SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 34 : Tidak saling mencintai



Saat mereka bertiga kembali. Fran dan naufal sedang duduk di dalam ruangan pak husein.


Karena bu rossa meminta ruangan VIP jadi di dalam ruangan inap pak husein cukup luas dan ada sofa besar pula.


"Kak fran.!" Ucap nadia.


"Kapan kamu tiba?" Tanya bu rossa


"Aku baru tiba tante, setelah selesai kerja aku langsung kesini."


"Ya ampun padahal kamu sudah tiap hari datang.!"


"Nadia, bagaimana keadaan kamu? Kamu baik-baik saja kan?"


"Eumm..iya kak aku baik-baik saja.!"


Bu rossa heran dengan pertanyaan fran.


"Apa maksud pertanyaan kamu fran, memang nya nadia kenapa?"


"Maaf tante fran hanya khawatir saja, saat nadia masih di paris-" ucapan nya terpotong oleh nadia.


"Kak fran hanya khawatir kalau aku akan hilang disana, padahal aku kan tidak kemana-mana dan kalaupun keluar aku pasti bersama kak alan. Iya kan.!" Dia meyakinkan alan.


Namun alan hanya diam saja. Dia sepertinya tahu apa maksud dari pertanyaan fran. Dan nadia coba menyembunyikan dari ibunya.


"Ohh begitu, kamu ini tidak perlu khawatir nadia kan sudah menikah dengan alan, dan disana juga mereka selalu berdua kalaupun mereka pergi keluar pasti alan akan menjaga nadia. Tapi asal kamu tahu fran, ternyata disana mereka tidak kemana-mana hanya di hotel saja.." sambil tersenyum bu rossa menatap alan dan nadia.


Namun alan dan nadia menjadi canggung.


"Kalian lanjutkan saja, aku akan keluar sebentar.!"


Dia lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Alan berjalan mendekati sebuah ruangan tunggu. Dia berdiri di dikat jendela.


"Apa kamu yakin dia baik- baik saja.?" Tanya fran tiba-tiba yang menghampiri alan.


Namun sekali lagi alan tidak menjawab dia memilih diam.


"Apa kamu tidak menceritakan nya pada ibumu tentang kejadian di paris?"


Alan berbalik dan menatap fran dengan tatapan kesal.


"Apa urusannya denganmu.! Tidakkah kamu lihat kalau dia baik-baik saja.!" Tegas alan.


"Ciih...! Tidak tahu diri sekali kamu berbicara seperti itu.. memang nya kamu siapa? Dia itu istriku kami sudah menikah ingat itu.!" Tegas alan sambil mendekatkan wajah nya pada fran.


"Dia memang istrimu dan kalian memang sudah menikah. Tapi kalian tidak saling mencintai. Dia hanyalah istri yang tidak di anggap, bahkan dia tidak tahu kalau suaminya bertemu dengan wanita lain di luar sana.!"


Fran membalasnya. Setelah itu dia langsung meninggalkan alan. Alan yang masih emosi hanya terdiam dan mengepalkan tangan nya.


"Aaaaaarghh.. sial..!" Umpatnya dengan emosi.


Setelah beberapa hari pak husein di rawat akhirnya dia di bolehkan pulang. Nadia yang sudah berstatus sebagai istri alan harus bolak-balik mengurus rumah dan juga orang tuanya. Karena walapun sudah menikah nadia bertugas mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak. Alan sengaja tidak menyewa pelayan. Karena itupun termasuk point dalam perjanjian pernikahan mereka.


Nadia tidak sama sekali keberatan ataupun mengeluh. Selain dia sering bersih-bersih karena saat di hotelpun itu adalah pekerjaan nya. Dia juga menganggap kalau itu sudahlah tugasnya sebagai istri. Walapun dia sangat sadar kalau pernikahan mereka hanyanya sebuah kontrak saja.


*******


Alan melihat jam di arlojinya yang mewah.


"Sepertinya dia belum pulang dan masih di rumah orang tuanya." ucap nya saat keluar dari ruangan kerjanya.


Hari ini alan berencana menjemput nadia agar mereka bisa pulang bersama. Karena biasanya alan selalu pulang larut malam dan nadia sudah tertidur.


Sambil berjalan menuju mobilnya alan menghubungi nadia.


"Halo, pak alan." ucap nadia dari seberang sana.


"Dimana kamu? hari ini aku pulang lebih awal aku akan kesana menjemputmu agar kita bisa pulang bersama."


"Tidak usah pak" tolak nadia mentah-mentah.


"Kenapa tidak usah, apa kamu sudah pulang?"


"iy-iya, saya sudah pulang dan ini masih dalam perjalanan."


"Sudah sampai mana?kalau begitu nanti aku jemput"


"tapi pak, saya di antar oleh kak fran. tadi setelah selesai kerja dia mampir dan menawariku untuk di antar pulang.!"


Degggg... alan langsung menghentikan langkah nya. Mendengar nama fran di sebut membuatnya mood nya berubah drastis.


"Baiklah" ucap nya lalu dengan segera dia menutup panggilan telepon, tanpa menunggu ucapan dari nadia.


Niat hati alan untuk mengajak nadia pulang bersama justru gagal.