mereka semua mundur ke belakang kecuali Haruki yang sekarang mencoba untuk menyibukkan Carmilla karena ia tidak mau Vampir satu ini turun tangan.
Seluruh Eldritch itu melepaskan beberapa lendir dan duri yang mengenai seluruh perisai darah itu sehingga tubuh Gienka mulai terbakar dan mengeluarkan beberapa asap merah, "Aku akan melindungi mereka semua...!!!" Seru Gienka keras sehingga iris matanya memancarkan cahaya merah yang mampu membuat seluruh perisai darah itu menyerang kembali para Eldritch dengan serangan yang sama, serangan yang dikembalikan itu masih tidak cukup tetapi Gienka berhasil melindungi rekannya.
"Kalian para Eldritch tidak akan mengetahui kekuatan... tekad dan harga diriku sebagai seorang pelayan Vampir yang ingin melindungi umatnya sendiri!!!" Gienka mengeluarkan beberapa tablet darah untuk menghisapnya agar ia bisa bertahan lebih lama lagi tanpa membutuhkan bantuan dari Lavia, Lavia sempat untuk membantunya tetapi Gienka memintanya untuk berhati atau dirinya akan merasa lemah sehingga tidak bisa melanjutkan pertarungan ini. Serahkan semua ini kepada seorang pelayan bintang 8 sepertinya.
Seluruh Vampir itu mencoba untuk membantu tetapi Gienka menjerit keras untuk menyimpan kekuatan mereka nanti karena pertarungan ini masih jauh dari kata berakhir, tubuh Gienka mengeluarkan banyak sekali darah karena ia menghisap obat secara berlebihan sampai ia mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang ada di dalam dirinya sampai menginjak puncak paling akhir, "Inilah... arti... menjadi seorang Vampir dengan memiliki sikap dan rasa peduli kepada satu sama lain! Umat kita telah berkembang dan kita sudah pasti akan terus melanjutkan perkembangan itu!!!"
Semua Eldritch itu mengerahkan seluruh kemampuan dan serangan mereka untuk menghancurkan perisai tebal yang tercipta dari darah Gienka sendiri, tubuhnya mulai dipenuhi dengan lubang kecil yang membesar sedikit demi sedikit karena ia tidak akan berhenti begitu saja karena batasan yang ia miliki, harga dirinya sebagai seorang pelayan yaitu melindungi seluruh rekan dan pasukan yang ia percayai dan dapat andalkan untuk melindungi umat Vampir.
"Ini... adalah tekad...!!! Tekad seorang pelayan...!!!" Gienka mengalirkan seluruh darahnya ke dalam perisai itu sehingga pertahanan-nya bertambah lebih tebal dan berlapis-lapis sehingga lubang yang ia miliki di tubuhnya mulai membesar dan mengeluarkan darah yang cukup deras sehingga ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan suara terakhirnya, "HARGA DIRI SEORANG PELAYAN ITU ABADI!!!!"
Eldritch yang berada di tengah itu meluncurkan gelombang kegelapan besar melalui matanya untuk menghancurkan perisai tersebut sehingga seluruh perisai darah itu memancarkan cahaya merah yang dapat mengembalikan semua serangan itu ke arah Eldritch sehingga menyebabkan ledakan di kedua pihak yang sama. Ledakan itu dahsyat sekali bahkan dorongan ledakan tersebut bisa terasa di dalam ruangan perisai darah itu.
Baaaammmmm...!!!
Haruki dan Carmilla terlempar ke tempat yang cukup jauh karena dorongan dari kedua ledakan yang sedang terjadi itu, ledakan yang sangat dahsyat bahkan Elvano tidak bisa melihat apapun kecuali asap-asap hitam yang menghalangi wilayah, ia menatap ke depan lalu melebarkan matanya ketika melihat Gienka berdiri tegak sambil bersandar dengan perisai di hadapannya, tubuh yang dipenuhi dengan darah yang mengalir deras seperti air terjun.
"Gienka...!" Lavia bergerak menuju arah Gienka lalu ia mencoba untuk menyembuhkan kondisi tetapi ia merasakan sesuatu yang aneh ketika ia mencoba untuk memperbaiki tubuh Gienka yang dipenuhi dengan darah deras itu, ia melebarkan matanya ketika menatap wajah Gienka yang terlihat diam saja bahkan ia bisa melihat kedua matanya yang terlihat mati, tidak ada kehidupan yang terasa di dalam dirinya, jiwanya sudah pergi meninggalkan tubuhnya, "D-Dia..."
Seluruh Vampir termasuk Elvano menghampiri Gienka yang masih berdiri tetapi kehidupannya sudah berakhir di titik ini, Elvano melebarkan matanya sehingga air mata mengalir keluar melalui kedua matanya bahwa adiknya gugur begitu saja ketika mencoba untuk melindungi seluruh umat Vampir menggunakan kemampuan yang ia miliki, ia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia lihat tetapi semua ini benar-benar nyata. Gienka gugur menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan penduduk desa Camel.
