
Semua Vampir membangun kembali desa Camel untuk sementara karena mereka perlu memperbaiki semua kehancuran itu, Elvano mengajak seluruh rekan-rekannya untuk menikmati makan malam di istana Camellia sehingga beberapa pelayan mulai mengajak mereka untuk mengunjungi kamar agar mereka bisa beristirahat selama beberapa hari, Haruki menerima semua itu karena ia terpaksa sehingga ia sekarang berdiri ruang tamu sambil berpikir.
Yusa saat ini sedang membersihkan pedangnya yang mengkilat, ia juga terus memikirkan informasi yang ia dapatkan ketika melawan Carmilla. Jika saja ia tidak mengedipkan matanya tadi maka ia rela menghancurkan kedua matanya itu, Selvia beristirahat karena ia tidak perlu penjelasan dua kali bahwa memikirkan Carmilla hanya membuat dirinya tertekan saja sehingga sekarang ia terus berbicara dengan beberapa bangsawan yang menggemari dirinya sebagai seorang ratu iblis.
Elvano duduk di atas sofa sambil menikmati secangkir teh, Lavia saat ini sedang berbaring di atas kasur sambil memejamkan kedua matanya karena hari ini adalah hari yang cukup panjang dan mengerikan bagi dirinya. Aldebaron menunggu kedatangan Yuffie di depan pintu karena ia sudah setuju untuk ikut dan membantu mereka dalam mengalahkan Carmilla karena mereka saat ini membutuhkan seseorang yang memiliki pertahanan kuat, Yuffie adalah Elf yang cocok untuk menjadi seorang pelindung walaupun ia sendiri seorang gadis.
Haruki tidak bisa menenangkan pikirannya soal Carmilla karena ia terus meneror dirinya sehingga ia menatap jam tangannya beberapa kali sambil menginjak lantai pelan-pelan, ia melihat beberapa pelayan yang sudah menyiapkan makanan penutup di atas meja, "Kepala pelayan yang bernama Aldebaron itu... aku yakin dia memiliki beberapa informasi dan jawaban untuk pertanyaanku nanti, ia sendiri bahkan memberitahuku bahwa ketakutan adalah sumber keuntungan bagi Carmilla."
Perkataannya terdengar masuk akal karena ia tidak pernah takut melawan siapapun tetapi Carmilla sendiri adalah yang pertama untuk membuat dirinya ketakutan bahkan kedua kakinya sampai merinding, bulu kuduknya juga sampai bangkit karena hawa membunuh dan menakutkan yang ia rasakan di sekitar Carmilla, sepertinya ia melakukan sesuatu tentang hawa tersebut sehingga itu bukan sihir atau kemampuan melainkan sesuatu yang natural karena Vampir benar-benar menakutkan, kemampuan mereka juga dapat membuat diri mereka abadi.
Baaggg....!!!
Suara pintu yang terbuka lebar sehingga Aldebaron terdorong ketika seseorang membuka pintu itu dengan penuh tenaga, seorang Elf menarik nafas lalu mengeluarkan suara yang sangat keras, "SELAMAT PAGI, UMAT VAMPIR!!!" Seru Elf itu keras, mereka sontak kaget mendengar suara pintu itu bahkan suaranya cukup keras itu mampu mengguncangkan istana untuk sementara, suara yang cukup keras bahkan Haruki teringat seseorang yang memiliki suara merdu tetapi keras itu.
Elf itu tidak salah lagi seorang pelayan yang pernah di latih oleh Aldebaron, dia bisa disebut sebagai murid dan seorang Elf yang ia anggap sebagai anaknya sendiri karena dirinya yang benar-benar menurut dan tidak berdosa walaupun kepalanya terkadang dipenuhi udara, setidaknya ia cerdas dalam waktu yang tertentu. Yuffie akhirnya datang dengan beberapa barang yang sudah ia bawa karena awalnya ia berpikir semua ini hanyalah libur tetapi ia hanya bercanda karena ia tahu musuh utama mereka adalah seorang Vampir mematikan.
Yuffie datang ke semesta Zuutouri dan tiba di desa ini cukup cepat karena alat penemu yang ia ciptakan di rumahnya, ia tidak perlu merasa khawatir untuk mengalami perjalanan yang sangat panjang karena semua itu mudah. Haruki menatap dirinya dengan tatapan biasa saja karena ia tidak terlalu mengharapkan lebih dari seorang Elf yang selalu memakai pakaian terbuka, Yuffie datang dengan baju pelayannya yang terlihat seperti bikini karena sangat terbuka tetapi itu tidak terlalu mengganggu dirinya karena ia menyukai baju terbuka agar ia bisa bergerak ringan.
"YUFFIIIEEE!!! HWAAAAAHHHHHHHHH!!!" Aldebaron memeluk Yuffie erat dan ia mulai menangis lalu menurunkan air mata terjun seperti biasanya sehingga lima peri yang sedang beristirahat di dalam rambut Yuffie mulai mengeluarkan payung untuk melindungi dirinya dari air mata itu, "Ahahaha, oh wow~ Ternyata Baron merindukan diriku ya, hm~ Aku juga merindukan dirimu kok!"
