The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 13 - Serangan Mematikan



Vania membuka kembali tembok yang terbuat dari darah itu, mereka berdua bisa merasakan sesuatu yang mengerikan di dalam sana bahkan bau yang tidak sedap menyengat penciuman mereka. Vania dan Lavia dengan pelan menghampiri ruangan itu lalu mereka bisa melihat kepala Eldritch yang terlihat cukup menakutkan, kepalanya berada di atas air berwarna hitam.


Penampilannya saja sudah membuat mereka merinding karena kepalanya dipenuhi mata yang memiliki mulut dengan taring tajam, Eldritch itu keluar dari dalam airnya dan menunjukkan tubuh yang terlihat sangat mengerikan karena ia memiliki tentakel, tangan, mulut tajam, dan bahkan duri-duri yang terlihat beracun. Vania memejamkan mata kirinya untuk mengerahkan Bloodlust yang berada di tingkat paling atas.


"Kau siap, Lavia?"


"Tentu saja!"


Vania menarik kapak-nya sehingga kapak itu mulai membesar, dengan cepat Vania melemparnya ke depan sehingga Eldritch itu berhasil menahan serangan itu menggunakan kepalanya yang keras, mereka tercengang ketika mendengar suara pantulan yang hampir sama seperti besi. Eldritch itu merasakan bahaya, ia mulai mengamuk dan membuat tentakel-nya jadi panjang, tentakel itu mengarah kepada Vania tetapi Lavia berhasil memotong semua serangan itu menggunakan kedua jarinya.


"Ini adalah tipe Eldritch yang pernah aku baca di bab sepuluh, dia hidup di dalam air dan mencari mangsa ketika hujan. Berhati-hatilah dengan serangan yang akan ia lakukan menggunakan air-air itu terutama tentakel-nya yang memiliki racun yang dapat melumpuhkan dan membuat kita mengantuk."


Vania mendengar Lavia lalu ia menarik kembali kapak-nya dan mencoba untuk memikirkan sebuah rencana, ketika ia mencoba untuk memakannya... Eldritch itu terlalu keras dan besar bahkan kemampuan Bloodlust Crunchie-nya belum cukup kuat untuk memakannya, salah satu dari anggota tubuhnya saja bahkan tidak muat. Ruangan mulai dipenuhi dengan air dan mereka langsung tercengang sehingga menyelimuti kepala mereka dengan darah untuk bisa bernafas di dalam air.


Ruangan yang luas itu mulai mengeluarkan air hitam sehingga Vania memperingati Lavia untuk tetap waspada dan menggunakan seluruh indra-nya untuk mencari musuh karena Eldritch itu dapat bergerak cukup cepat di dalam air sehingga tubuhnya juga dapat melakukan kamuflase dengan air. Pandangan di dalam air hitam itu sungguh tidak jelas karena Vania dan Lavia hanya bisa melihat kegelapan karena air yang cukup kotor dan hitam itu.


Lavia mulai menggigit darahnya sendiri sehingga air itu mulai ternodai dengan darahnya, ia menggunakan kemampuan Vampir untuk meningkatkan kualitas darahnya dan menambahkan beberapa efek yang berguna sehingga air itu sekarang mulai cerah dan Vania bisa melihat Eldritch itu berada tepat di hadapannya. Eldritch itu hampir saja menangkapnya menggunakan tentakel, untungnya ia berenang ke atas tetapi ia berpapasan dengan mulut Eldritch yang paling besar.


"... ..." 


Vania tidak panik karena ia masih memiliki banyak cara di dalam pikirannya sehingga Eldritch itu terkena pukul oleh [Torture Arms] yang ia ciptakan melalui kegelapan yang tertera di kedua lengannya. Mereka tidak bisa berbicara di dalam air tetapi Lavia setidaknya dapat berkomunikasi dengan Vania karena ia memiliki kemampuan telepati untuk memperingati dirinya bahwa Eldritch itu dapat menciptakan pasukan kecil yang berbentuk seperti mulut dengan tentakel di sekitarnya.


Mereka mulai tenang di situasi seperti ini karena darah yang menerangi air hitam itu menunjukkan banyak sekali Eldritch yang berdatangan, Vania hanya menandakan Eldritch yang bisa disebut sebagai bos-nya karena ia terlihat lezat bahkan ia sampai tersenyum sadis dalam waktu yang singkat karena Bloodlust-nya itu, ia mulai menatap mereka semua dengan tatapan tajam lalu mereka mulai berkonsentrasi untuk merasakan musuh dengan insting Vampir mereka.


Lavia berhasil menusuk beberapa Eldritch kecil itu menggunakan belati-nya lalu ia mengubah mereka menjadi darah dengan menggunakan kemampuan Vampir-nya yang bernama [Blood Morph] dimana ia dapat mengubah sebuah daging di makan dengan darah yang terdapat di dalam daging tersebut sehingga semua Eldritch itu berubah menjadi darah dan menghasilkan darah yang cukup banyak.


Lavia mengubah semua darah yang berjumlah banyak itu menjadi pedang, jumlah pedang itu cukup banyak dan ia mengarah semua budak Eldritch itu menggunakan pedangnya lalu ia melepasnya sehingga mereka mati dengan tertusuk, Lavia mengepalkan tangan kanannya untuk mengubah mereka semua menjadi darah juga. 


Vania melihat tentakel di hadapannya membesar dan mencoba untuk membelit dirinya tetapi ia berhasil memotong-nya menjadi bagian kecil menggunakan Bloodyoku-nya. Vania melihat semua mulut Eldritch itu melepaskan gelombang air yang meluncur cukup cepat bahkan sampai mengenai tubuhnya dan meninggalkan beberapa luka, Vania memuntahkan darah yang cukup banyak karena gelombang itu cukup beracun.


