
Vania dan Yuffie menyaksikan Aldebaron yang terlihat sekarat, tidak ada yang bisa mereka lakukan karena tubuhnya mulai menghitam karena itu adalah resiko dalam menggunakan kemampuan yang cukup berbahaya dan menguntungkan, Eldritch itu sekarang bias dihentikan jika tidak memiliki kemampuan dan kekuatan seperti tadi. Aldebaron hanya bisa diam dan tersenyum kepada mereka berdua, terlihat bangga kepada mereka semua terutama Lavia dan Elvano yang masih berjuang sekarang.
"Luka seperti ini... tidak ada artinya untukku... ini adalah pilihan tepat... takdir... yang aku pegang... takdir yang dipercayai oleh Camellia. Ini adalah semangat dan harga diri seorang pelayan yang sudah muncul sejak zaman dahulu sampai sekarang... kalian akan terus berkembang dan bertambah berkat keturunan, saya yakin itu..." Aldebaron mulai menangis sehingga Yuffie memeluk erat seorang pelayan yang ia anggap sebagai ayahnya, Vania tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat.
"Sekarang... pergi... akhiri... semua kegilaan ini..." Kata Aldebaron, ia memejamkan kedua matanya untuk beristirahat sebentar. Vania mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melesat menuju arah Haruki untuk membantu dirinya melawan Carmilla, Carmilla hampir saja membunuh Haruki karena detak jantungnya yang begitu cepat, Vania menyambut dirinya dengan menghantam-nya ke atas langit sehingga mereka memulai pertarungan tersebut di atas sana.
Yuffie mempersiapkan kemampuan yang ia rencanakan itu sedangkan Elvano melepaskan semua sihir yang ia miliki ke arah tentakel besar itu untuk menghancurkan-nya, semua serangan yang dilakukan oleh Eldritch itu sempat gagal karena Elvano yang melepaskan beberapa kalong kecil untuk dijadikan sebagai tumbal. Yusa melepaskan beberapa sihir tulang yang menusuk Eldritch itu sehingga ia bersama Selvia melepaskan formasi penyerang yang mampu memotong semua bola mata yang melayang di sekitar wilayah.
Lavia berlutut di atas tanah lalu ia memejamkan kedua matanya sambil merapatkan kedau tapaknya, ia terlihat seperti memohon dan kemampuan yang ia akan lakukan sekarang benar-benar kuat bahkan tubuhnya mengeluarkan beberapa darah. Semua darah itu melayang ke atas langit bahkan darah yang bergenang di planet itu perlahan-lahan melayang dan Lavia dengan penuh konsentrasi mencoba untuk mengumpulkannya untuk mengubahnya menjadi serangan dan sumber kekuatan bagi Vania.
Lavia mengepalkan kedua tapaknya sehingga semua darah itu berpisah lalu menciptakan pedang tajam yang berjumlah jutaan, semua itu ia lepaskan ke arah Eldritch sehingga menusuk seluruh tubuhnya sampai Eldritch itu mengerang keras karena merasakan kesakitan yang sangat besar. Haruki tidak menyia-nyiakan semua kesempatan itu dengan memutuskan beberapa bagian tubuh dari Eldritch tersebut.
"Luz!!! Lepaskan semua kekuatan yang kau miliki!!!" Seru Yusa keras, "Baiklah, Yusa!!!" Yusa menarik pedang hitam yang keluar dari dalam pedang itu lalu ia memegang erat kedua pedang itu sehingga melakukan serangan formasi yang sangat kuat, ia terbang mengelilingi planet itu hanya untuk menghancurkan semua anggota tubuh Eldritch itu agar ia tidak bisa memulihkan tubuhnya itu yang begitu besar.
Selvia menarik keluar dua katana-nya lalu ia menatap tajam kepala Eldritch itu, ia melesat menuju arah kepala tersebut sehingga ia bisa merasakan genggaman Ayah dan Ibunya di tangan kanan dan kirinya, seperti mencoba untuk membantu dirinya, "Aku meminta bantuan kalian!!! KERAHKAN SEMUANYAGGGHHHH!!!" Seru Selvia keras sehingga ia menusuk tubuh Eldritch itu dengan kecepatan cahaya, tusukan itu sangat besar bahkan tertera di setiap tubuh Eldritch itu yang hanya mengerang kesakitan.
"Wings of Death Flames!!!" Seru Elvano sehingga ia menghancurkan seluruh sisa tubuh Eldritch yang besar itu menggunakan sihir yang keluar melalui tongkatnya, mereka semua berjuang keras untuk melawan Eldritch yang masih bisa melakukan pemulihan dengan cepat. Tidak salah lagi perjuangan yang mereka lakukan memberikan hasil yang baik secara bertahap, Lavia mengerahkan semua pedang itu yang menusuk tubuh Eldritch itu.
Pedang yang menusuk beberapa Vampir hanya memberi mereka semua kekuatan karena kemampuan yang ia gunakan ini cukup menguntungkan untuk rekan dan merugikan untuk musuh yang memiliki tubuh besar, Vania mengurung Carmilla di dalam darah yang bersinar di sekitarnya karena mereka semua membutuhkan bantuan dirinya untuk mengalahkan Eldritch satu ini, "SIALAN KAU!!! SIALAN KAU!!! SIALAN KAU!!!" Carmilla mencoba untuk melarikan diri dan melawan tetapi darah itu bertambah tebal dan kuat sehingga ia tidak bisa keluar dan berpindah.
