SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 41 : Rasa yang aneh



Alan bergegas masuk kedalam gedung apartemen nya. Sambil menarik koper dia berjalan dengan perasaan sangat antusias.


Tiit...tiiit..tiiit.. klik.


Akhirnya pintu apartemen itu terbuka. Dengan cepat alan masuk kedalam kamar.


"Celine.?" Panggilnya.


Tak lama wanita yang ia panggil keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.


"Sayang..kamu sudah sampai? OMG aku sangat rindu padamu" ucap nya sambil memeluk alan.


"Akupun sangat merindukanmu" balas alan.


Namun ada hal aneh yang alan rasakan. Dia sedikit mengendus aroma tubuh celine.


"Apa kamu mengganti parfum? Kenapa wanginya seperti ini? Aku baru mencium wangi parfum ini.!" Ucap alan.


Dengan cepat celine melepaskan pelukannya.


"Benarkah? Ak-aku rasa tidak memakai parfum apapun.!"


"Tapi ini seperti parfum pria.!" Selidik alan.


Celine membulatkan bola matanya, dia tidak bisa menyembunyikan rasa gugup nya.


"Mungkin kamu salah mencium, bisa saja itu dari badanmu karena saat di pesawatkan banyak orang, lebih baik kamu bersihkan saja badan kamu" Celine coba mengalihkan alan. Dia menuntun alan untuk masuk ke kamar nya.


"Baiklah..aku akan mandi dulu" Alan lantas masuk ke dalam. Namun pikiran nya berkecamuk. Bagaimana mungkin dia tertempel wangi parfum orang lain saat di pesawat. Karena dia menggunakan jet pribadi nya untuk datang kesini.


*************


Di sebuah taman kota yang sejuk.


Nadia dan fran duduk di bangku di bawah pohon yang rindang.


"Ini, kamu pasti haus.!" Fran menyodorkan sebotol minuman kepada nadia.


"Terimakasih kak.." nadia memandangi botol minuman itu. Sambil tersenyum kecil.


"Ada apa? Apa kamu tidak suka dengan minuman nya?" Tanya fran setelah meneguk botol minuman nya.


"Ahk, tidak kak.! Bukannya aku tidak suka, hanya saja aku teringat saat pertama kali kita bertemu di hotel. Saat aku sedang menangis tiba-tiba kak fran datang dan memberikan minuman ini" ucap nadia.


"Aku tidak menyangka bisa kenal dengan orang sebaik kak fran. Bahkan sampai detik ini kita masih berteman, kak fran juga sering datang berkunjung menemui bapak dan naufal. Terimakasih ya kak.!" Ucap nadia sendu.


Fran menatap dalam wajah nadia. Lalu dia membalas senyum nadia.


"Bagaimana kabar alan?" Tanya nya berbasa-basi. "Apakah kalian baik-baik saja?"


Nadia menghela nafas berat.


"Dia baik-baik saja. Bahkan sekarang dia sedang keluar negeri."


Fran terkejut mendengar jawaban nadia.


"Keluar negeri.! Untuk apa?"


Nadia menggelelngkan kepalanya.


"Aku tidak tahu, dia hanya bilang kalau dia mengambil cuti. Mungkin saja dia ingin berlibur"


"Dan menemui pacarnya.!" Sambung alan. Membuat nadia langsung menatap nya.


"Pacar.!" Sahut nadia.


Alan mengangguk. "Iya, bukankah dia punya pacar di luar negeri, apakah kamu tidak tahu.?"


Nadia teringat sesuatu, dulu saat awal bekerja di hotel dan terkena masalah dan membuat dia harus berurusan dengan alan.


Dia selalu mengatakan kalau alan mempunyai pacar. Bahkan dia sering membandingkan nadia dengan pacarnya itu.


"Aku sempat mendengarnya beberapa kali, namun akhir-akhir ini dia jarang membicarakan nya."


"Mereka sudah lama berpacaran. Alan sayang mencintai dan menyayangi pacarnya walaupun ayah dan ibu dan eyang nya tidak merestui hubungan mereka."


"Benarkah.!" Nadia bertanya lagi


"Aku yakin mereka sering bertemu di luar negeri. Alan tak keberatan jika harus menemui pacarnya seperti yang dia lakukan sekarang.!"


Nadia terdiam mendengar ucapan dari fran.


Benarkah sekarang alan keluar negeri untuk menemui pacarnya.


Itu memang bukan urusan nadia, karena mereka dilarang mencampuri urusan pribadi masing-masin. Namun kenapa nadia merasakan satu hal aneh di hatinya. Ada apa ini?