
Alan dan nadia sudah berada di hotel tempat mereka menginap. Karena setelah nadia mendapat perawatan dia langsung meminta kembali ke hotel, dia akan mengemasi barang nya. Walaupun mereka baru akan pulang esok harinya.
"Pak alan mau kemana?" Tanya nadia
"Aku akan keluar untuk menemui seseorang.!" Jawab nya sambil mengambil mantel.
"Semua barangku sudah aku kemasi, dan malam ini aku tidak akan pulang ke hotel kamu istirahat saja, jangan kemana-mana kalau butuh apapun panggil saja pelayan hotel, atau aku akan menyuruh orang untuk datang kesini.!"
"Tidak perlu.! Jika butuh apa-apa aku akan memanggil pelayan hotel saja.!"
"Baiklah.!" Jawab alan singkat lalu dia keluar dari kamar hotel itu. Nadia hanya memandangi pintu hotel.
"Mau kemana dia? Menemui seseorang, dan dia tidak akan pulang ke hotel.! Apakah dia akan menemui wanita?" Tanya nadia dalam hatinya.
**************
Kliiiik.... Suara pintu kamar hotel celine terbuka.
"Haiii.. sayang.. Bagaimana sudah selesai?" Tanya celine sambil menggaet tangan alan dan membawanya masuk ke dalam.
"Sudah." Jawab alan singkat dengan wajah datar.
"Dasar gadis ceroboh. Membuat masalah saja, bisanya mengganggu kita.!" Gerutunya sambil menempel pada alan.
"Kamu mau kemana? Kenapa berpakaian seperti ini?" Tanya alan
"Tentu saja kita akan keluar.!!" Jawab celine cepat.
Alan terdiam sejenak dia memandang nanar celine dengan gelisah.
"Aku tidak ingin kemana-mana. Malam ini aku hanya ingin berdua denganmu. Bagaimana kalau kita istirahat saja di hotel.!" Rayu alan.
Celine terdiam.
"Istirahat di hotel, apakah kali ini alan akan menghabiskan malam nya denganku.!" Batin nya. Lalu menyeringai.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengganti bajuku lagi" celine lalu berjalan ke arah wardobe, dengan senyuman licik.
Beberapa menit kemudian celine kembali dan menghampiri alan yang sedang duduk di sofa.
"Apa kamu inging minum?" Tanya celine sambil merangkul alan dari belakang.
"Tidak..! Aku tidak bisa minum malam ini.!"
Jawab alan lalu dia menoleh kepada celine. Dan betapa terkejutnya alan saat melihat lingerie yang di pakai celine. Begitu seksi dan tipis.
"Aku yakin dia akan tergoda.. laki-laki mana yang bisa menahan hasratnya melihat wanita seksi.!" Batin celine sambil duduk di sebelah alan.
"Ehem.." alan berdehem dan susah payah menelan saliva nya. Dia coba menyadarkan pikiran nya agar tidak tergoda oleh celine.
"Memang nya kenapa? Lagi pula aku memakainya di hadapan pacarku.!" Bantah celine.
"Kalau kamu tidak mau minum (minuman ber***kohol) lebih baik kita tidur saja.!" Celine berjalan ke tempat tidur dan dia berbaring dengan pose yang sangat menggoda.
Alan melirik nya. Namun dia mengacuhkan celine. Akhirnya dia menyusul celine, lagi-lagi celine merayu nya dengan memeluk alan mesra dia menempelkan tubuh nya pada alan. Bu*ah da**da nya yang menonjol begitu menempel pada dada bidang alan. Bagaimana tidak karena sekarang mereka sedang berpelukan.
"Ayolah alan.. aku yakin kamu tidak akan tahan.!" Celine bergumam.
Namun sayang sekali. Alan malah coba memejamkan matanya.
*********
Sudah larut malam tapi nadia belum terpejam.
"Apakah benar dia tidak kembali ke hotel? Lalu kemana dia? Bukankah besok pagi kita harus ke airport.!" Ucap nadia khawatir.
Akhirnya diapun tertidur..
Pagi hari nadia sudah bersiap dan semua barang-barang nya sudah dia bawa, dia menunggu seseorang menjemputnya.
"Pagi nona. Saya di minta pak alan untuk menjemputmu.!" Seorang datang menghampirinya di lobi hotel.
"Lalu dia dimana?" Nadia bertanya menggunakan bahasa inggris.
"Saya tidak tahu, kita akan berangkat ke airport sekarang.!"
"Baiklah.!"
Lalu orang itu membawa tas dan barang nadia begitu juga tas alan..
Sepanjang perjalanan pikiran nadia sungguh tidak tenang. Di sisi lain dia memikirkan orang tuanya. Namun di sisi lain dia memikirkan alan, kemana dia pergi kenapa belum kembali juga. Apaka dia tidak akan ikut pulang.!
Akhirnya dia memberanikan diri menghubungi alan. Namun tidak ada jawaban. Kini nadia sudah di airport. Dan orang yang tadi mengantarnya masih menemani nadia.
Tiba-tiba orang tersebut mendapat panggilan telepon.
"Baiklah.!!" Hanya kalimat itu yang nadia dengar. Walapun dalam bahasa prancis namun nadia paham kalau orang tersebut mengatakan kalimat persetujuan.
"Maaf nona. Jika dalam 15 menit pak alan belum datang. Dia meminta anda untuk pergi sendiri. Dia akan menyusul.!"
Orang tersebut berbicara menggunakan bahasa inggris. Untung saja nadia mengerti dan bisa.
"Kenapa? Apa dia sedang sibuk? Lalu teleponku tidak di jawab tapi dia mengabarimu.!" Ucap nadia.
"Saya tidak tahu nona. Pak alan hanya berpesan seperti itu.!" Jawab nya.