SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 35 : Ikutlah denganku



Alan telah sampai terlebih dahulu di apartemen.


"Kemana dia kenapa belum sampai?" Tanya nya melihat sekeliling apartemen.


Tanpa banyak bicara lagi alan melangkah ke kamar nya dan membersihkan badan nya.


********


Mobil fran telah sampai di depan gedung apartemen mewah tempat alan tinggal.


"Barang belanjaanmu banyak sekali, yakin kamu tidak akan kesusahan?" Tanya fran sambil membantu nadia menurunkan belanjaannya.


Dia memang meminta fran untuk mengantar nya membeli keperluan dapur dan bahan makanan karena sekalian arah pulang. Karena sibuk mengurus orang tuanya nadia tidak sempat berbelanja.


"Tidak kak, aku bisa membawanya sendiri." Ucap nya sambil mulai menenteng beberapa kresek belanjaan.


Namun melihat nadia yang kesulitan tanpa menunggu persetujuan dari nadia. Fran langsung membantunya.


"Eh, kak tidak usah..!"


"Sudahlah. Aku hanya mengantarmu sampai atas saja." Fran berjalan terlebih dahulu.


Alan telah rapih dengan baju nya. Dia sudah selesai mandi. Sambil meneguk minuman kaleng dia bersantai di sofa.


"Kemana dia kenapa belum sampai juga.! Sebentar lagi waktunya makan malam.!" Ucap nya.


Tak lama bell berbunyi dengan cepat alan beranjak.


"Itu dia. Awas saja aku akan memberi pelajaran padamu karena pulang telat.!"


Klikkk.... Pintu apartemen nya terbuka. Begitu terkejutnya nya alan karena dia melihat sosok fran di balik pintu. Dan nadia berdiri di samping nya.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya nya ketus.


"Aku hanya membantunya membawakan belanjaan" jawab fran santai sambil mengangkat beberapa kantong kresek.


"Apa kamu tidak bisa membawanya sendiri.!" Ucap nya pada nadia. "Sudah jam berapa ini? Bukankah kamu harus memasak untuk makan malam.!" Alan malah mengomel.


"Maaf, aku telat karena tadi sekalian membeli bahan makanan.!"


"Alasan saja, cepatlah masuk.!"


Nadia melangkah masuk. Dan fran hendak mengikutinya.


"Mau kemana kamu? Kenapa ikut masuk.! Aku hanya menyuruh nadia masuk"


"Aku akan menaruh belanjaan ini."


"Tidak perlu letakan saja di sini, kamu silahkan pulang"


"Sudah kak. Simpan disitu saja biar aku nanti yang membereskan nya, terimakasih sudah mengantarkan aku pulang dan membantu membawa barang belanjaan"


"Sama-sama nadia. Kalau begitu aku pulang"


Ucap fran. Dia lalu keluar dari pintu apartemen.


Brukkkk... Alan menutupnya dengan kencang.


"Cepat bawa barang belanjaan nya dan memasak untukku. Aku sudah lapar !" Perintah nya yang kembali lagi duduk di sofa.


"Hissh.. Bisanya memerintah saja.!" Umpat nadia sambil membawa barang belanjaan nya. Lalu dia membereskan nya dan mulai memasak.


Hampir tiga puluh menit semua hidangan sudah tersedia di meja makan. Dengan masih menggunakan afron yang menempel di tubuh nya, nadia menghampiri alan.


"Makanan nya sudah siap."


Tanpa menyahut, alan langsung berdiri dan berjalan ke arah meja makan.


Nadia hendak menyiapkan piring untuk alan.


Namun alan mengambil nya sendiri selang beberapa detik.


Nadia menelan ludah dengan susah, betapa lupanya dia. Kalau tugasnya nya hanya menyiapkan makanan dan membereskan nya setelah selesai makan.


"Kenapa kamu?" Tanya alan yang heran. Nadia sudah memegang piring namun masih berdiri.


"Eum, tidak apa-apa. Aku hanya menunggu pak alan untuk mencicipi masakanku.!"


"Aneh-aneh saja. Mau di cicipi atau tidak rasanya sama. Setiap hari tidak ada yang spesial. Cepatlah duduk kalau kamu mau makan.!"


Lagi-lagi perkataan nya sangat dingin. Nadia sudah terbiasa dengan ucapan alan. Dia hanya mengerucutkan bibirnya.


"Bagaimana keadaan orang tuamu?" Tanya alan.


Mendapat pertanyaan seperti itu. Membuat nadia terdiam memandangi alan. Tumben sekali dia menanyakan keadaan pak husein. Biasanya alan tidak pernah mau tahu.


"Keadaan bapak semakin membaik, besok aku sepertinya sudah tidak kesana,mungkin besok lusa.!"


Tak ada ucapan yang keluar dari mulut alan dia masih mengunyah makanan. Nadia semakin terheran. Dia menaruh sendok yang dia pegang. Melipat kedua tangan nya di atas meja lalu memandangi alan.


"Besok lusa tidak usah kesana..Kamu bisa menjenguk orang tuamu esok harinya. Lusa ikutlah denganku" Dia berkata tanpa memandang nadia.


Nadia semakin terheran.


"Hah.! Ikut denganku.! Apa maksud perkataan nya dia mau mengajakku kemana?" Tanya nya dalam hati. Saat dia masih memandangi alan tiba-tiba alan melihat ke arahnya. Dan mata mereka bertatapan.


"Kenapa kamu?"


Nadia hanya menggelengkan kepalanya.


"Memangnya besok lusa kita mau kemana?" Tanya nya penasaran.


"Kita akan pergi" jawab nya singkat.


Wah pergi.! Apakah dia akan mengajak nadia ke suatu tempat. Tiba-tiba nadia tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum tak jelas seperti itu? apa yang kamu pikirkan?"


"Tidak. Aku hanya senang akhirnya pak alan mengajakku pergi di akhir pekan. Apakah kita akan ke suatu tempat." Tanya nya dengan antusias


"Ciiih..apa kamu lupa lusa adalah acara serah terima jabatanku di hotel. Tentu saja kita akan pergi ke acara itu. Memangnya kamu mau aku ajak kemana lagi?" Ucap alan dengan sedikit menyeringai. Wajah nadia langsung berubah datar.


"Aku kira dia akan mengajakku berlibur.!" Gumam nya dalam hati.