Eldritch itu melepaskan laser yang lentur melalui semua mulut yang terbuka lebar, mereka berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah, Elvano sekarang menyerang dari jarak yang dekat dengan mengisi semua mulut Eldritch itu dengan sihir ledakan dan api yang membakar mulut mereka semua. Eldritch itu mengeluarkan beberapa tentakel tetapi Haruki berhasil memotong-nya menjadi potongan kecil lalu ia menyerang inti tubuh Eldritch itu yang terasa tebal dan keras.
Lavia memilih untuk menyerang sekarang menggunakan dua belati yang ia pegang, ia menebas semua tubuh Eldritch itu sampai mengeluarkan darah dan darah itu ia gunakan untuk menciptakan senjata lainnya sehingga seluruh anggota The Black Messiah mulai menyerang inti tubuh Eldritch itu dengan mengelilinginya. Persiapan Yuffie sebentar lagi selesai dan ia berharap semuanya akan berjalan dengan lancar karena ia bisa melihat Carmilla yang melepaskan cahaya besar di sekitarnya untuk bebas dari perangkap milik Vania.
Vania menyambut Eldritch itu dengan menghantam puncak kepalanya sampai mengeluarkan suara yang cukup keras, Eldritch itu perlahan-lahan membuka mulutnya dan menaikkan seluruh tentakel, "Gagalkan semua kemampuannya itu!!!" Seru Haruki keras sehingga Selvia menyerap serangan yang keluar dari Eldritch itu menggunakan rantai yang keluar melalui punggungnya sehingga Eldritch itu mengerang keras.
Eldritch itu tidak bisa melakukan apapun ketika seluruh anggota The Black Messiah berkumpul menjadi satu selagi mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki, Lavia menciptakan sabit darah besar untuk memberi Vania jalan agar ia bisa menyerang kepalanya karena serangan bertubi-tubi dan hantaman yang ia miliki sudah pasti akan mengubah Eldritch itu menjadi potongan daging yang sudah hancur, "Vania, sekarang!!! Lakukan serangan mematikan itu...!!!"
Vania melompat ke atas lalu terbang tinggi sehingga ia menendang gumpalan darah dimana Carmilla berada di dalamnya dengan sekuat tenaga sehingga gumpalan darah itu mengenai puncak kepala Eldritch dan masuk ke dalam, Carmilla hampir saja bebas tetapi Lavia menambahkan lapisan darah itu agar ia tidak bisa melarikan diri dan menggunakan kecepatannya yang benar-benar curang itu, "HAAAARRRRGGHHHH!!!" Vania mengerang keras dan ia melesat menuju arah Carmilla sambil mengangkat kapak-nya ke atas.
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
Setiap serangan yang mengenai Carmilla mampu melepaskan tekanan dan dorongan besar di sekitarnya sehingga inti dari tubuh Eldritch itu perlahan-lahan hancur karena merasakan kekuatan besar yang terlepas dari kapak yang mengenai tubuh Carmilla, Vania terus menghantamnya tanpa henti sambil meneriakkan perkataan [Mati] tanpa henti, ia menyebutkan-nya lebih dari ratusan kali sampai serangan kapak itu menghancurkan seluruh tubuh dari gabungan Eldritch itu.
Sisa daging yang tersisa langsung terbakar dengan cahaya yang lepas dari dalam kapak itu juga, anggota tersisa membantu Vania dengan menghabiskan semua daging itu menggunakan sihir dan kemampuan mereka sehingga, Vania mengangkat kapaknya ke atas lalu menatap Carmilla yang terlihat kesal dengan tatapan mematikannya itu, "MAATTIIIII!!!!" Serangan terakhir yang mengenai kepala Carmilla dan serangan yang menyebabkan planet itu berguncang dahsyat.
Baaaammmmmm!!!
Vania melompat ke belakang dengan kedua lengannya yang dipenuhi dengan darah, pertarungan ini masih jauh dalam kata selesai tetapi mereka berhasil mengalahkan gabungan Eldritch itu. Yang tersisa hanyalah gelombang Eldritch kecil yang dapat di atasi oleh para Vampir itu, Vania menatap ke depan dan melihat Carmilla kembali bangkit dengan tubuh yang perlahan-lahan pulih, semua kesenangan yang sudah ia rencanakan gagal karena satu Vampir yang tidak ia kenal.
"Kau... berani-beraninya... menggagalkan... kesenangan ini... kau tidak tahu... kau tidak tahu betapa lelahnya aku mengatur semuanya.... Vampir Bloodyoku sepertimu... akan aku... beri hukuman yang sangat berat... hukuman dimana kau akan merasakan kematian tanpa henti..."
"Aku adalah Vampir bangsawan yang akan meneruskan Camellia untuk menghentikan seluruh Eldritch termasuk mereka yang berurusan dengan Eldritch sampai menghancurkan hukum yang sudah tertera dengan alam Eldritch. Jangan berani-beraninya kau memanggil diriku tanpa sebutan nama... namaku adalah..."
"...Vania Von Camellia!"