Yuffie dan Aldebaron mulai berpelukan, mereka terlihat seperti seorang putri dan ayah yang baru saja bertemu. Selvia menatap Yuffie sambil memegang dagu-nya karena ia merasa penasaran kenapa semua orang mengenal dirinya bahkan memanggil dirinya dengan sebutan sang penemu padahal ia terlihat seperti Elf biasa saja, Elf yang selalu ditemukan di tempat untuk memuaskan nafsu seorang pria. Selvia langsung menepuk dirinya sendiri karena menilai seseorang untuk tidak pantas.
"Jadi dia pelayan yang pernah Aldebaron latih... aku mendengar banyak tentang dirinya bahwa pertahanan-nya sangat keras, jangan dilihat dari penampilan yang terbuka itu... pertahanan-nya sangat kuat bahkan ia juga memiliki kekuatan yang cukup hebat juga karena pertahanan-nya." Kata Elvano yang berdiri di sebelah Haruki, ia mulai tertarik sekarang karena ia sendiri pernah membantu Shira dan Korrina untuk meraih kembali kedamaian.
"Begitulah, ia bisa disebut multi talenta sih, kecerdasan yang ia miliki itu sangat misterius karena dia selalu bersikap bodoh dan bermain-main ketika bersama orang-orang. Jangan pernah meremehkan dirinya karena ia pernah bergulat dengan berbagai jenis o---" Terdengar suara hantam keras di arah pintu keluar, mereka melihat Aldebaron yang sedang berbaring di atas lantai retak karena ia mengajak Yuffie untuk bergulat sebentar dan ia kalah dengan satu angkutan saja.
"Hahaha, my goodness~ Baron tidak pernah berubah ya, selalu saja kalah oleh gadis sepertiku." Kata Yuffie sambil mengelus lengan kanannya, Aldebaron mulai tertawa dan meminta dirinya untuk beristirahat beberapa hari disini bersama ras berbeda yang ia kumpulkan. Yuffie sudah mendengar semua cerita tentang mereka terutama ancaman yang bernama Carmilla itu sehingga ia mulai mendekati Haruki dan Elvano sambil menunjukkan senyuman yang menggoda.
"Hmmm~ Menarik... kalian tertarik kepada gadis muda dan seksi sepertiku ya?" Yuffie mengedipkan matanya, "Bercanda~ Hahaha, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu."
Haruki dan Elvano menatap Yuffie dengan tatapan suram karena ia benar-benar terlihat seperti seorang Elf bodoh dan normal yang selalu menggoda seseorang, Yuffie mulai menepuk kedua bahu mereka karena ia merasa senang untuk melihat seorang teman dari Shira dan seorang pelayan yang pernah dilatih oleh Aldebaron. Tepukan itu mengejutkan Haruki dan Elvano karena tenaga keras yang Yuffie miliki, ternyata ia benar-benar pantas menjadi seorang pelindung dengan tenaga sebesar itu.
Haruki sendiri tidak menyangka bahwa seorang gadis seperti dirinya itu memiliki peran pelindung tetapi penampilan terbuka dan tubuhnya langsing, hanya terlihat otot perut yang pas untuk seorang gadis di perutnya. Haruki mencoba untuk mengajak dirinya bertarung tetapi Aldebaron pasti menolaknya, Yusa dan Selvia mulai mendekati Yuffie karena mereka juga merasa penasaran dengan sang penemu.
"Oh wow, ratu! Senang bisa menghadiri pertemuan ini..." Kata Yuffie sambil menundukkan kepalanya, "Pertemuan apa yang kau maksud itu..." Kata Selvia, mereka semua mulai berbicara seperti seorang teman, percakapan itu mampu mempererat hubungan mereka bahwa Haruki terasa lebih tenang ketika seorang pelindung handal akhirnya ingin membantu, mereka bahkan membahas tentang The Black Messiah dimana anggotanya bertambah lagi.
Elvano menerima tiga anggota baru sekarang yang ingin masuk ke dalam The Black Messiah, mungkin ia berpikir mereka hanya akan masuk sementara. Yuffie, Selvia, dan Yusa telah menjadi anggota dari organisasi itu sehingga mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Vania yang terlihat kelelahan, ekspresi-nya bisa menunjukkan kondisi yang ia alami karena tubuhnya dipenuhi dengan luka bakar karena mencoba untuk menahan sinar matahari selama berjam-jam.
Elvano terkejut ketika melihat Vania baru saja pulang dari latihannya, pingsan begitu saja di atas lantai, para pelayan segara mengantar dirinya masuk ke dalam kamar dan memberi dirinya beberapa pelayanan agar kondisinya bisa kembali pulih. Aldebaron meneteskan air mata bangga karena Vania sepertinya sudah berada di tengah proses latihan untuk bisa membantu mereka dalam mengalahkan Carmilla, pertarungan melawan Carmilla tidak akan bisa dimenangkan oleh satu orang jadi mereka harus bekerja sama dan menggunakan otak mereka demi merancang kembali informasi yang sudah dikumpulkan.
Para pelayan menyediakan semua makanan siang di atas meja, mereka semua langsung mengalihkan pandangan ke arah meja makan itu, "Ahh! Makanan sudah tiba... sudah saatnya kita beristirahat dan menikmati semua makanan itu selagi hangat!"
"Yaa!!!"
"Oh wow~ Very Delicious~"