Elvano hanya bisa diam sambil mengepalkan kedua tinjunya karena semuanya terjadi karena sebuah takdir, ia bisa melihat lambang bintang di lengan kanannya menghilang begitu saja menjadi partikel merah. Mereka hanya bisa merenung dan memberikan kehormatan mereka kepada Gienka, tanpa dia maka semuanya pasti sudah berakhir karena serangan gelombang tadi bisa saja mengubah desa Camel menjadi debu yang tidak tersisa.
[Gienka El Adavanio Gugur]. Haruki mengayunkan kedua pedangnya beberapa kali dan Carmilla menahan semua serangan itu sambil menunjukkan senyuman yang sangat lebar karena ia berhasil mengalahkan beberapa Vampir di sana sehingga Haruki merasa kesal bahkan ia nekat memancing Carmilla untuk mendekati dirinya dengan mengedipkan matanya beberapa kali untuk menyerangnya, pilihan itu memberi kedua pihak keuntungan karena mereka dapat melukai satu sama lain.
"Wah, wah, kamu pria yang nekat ya... aku tambah mencintai dirimu!!!" Carmilla menunjukkan ekspresi yang terlihat sadis lalu ia bergerak cepat sampai mengelilingi Haruki, Haruki terbang ke atas langit lalu memegang erat kedua lengannya dan berputar cepat untuk mencoba melukai Carmilla yang mencoba untuk mendekati dirinya karena ia perlu menjaga jarak ketika ia menghilang seperti itu, "Kau... Kau pasti memiliki kaitan juga dengan ilusi dan kecepatan cahaya ya, kekuatan dan kemampuan ini benar-benar campuran karena darah yang kau serap dan tubuh yang kau makan..."
"Hmmm~ Bagaimana aku menjelaskannya ya~ Entahlah, intinya aku sangat mencintaimu, Haruki... saking cintanya aku ingin kau masuk ke dalam tubuhku~" Carmilla hampir saja menebas leher Haruki menggunakan tapak kanannya tetapi tubuh Haruki langsung berubah menjadi lubang hitam yang menyedot lengan kanan dan setengah tubuh dari Carmilla sehingga mengeluarkan beberapa darah yang diserap oleh Haruki, "Kalau begitu, kau sendiri saja yang masuk ke dalam lubang hitam atau lubang dimana kau bisa menemukan cinta."
"Menakjubkan-menakjubkan... ternyata suka main kasar ya..." Carmilla memulihkan tubuhnya kembali dengan cepat, Haruki mulai berkeringat karena bertarung melawan dirinya itu membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan fokus untuk tidak lengah karena kecepatannya itu, Carmilla melompat ke atas sehingga ia menghilang begitu saja, lagi-lagi kemampuan yang sangat menyusahkan.
"Biarkan aku menyentuh dirimu, Ha-ru-ki~" Carmilla berhasil menebas tubuh Haruki tetapi ia tidak bisa melihat diri dimana sehingga Haruki menunggu aba-aba dengan mengedipkan matanya lalu melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya sehingga ia berhasil mengenai beberapa serangan kepada Carmilla, ia bisa melihat beberapa jari yang terpotong, "Aku masih memiliki banyak cara di belakang pundak, bersiaplah."
Elvano melihat Haruki yang terlihat kesulitan ketika melawan Carmilla, ia segera menghampiri dirinya untuk mencoba membantu tetapi Carmilla bisa melihatnya sehingga ia muncul kembali di atas langit untuk mengangkat lengan kanannya lalu melakukan satu jentikan yang membangkitkan kembali seluruh Eldritch itu dengan mengumpulkan seluruh serpihan daging dan darah yang berserakan dimana-mana sehingga menciptakan makhluk hidup Eldritch baru sampai mengejutkan mereka semua.
"Ti-Tidak mungkin...!" Elvano mengedipkan matanya tanpa disadari sehingga Haruki langsung melempar kedua pedangnya ke arah Elvano dan berhasil menahan serangan Carmilla, Haruki sempat melihat tubuh Carmilla yang terbentuk begitu saja dan ia kembali menghilang seperti cahaya matahari yang terhalang dengan awan, "Sungguh kecepatan yang membingungkan... aku bahkan tidak pernah melihat kecepatan yang mengandalkan kedip mata."
Gelombang Eldritch masih belum berakhir karena Carmilla masih memiliki banyak pelihara yang dapat ia panggil dan bangkitkan dengan mudah, semua itu ia lakukan demi kesenangannya dan sekarang ia tidak merasa begitu puas. Elvano meminta seluruh pasukan untuk bersiap siaga dan melawan seluruh kelompok Eldritch itu dengan semua kemampuan yang mereka miliki, pengorbanan Gienka sepertinya masih belum cukup untuk menghentikan gelombang satu ini.
""SERANG!!!""