The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 15 - Gelombang Eldritch



Setiap dua minggu, semua desa Vampir pasti akan mengalami serangan yang bernama [Gelombang Eldritch] dimana seluruh makhluk mengerikan yang bernama Eldritch itu keluar melalui sarang mereka, biasanya mereka akan mengeluarkan pasukan yang lumayan kuat, bisa di bilang atas rata-rata. Biasanya seluruh Vampir harus bisa bertahan dengan gelombang Eldritch karena tujuan Eldritch tercipta hanya untuk membasmi seluruh makhluk hidup.


Eldritch terjebak di dunia Vampir yang bernama [Zuutouri] ini dan mereka tidak akan bisa pergi kemana-mana dengan syarat mereka membasmi seluruh makhluk hidup yang terdapat di dunia itu sendiri, setelah mereka memunahkan Vampir maka mereka pasti akan pindah menuju dunia Elf untuk membunuh semua bangsa Elf. Setiap desa atau Vampir yang berhasil bertahan melawan Eldritch maka tantangan akan bertambah lebih sulit.


Mereka akan kembali setiap dua minggu dengan pasukan yang lebih kuat bahkan mereka dapat membawa Eldritch yang berada di tingkatan paling atas yang memiliki julukan sebagai [Abomination] karena desa Ventazaur sudah bertahun-tahun selamat dari gelombang Eldritch maka Eldritch itu kembali dengan membawa seekor Eldritch Abomination pangkat satu atau peringkat satu, paling rendah tetapi kuat dan tidak akan bisa di lawan sendirian. Lawan sendirian bisa saja dengan syarat kemampuan Vampire harus lebih besar dan kuat.


Vania dan Lavia mendarat di atas, mereka melihat Eldritch itu mengamuk dengan menggerakkan tentakel-nya tetapi semua tentakel itu berhasil di tahan dengan beberapa kemampuan Vampir yang dapat mengubah darah menjadi sesuatu, Vania terkesan melihat seluruh prajurit Vampir itu bekerja sama. Mereka mulai menyerang inti dari tubuh Eldritch yaitu kepala tetapi kepalanya sangat keras bagaikan baja yang berlapis-lapis.


Serangan itu tidak mempan sehingga mereka semua terbunuh dengan satu tusuk duri yang keluar melalui lubang kepala Eldritch itu, lawan mereka cukup tangguh dan mereka sendiri belum bisa di cukup kuat untuk mengalahkan Eldritch Abomination I itu karena desa Ventazaur itu lumayan besar dengan penduduk yang masih kurang dalam segi kekuatan dan pertarungan karena setiap Eldritch menyerang maka yang harus mengurusnya adalah para penjaga.


Eldritch yang kuat itu kembali mengamuk, ia menyerang secara **** buta sehingga Vania memperingati Lavia untuk berlindung di belakangnya karena ia dapat membesarkan kapak-nya dan membuatnya menjadi pertahanan yang cukup baik. Pertahanan itu cukup kokoh sehingga tentakel yang mengenai kapak itu berbalik kembali, Eldritch itu mengerang keras sehingga melemahkan mereka semua.


Lavia menciptakan gua yang pelindung menggunakan darah yang ia lihat, mereka berlindung di dalam gua darah itu lalu Vania mengintip dan melihat semua Vampir itu yang terbunuh dengan cara yang sadis. Vania tidak bisa melakukan apapun bahkan menggunakan serangan kombinasi dari kapak-nya itu masih belum cukup dan terlalu menguras tenaga-nya.


"Vania, hanya serangan Bloodyoku-mu yang dapat menyelamatkan dirimu, jika serangan yang akan aku lakukan itu menguras banyak tenaga bahkan sampai mengorbankan darah-mu maka kau bisa menggunakan darah milikku untuk melakukan serangan kapak itu." Kata Lavia sambil membuka kerah bajunya untuk menunjukkan leher bagian kanannya itu, Vania baru saja ingat bahwa menghisap darah Vampir yang sama akan mendapatkan kemampuan yang mereka miliki selama beberapa detik.


Darah Lavia itu sangat berkualitas sehingga Bloodlust-nya mulai aktif dan mencoba untuk mempengaruhi dirinya, Vania memejamkan kedua matanya karena ia tidak mau menyakiti Lavia karena hisapan-nya yang begitu menyakitkan. Lavia menggelengkan kepalanya karena ia mempercayai kepada sahabatnya sendiri bahwa ia tidak akan melakukannya dengan cara yang kasar, Vania tidak bisa menahannya sampai ia memegang kedua bahu Lavia.


"Pelan-pelan ya... taring-mu itu terlalu tajam... walaupun terlihat imut." Lavia tersenyum dengan pipi yang merah.


