SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 20 : H-1



Dari awal bu rossa menjemput nadia hingga H-1 pernikahan nya. Dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Selalu saja ada pelayan yang datang ke kamar hotel nya untuk melakukan perawatan pada tubuh nya. Yups.. seperti home service lah.


"Ya ampun. Apakah jika akan menikah harus selalu melakukan perawatan yang melelahkan seperti ini.!" Gumam nya sambil terlentang di tempat tidur dia hanya mengenakan bathrobe putih yang ada di kamar hotel nya.


Tiiit...titt..tiiit. ceklek.


Nadia terkejut mendengar pintu kamar nya seperti terbuka. Dia langsung bangun dan duduk di tempat tidur sambil menebak apakah benar ada orang yang masuk ke kamar hotel nya.


"Pak alan.!" Teriak nya begitu melihat sosok laki-laki yang dia kenal masuk ke dalam kamar hotel nya.


"Kenapa kamu seperti melihat hantu?" Ucap nya sambil berjalan mendekat.


"Tunggu dulu pak.!" Cegah nya membuat alan terhenti. "Bagaimana bapak bisa masuk kesini. Bukankah bapak tidak punya accses card kamar ini"


"Apa kamu lupa? Ini adalah hotel keluargaku.!" Sambung nya.


Nadia terdiam seketika. Benar juga yang dia katakan ini memang hotel milik keluarganya tentu saja hal yang mudah bagi alan untuk masuk ke kamar hotel yang dia mau. Namun di tengah lamunan nya nadia tersadar. Dia melihat ke arah tubuh nya yang hanya mengenakan bathrobe, dia memang baru selesai mandi. Bahkan rambutnyapun masih ia butal menggunakan handuk.


"Kenapa kamu?" Tanya alan saat melihat nadia memeluk tubuh bagian depan nya.


"Sa-saya baru selesai mandi.!" Ucap nya sambil membelakangi alan.


Mendengar ucapan nadia membuat alan terkekeh.


"Hahahahahaha.." dia tertawa terbahak.


"Lalu kenapa kalau kamu baru selesai mandi. Apakah aku akan tergoda oleh tubuhmu itu.! Ciiihh.." celah nya.


Namun seketika dia memandang nadia. Dari ujung handuk yang menggunduk di atas kepalanya hingga ke tumit kakinya. Lalu alan tersadar dan dia mengerjapkan matanya


"Aku hanya ingin memberikan itu,jadi jangan berpikir yang aneh-aneh dasar gadis bodoh." Ucap nya lalu dia berjalan keluar.


Setelah meyakinkan alan pergi dari kamar nya nadia berbalik badan dan mendekat untuk melihat isi papper bag itu. Ternyata alan membawakan baju untuk nya.


Klik... Alan keluar dari kamar nadia. Dia menghentikan langkahnya dan menatap pintu hotel itu. Sambil berdiri tegak dan memasukan kedua tangan nya di saku celana.


"Sial.. dia pikir aku laki-laki seperti apa.! Aku tidak akan tergoda oleh tubuh seorang gadis yang masih ingusan sepertimu walaupun besok semua itu adalah miliku aku tidak akan pernah menyentuhmu.!" Kecam nya lalu dia berjalan pergi.


**********


Sampailah di apartemen nya. Alan langsung merebahkan tubuh nya di sofa. Lalu dia mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi celine.


Deringan pertama belum ada jawaban. Deringan kedua juga masih belum ada jawaban hingga deringan ketiga.


"Huh.." alan menghela nafas berat sambil menatap layar handphone nya.


"Kemana dia? Apakah dia masih marah padahal aku sudah menjelaskan padanya kemarin. Dan mengatakan kalau aku akan mengunjunginya" gumam nya.


Alan terdiam sesaat. Dia lalu beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam kamar. Melepas semua pakaian nya dan masuk ke kamar mandi. Dia merendam tubuh nya di bathub yang di isi dengan air hangat.


Tubuhnya yang kekar dada nya yang bidang dan perut kotak-kotak nya nampak terlihat jelas saat tidak ada sehelai benangpun yang menutupinya.


Pikirakan nya masih di penuhi oleh celine. Hari ini dia sama sekali tidak bisa menghubunginya. Semenjak kejadian pertunangan nya dengan nadia dan celine mengetahuinya. Alan selalu meminta maaf pada celine. Dia hampir seperti seorang laki-laki yang selalu mengemis pada celine.


Hubungan mereka sudah berjalan selama tiga tahun. Alan sudah berencana untuk melamar celine saat hubungan mereka masuki tahun ke dua. Namun saat dia memberitahu pada keluarganya. Orang pertama yang menentang hubungan mereka adalah eyang nya. Lalu ayah nya. Sedangkan ibunya. Dia selalu bersikap netral. Dia tidak tahu sosok celine seperti apa. Dia hanya tahu dari suami tercintanya kalau anak nya berpacaran dengan seorang gadis di luar negeri dan eyang nya tidak menyetujuinya.


Setelah itu ibunya. Tidak pernah menanyakan atau membahasnya lagi. Dia tahu betul jika kedua laki-laki yang tinggal bersamanya yaitu suami dan mertuanya, sudah menolak sesuatu tentu saja mereka pasti punya alsan yang sangat kuat.