Lavia melindungi dirinya dari belakang selagi membasmi semua Eldritch kecil yang mengganggu itu, ia menggunakan kemampuan Vampir untuk meningkatkan kualitas darah Vania sehingga lukanya kembali pulih dan kulit serta daging yang terbuka mulai kembali tertutup. Eldritch itu menggunakan kemampuan yang berbeda, ia melepaskan suara besar melalui mulutnya sehingga mendorong mereka ke belakang dengan mengenai tembok.


Ia menggerakkan darah itu dengan pergerakan matanya sendiri, Vania memaksakan tubuhnya untuk maju menghampiri Eldritch tersebut. Ia berhasil lepas dari tekanan itu karena ia masih bisa menggerakkan kedua tapak hitamnya itu lalu tapak dari bayangan tersebut menggenggam erat kapak itu dan melemparnya ke arah Eldritch. Ia berhasil menghindarinya tetapi Vania menyambut dirinya dengan menggigit bagian tubuh yang paling lembek yaitu bagian bawah.


Vania menghisap-nya dengan cepat, Eldritch itu menjerit karena kedua taring di dalam mulut Vania cukup tajam bahkan sampai merobek daging itu langsung, darah Eldritch itu tersedot cukup banyak karena kemampuan natural dirinya dalam kecanduan dengan darah apapun. Tubuhnya terasa lebih ringan ketika ia meminum semua darah itu sehingga pendengaran-nya bisa mendengar pergerakan Eldritch itu yang mencoba untuk menusuk dirinya dan menangkapnya.


Vania diselamatkan oleh Lavia yang melepaskan beberapa darah tajam ke arah tentakel dan mulut itu sehingga Vania berenang ke belakang lalu membesarkan kapaknya dan memegang-nya menggunakan kedua tangannya. Lavia mulai memejamkan kedua matanya untuk mengumpulkan semua darah di ruangan tersebut dan memasukkan-nya ke dalam kapak untuk memberi daya kehancuran yang lebih besar.


Vania bisa merasakan sumber kekuatan besar di dalam kapak itu sehingga Bloodlust-nya membuat dirinya bertambah lebih agresif, ia melakukan satu putaran sambil memegang kapak besar itu yang menimbulkan ruangan tersebut terbelah menjadi beberapa bagian, kapak itu hanya mengarah benda seperti tembok dan daratan, itu adalah salah satu kemampuan yang dimiliki oleh kapak tersebut, menyerang target sesuai dengan yang Vania pikirkan.


Putaran itu tidak mampu melukai Lavia dan Eldritch di hadapannya karena ia berencana untuk menyingkirkan semua air yang memperlambat pergerakan dan serangannya. Serangan kapak itu menciptakan celah yang cukup besar di sekitar ruangan itu sehingga air yang memenuhi ruangan itu mulai berkurang dan Vania kembali tersenyum sadis ketika menatap Eldritch di hadapannya dengan tatapan tajamnya.


"Lavia...!!! Sekarang!!!" Seru Vania.


"Baiklah! Akhir semuanya, Vania!" Lavia melebarkan matanya sehingga semua darah yang berada di dalam ruangan itu mulai berkumpul sehingga merasuki tubuh Vania dan memberi dirinya kekuatan yang lebih besar, Lavia menyerap darah yang tersisa menggunakan belati-nya lalu ia bergerak maju ke depan dengan kecepatan suara.


Lavia melakukan beberapa serangan kombinasi yang dapat memotong semua duri dan tentakel-nya itu sehingga Eldritch itu menjerit kesakitan, ia mulai mengamuk dan mengeluarkan lidah panjang yang mencoba untuk menarik Lavia lalu memakannya tetapi ia berhasil memotong lidah itu dan membuat dirinya sibuk karena Vania sedang mempersiapkan kekuatannya untuk mengalahkan Eldritch secara langsung.


Vania menutup mata kirinya untuk menambahkan kekuatan besar di serangan yang akan ia lakukan, Bloodlust mulai terkumpul di mata kanannya sehingga memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih besar. Vania melompat cukup jauh ke atas dan Lavia bisa mendengarnya, ia menunggu waktu yang tepat untuk mundur.


Vania mulai mendekat dan Lavia menusuk semua penglihatan Eldritch itu agar ia tidak bisa menghindari, Lavia melompat ke belakang lalu menatap Vania yang mendorong kapak itu menggunakan kedua kapaknya.


"Ini adalah Bloodyoku...!!!" Vania menghantam kapak itu dengan tubuh Eldritch tersebut sehingga ia terjatuh, Vania kembali berdiri lalu mengangkat kembali kapak itu dan melakukan serangan dengan penuh tenaga seperti menghantam Eldritch itu beberapa kali sambil mengatakan [Mati] berulang kali.


"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!" Lavia terkekeh melihat Vania yang bersemangat, ia sampai membuat Eldritch itu menjadi daging giling ketika ia menyerangnya dengan kapak tersebut, darah Eldritch menyembur kemana-mana dan daratan mulai retak tetapi Lavia mengubah semua darah itu menjadi lantai agar daratan itu bisa menahan serangan Vania.


Vania mengangkat kapak-nya lalu ia memperbesarnya lebih besar lagi dan menarik nafas dalam-dalam lalu mengucapkan, "MAAATTIII!!!" Vania menghantam Eldritch itu menggunakan kapak-nya sehingga tubuhnya mulai berserakan dimana-mana, Eldritch itu sudah terkalahkan dan Vania langsung memakan semua potongan daging itu, Lavia juga melakukan hal yang sama karena Vania mengajak-nya.


"Kerja sama yang baik ya, Vania."


"Benar... kita sudah mengalahkan Eldritch tingkat biasa, aku yakin kita bisa bertambah lebih kuat lagi..."