"Selamat meminum..." Vania mulai menghisap darah Lavia melalui leher kanan-nya sehingga ia melebarkan matanya karena Vania menyedot dengan cara yang sangat geli, Lavia sampai mendesah beberapa kali dan tidak bisa menahan sedotan-nya itu yang semakin lama bertambah kasar. Tidak lama kemudian Vania berhenti sehingga tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan yang besar, Lavia berlutut karena ia merasa lelah.


"Hah... hah... hah... Ayo, tidak akan tahu jika kamu tidak mencobanya, Vania."


"Kamu baik-baik saja?"


"Tenang saja... aku bisa menghisap darah lain."


Vania mengangguk lalu ia melompat keluar dari dalam gua darah itu dan melihat Eldritch itu terus menyerang secara **** buta karena lubang yang cukup dalam dan luas ini adalah tempat yang cukup menguntungkan bagi para Eldritch itu, Vania terbang keluar dari dalam lubang itu lalu ia memindahkan seluruh kekuatan dan darahnya ke dalam kapak itu untuk melepaskan daya kerusakan yang sangat besar.


Vania memegang erat kapak itu menggunakan kedua tangannya lalu ia melesat maju menuju arah Eldritch itu dengan kecepatan penuh, Eldritch itu tidak menyadarinya sehingga Vania melakukan satu putaran lalu ia menghantam kepala makhluk itu menggunakan kapak-nya, setelah itu kedua iris Vania memancarkan cahaya merah dan ia tersenyum karena Bloodlust yang ia miliki mulai bertambah agresif sampai ia tersenyum sinis.


Serangan yang dilakukan Vania itu cukup memiliki resiko tinggi karena kedua lengannya mulai dipenuhi dengan darah karena ia mengerahkan semua darahnya ke dalam kapak itu untuk meningkatkan daya serang dan kehancuran. 


Vania mengangkat kapak-nya ke atas untuk melakukan serangan terakhir, "MATI!!!" Vania menghantam kepala Eldritch itu sampai kepalanya hancur, semua orang tercengang ketika melihat Vania berhasil tetapi ia baru saja melakukan gerakan yang cukup gegabah karena di balik kepala yang keras itu terdapat gumpalan daging dengan duri yang terlepas dan mengarah menuju arah Vania.


Vania berhasil menghindari semua duri itu tetapi karena kedua lengannya terlalu lemah, ia tertusuk dengan duri tersebut sehingga terjatuh di atas dan tidak bisa bergerak karena lumpuh. Vania juga sempat kecewa melihat seluruh Vampir itu hanya diam dan bukannya membantu dirinya menyerang .


Eldritch itu mengamuk sehingga berhasil membunuh beberapa Vampir di sekitarnya, Lavia mulai mendekat lalu ia melindungi dirinya dengan darah yang berbentuk duri tajam sehingga tentakel yang mencoba untuk menyerang mereka berdua berakhir terluka sehingga Eldritch itu benar-benar kesal dan melepas ribuan duri melalui kepalanya.


Terjadilah hujan duri di dalam lubang tersebut, mereka tidak bisa berlindung karena duri itu memiliki penetrasi tinggi bahwa Lavia yang sudah berlindung di dalam darahnya terkena tusuk di lengan kanannya. Mereka semua tak terselamatkan bahkan Vania tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat.


"Apakah sampai titik ini...?"


Semua duri itu tiba-tiba berubah menjadi darah yang melesat ke atas, semua Vampir yang bertahan hidup itu terkejut dan bersorak keras melihat kedatangan Vampir yang berasal dari des lain, mereka terlihat cukup kuat sehingga Vania duduk di atas tanah bahwa pekerjaan selanjutnya akan mereka urus.


Seorang Vampir yang berpakaian seperti bangsawan mengangkat tongkat yang memiliki lambang kelelawar, semua darah itu terkumpul di luar lubang itu dan menciptakan sebuah gumpalan tajam yang cukup besar. Vampir itu menunjuk Eldritch itu sehingga gumpalan darah itu melesat maju dan mengenai kepala Eldritch tersebut.


"H-Hebat!" Lavia terkejut melihatnya.


Semua Vampir datang dan melepaskan serangan jarak jauh menggunakan tongkat sihir mereka terutama Vampir yang baru saja mengubah darah itu menjadi gumpalan mulai mengeluarkan kelelawar besar melalui tongkatnya da kelelawar itu diselimuti dengan api merah.


Kelelawar api itu maju dan meledak tepat di atas kepala gumpalan daging Eldritch sehingga makhluk tersebut menjerit kesakitan.


"Sepertinya mereka Vampir yang cukup kuat jika memiliki sihir seperti itu..."


"Benar, Vania. Mereka adalah bangsawan yang terkenal bagi kalangan bangsa Vampir..."


"...Bangsawan Camellia."