SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 9 : mendekapnya



Merasa pekerjaan nya sudah selesai Nadia segera bergegas.


"Saya sudah selesai membersihkan semuanya pak, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Nadia pada alan yang masih duduk di sofa dengan menyilangkan kaki.


"Tunggu.!" Alan menarik tas Nadia hingga membuat nadia hilang keseimbangan dan terjatuh menimpa tubuh alan. Dengan sigap alan menangkap nya. Di dekapnya tubuh Nadia dan jarak mereka sangatlah dekat. Alan sedikit membungkukan badan nya karena berusaha meraih tubuh Nadia.


Mereka bertatapan seketika. "Dia memang manis dan cantik. Matanya sangat indah" gumam alan dalam bawah sadarnya.


Jantung Nadia berdegup kencang. Ya ampun bagaimana bisa dia jatuh kedalam pelukan alan. Dan saat ini mereka bertatapan bahkan jarak nya begitu dekat. Wajah alan terlihat lebih jelas walapun sombong tapi alan memang sangat tampan.


"Akh.. maafkan saya pak" Nadia tersadar membuat alan langsung melepaskan nya.


Mereka jadi salah tinggkah, alan merapihkan jas nya. "Ka-kau jangan dulu pulang.!" Ucap alan.


"Memang nya ada apa lagi pak. Pekerjaan saya kan sudah selesai.!"


"Apa kamu lupa kalau kamu harus menuruti semua perintah saya.!" Tegas nya


"Tapi saya sudah ada janji pak.!" Sahut Nadia lirih.


"Masa bodo itu bukan urusanku.! Cepat bawakan tas kerjaku. Aku akan pulang sekarang.!" Perintah alan lalu dia berjalan. Mau tidak mau Nadia mengikuti perintah alan. Dia mengambil tas kerja alan lalu berjalan mengikuti laki-laki menyebalkan itu.


Sambil berjalan. Nadia terus menatap jam tangan nya. Ini sudah hampir setengah jam apakah kak fran masih menunggu nya. Dia merasa tidak enak.


Dari jauh fran melihat nadia berjalan. Diapun segera menyusul nya. Namun saat jaraknya sudah agak dekat dia menghentikan langkah nya ternyata ada alan di depan nadia. Tapi kenapa nadia mengikutinya. Fran pun berjalan lagi mengikuti mereka.


Setelah sampai di depan pintu hotel. Alan menunggu mobilnya tak lama seorang staf membawa mobil nya lalu menyerahkan kunci mobil itu pada alan.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya nya pada nadia.


"Lalu saya harus kemana pak?" Dia balik bertanya.


"Bawa tas saya masuk, masa kamu tidak megerti.!" Ucap nya kesal.


Dengan cepat nadia menuju mobil alan dan menaruh tas nya di kursi depan lalu nadia menutup kembali pintu mobil itu dan alan masuk ke dalam.


Fran dari jauh hanya menyaksikan kejadian itu. Dia merasa kasihan pada Nadia. Demi tidak kehilangan pekerjaan nya dia rela melakukan apa saja yang alan perintahkan.


Setelah alan pergi dari hotel. Nadia segera berjalan masuk lagi.


"Nadia.!" Panggil fran membuat nya menghentikan langkah nya.


"Kak fran kok disini?" Tanya nya heran


"Iya. Aku tadi mengikutimu."


"Tidak apa-apa, sekarang sudah selesai?" Tanya nya


Nadia hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kita bicara di kafe sebrang hotel saja bagaimana? Apa kamu masih ada waktu?" Tanya fran


"Masih kak. Tapi paling sekita 30 menit ya. Karena aku takut ketinggalan bus terakhir"


"Aku akan mengantarmu pulang tenang saja"


"Tapi kan-"


"Tidak boleh menolak karena aku yang mengajakmu. Ayok kita ke kafe sekarang"


Akhirnya mereka berjalan meninggalan hotel, kafe itu terletak tepat di seberang hotel. Setelah 30 menit mereka keluar dari kafe. Dan fran meminta nadia menunggu di depan kafe karena alan akan mengambil mobil nya.


Dan mengantar nadia pulang


Sekitar 25 menit Mobil fran sudah hampir sampai di daerah rumah nadia.


"Berhenti di depan saja kak. Itu rumahku yang ada angkot nya" ucap nadia.


"Baiklah" sahut fran.


Begitu sampai nadia langsung turun dari mobil dan fran juga sama.


"Terimakasih kak sudah repot mengantarkan aku pulang"


"Tidak apa-apa" jawab nya.


"Mau mampir dulu kak?" Nadia menawarkan dengan canggung.


"Eum.. lain kali saja. Ini sudah malam aku tidak enak,lagi pula kamu pasti lelah" tolak nya dengan lembut.


"Baiklah" sahut nadia.


"Cepat masuk. Jangan lupa besok sore aku jemput" ucap nya sebelum masuk ke dalam mobil. Nadia hanya mengangguk.


Fran sangat baik ramah dan bertutur kata lembut. Tidak seperti alan yang selalu berbicara dengan nada tinggi pada nadia.


"Andai saja General Managerku seperti kak fran" keluh Nadia lalu dia masuk kedalam rumah.


Tuhan memang selalu adil saat ada orang yang membuat kita selalu sedih Tuhan akan mendatangkan seseorang sebagi penghibur lara kita. Yang membuat hati kita senang bila bersamanya. Dibalik pekerjaan nya yang berat nadia tetap bersyukur karena tanpa sengaja Tuhan mempertemukan dia dan fran.