The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 34 - Pikirkan Umat ini



Elvano menunjuk tongkatnya ke depan sehingga bola hitam yang berada di puncak tongkat tersebut memancarkan api hitam di sekitarnya, ia meminta seluruh pasukan untuk mundur karena ia sendiri tidak mengetahui serangan apa yang akan ia lepas selanjutnya. Seluruh pasukan mundur dan beberapa Eldritch kecil mencoba untuk mengejar mereka berakhir berubah menjadi debu ketika tongkat itu secara refleks mengenai mereka dengan api hitam.


Carmilla melihat Elvano mencoba untuk menghancurkan kesenangannya, ia mencoba untuk turun tangan tetapi Haruki terus menghalang dirinya sehingga Carmilla masuk ke dalam tanah lalu menghilang begitu saja. Carmilla kembali melompat ke atas daratan untuk melempar jantung hitamnya ke atas sehingga jantung tersebut memancarkan cahaya hitam yang besar.


Haruki muncul tepat di hadapan Carmilla lalu ia mengayunkan kedua pedangnya tetapi Carmilla menahannya menggunakan kedua lengannya sehingga ia menumbuhkan satu tangan di bahunya yang menebas bahu Haruki, ia melompat mundur dan Carmilla di sambut oleh Lavia dari bawah dengan mengikat tubuhnya menggunakan kemampuan darah, "Hahahahaha...! Benar-benar menakjubkan! Ini kesenangan yang aku tunggu... kalian berdua bertarung melawan diriku sendirian yang tidak membutuhkan bantuan apapun."


"Tidak membutuhkan bantuan katamu...? Jelaskan kembali apa yang baru saja kau lakukan tadi dan katakan itu di depan cermin bahwa kau telah memulai gelombang Eldritch yang mengerikan, kau mengubah sejarah bahkan kau sendiri perlahan-lahan mengubah Eldritch menjadi makhluk yang lebih mengerikan dan ganas." Kata Lavia, ia mundur beberapa langkah sambil memegang erat kedua belati-nya karena pergerakan Carmilla begitu cepat.


"Hahahahaha, itu bukan bantuan... justru mereka sendiri yang meminta bantuan kepada ibunya, ingatlah aku sekarang sudah menjadi ibu mereka karena aku yang mengasuh mereka sejak kecil sehingga tumbuh besar dan kuat seperti ini. Bukannya kejam jika seorang ibu tidak mendukung mimpi seorang anak? Mimpi mereka ingin memakan umat Vampir jadi apa salahnya...?" Carmilla mulaiĀ  menatap kuku-nya, Haruki dan Lavia mengepung Carmilla dari arah yang berbeda karena mereka tidak ingin melakukan satu pergerakan yang berbahaya.


Haruki terus menatap Carmilla dari belakang sambil memegang pedangnya karena ia bisa merasakan sesuatu yang berbahaya di dalam Carmilla, kemampuan yang ia miliki masih belum Haruki ketahui secara keseluruhan. Lavia mulai kesal ketika mendengar Carmilla berbicara seperti itu sehingga ia mulai menyerangnya beberapa kali dan Haruki hanya melihat karena ia memiliki kesempatan untuk mengumpulkan informasi.


Lavia mulai menjaga jarak dengan Carmilla, ia sudah mengetahui sedikit kemampuan miliknya karena Haruki yang sudah memperingati sejak awal. Lavia mencoba untuk mengedipkan kedua matanya lalu ia bisa merasakan darah yang menyelimuti dirinya baru saja menahan satu serangan yang membuat dirinya merapatkan giginya, serangan Carmilla terasa menyakitkan bahkan rasa sakit itu berubah menjadi luka bakar seketika.


Haruki melihat serangannya itu dan ia mencoba untuk mengukur jarak kecepatannya, itu sadar bahwa Carmilla sepertinya dapat menggunakan kecepatan dari kedipan mata yang di batas dengan sebuah jarak. Ketika Lavia mencoba untuk melindungi dirinya dan menyerang Carmilla, Haruki bisa melihat Carmilla menyerang dari jarak yang jauh ketika Lavia berada di jarak kurang lebih 10 meter dengan dirinya.


"Jadi dia memiliki batasan dengan kecepatan itu ya... Lavia, kau benar-benar dapat di andalkan ya dalam menahan musuh, sekarang aku bisa mengumpulkan beberapa informasi lainnya dari Carmilla. Sekarang aku akan mencoba untuk menyerang dirinya dari jarak jauh, aku hanya perlu berhati-hati dengan serangan asap yang dapat membuat diriku mengedipkan mata beberapa kali, entah kenapa asap itu terasa seperti cabai yang masuk ke dalam mataku..." Haruki muncul di belakang Carmilla lalu ia mencoba untuk menusuk punggungnya tetapi ia menghilang seketika.


Carmilla masih memiliki satu kemampuan yang dapat membuat dirinya bersatu dengan kegelapan sehingga ia dapat melarikan diri dengan mudah, kemampuan itu juga mampu menghapus keberadaannya untuk sementara dan Carmilla tidak akan bisa menyerang ketika menggunakan kemampuan itu, ia kembali muncul di atas langit dengan tubuh yang diselimuti kegelapan, "Ahahaha! Aku suka bermain teka-teki, ayo~ kalian harus bisa menebak dan mencari jawab dariku."


"Haruki, kamu bodoh, berani-beraninya kamu selingkuh denganku... aku jadi sedih..." Kata Carmilla sambil mengembungkan kedua matanya, Lavia terlihat jijik karena musuh satu ini bersikap seperti anak kecil, tubuh gadis ideal tetapi memiliki jiwa seperti anak kecil itu terdengar aneh. Tetapi ia bukanlah sekedar musuh atau Vampir biasa jika pernah membunuh seorang Dewi.


"Kau itu sudah besar dan bisa mencari pria lain selain diriku tetapi kau terlalu mengabdikan kesenangan aneh itu ya, kau itu seperti anak kecil dan imut tetapi kau benar-benar mematikan... kau tidak pantas untuk melanjutkan hidupmu mulai dari sekarang sebelum kau melakukan sesuatu yang lebih mengerikan lagi dari ini." Haruki memegang erat pedangnya, mencari titik kelemahan Carmilla sepertinya akan bertahan cukup lama tetapi setidaknya ia dapat membantu beberapa Vampir yang ingin bertarung dengannya nanti.


Elvano mengerang keras sehingga tongkatnya mengeluarkan api hitam besar yang menghantam gelombang kegelapan di hadapannya, ia terkejut ketika melihat api tersebut mulai membentuk seekor kalong besar yang menyerap seluruh gelombang itu menggunakan mulutnya, Elvano terkejut ketika melihat itu karena sihir yang baru saja ia gunakan adalah salah satu sihir Legendaris yang pernah digunakan oleh Vampir di zaman kuno.


Kalong itu berhasil menyerap seluruh gelombang tersebut lalu ia melepaskannya semburan api besar yang membakar seluruh Eldritch itu sehingga tubuh Elvano mulai melemah karena sihir itu juga membutuhkan darah yang sangat banyak untuk di aktifkan, setidaknya ia merasa senang dengan perjuangannya ini. Ia pantang menyerah sehingga takdir memberi dirinya kesempatan untuk melanjutkan perjuangannya demi umat Vampir.


""Sang pemimpin berhasil...!!! Dia berhasil!!!"" Seru seluruh Vampir, merasa senang melihat pemimpin yang dapat mereka andalkan berhasil mengubah seluruh Eldritch itu menjadi debu hitam. Sihir kalong api itu menghilang begitu saja sehingga Elvano terjatuh tetapi mereka mulai membantu dirinya untuk berdiri, Elvano merasa senang melihat semuanya berakhir. Para Vampir itu mulai mengangkat Elvano lalu membawanya menuju pasukan pemulihan agar ia bisa beristirahat di sana.


Elvano duduk di atas tanah lalu beberapa Vampir mulai menyembuhkan lukanya dan memberi dirinya beberapa botol yang berisi darah, akhirnya mereka bisa beristirahat tetapi waktu istirahat itu hanya bertahan selama 5 menit karena gelombang Eldritch lainnya datang, kali ini dari setiap wilayah karena jantung hitam itu yang menarik perhatian seluruh Eldritch tersebut. Carmilla tersenyum ketika melihat jantung itu berhasil, ia menarik Haruki dan Lavia ke belakang menggunakan kemampuan darahnya.


"Kesenangan lainnya masih bisa di lanjut loh~ Kali ini... kesenangan yang aku berikan kepada kalian akan menjadi yang terakhir!" Carmilla menjilat bibirnya sehingga Haruki merapatkan giginya ketika melihat musuh satu ini tidak bisa mati ketika menerima beberapa serangan, mungkin menggunakan kelemahan Vampir dapat membuat dirinya terbakar.


Elvano bersama seluruh Vampir terlihat murka bahkan ketakutan ketika gelombang Eldritch lainnya datang, kali ini jumlah mereka sangat banyak sehingga mengepung desa Camel sampai menghancurkan gerbang dan beberapa rumah dengan serangan jarak jauh. Elvano berlutut, ia awalnya menyerah tetapi masih terdapat banyak harapan ketika ia mendengar suara sihir api dan suara panah yang melesat cukup cepat.


Bala bantuan akhirnya datang, mereka membawa Vampir yang berjumlah cukup banyak bahkan beberapa bangsawan yang merantau datang untuk menyelamatkan tempat tinggal mereka, Elvano merasa bersyukur sehingga ia menghela nafas panjang lalu berbaring di atas tanah. Carmilla melihat semua bala bantuan itu datang untuk menghentikan gelombang Eldritch yang ia lakukan, ia hanya bisa tersenyum karena kesenangan ini bertambah semakin menyenangkan, "Wah, wah... banyak orang datang, hehehe, aku tidak sabar~"


Elvano dikejutkan dengan kehadiran dua orang yang terlihat tidak asing, mereka bukan ras Vampir melainkan ras Iblis karena tanduk yang terletak tepat di kening mereka, "T-Tidak mungkin..." Elvano melihat pasukan iblis juga mulai membantu sehingga itu memuat dirinya yakin bahkan tubuhnya mulai dipenuhi dengan semangat bahwa ia masih bisa berjuang untuk melindungi umat Vampir.


"Jangan-jangan kau lupa soal balas budi kami...? Kau sendiri pernah membantu kami melawan ancaman terbesar yang bernama Giblis sekarang kami akan membayarnya sekarang juga." Kata seorang iblis yang sudah mempersiapkan pedangnya.


"K-Kalian... aku tidak menyangka bahwa kalian masih dipenuhi dengan kejutan..."