SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 7 : Menangis butuh tenaga



Hari ini tepat satu minggu Nadia bekerja di hotel Dirgantara sebagai seorang Housekeeping atau dia menyebutnya sebagai cleaning service. Walaupun di awal dia mendapat masalah namun dia bersyukur karena dia masih di beri kesempatan untuk tetap bekerja di hotel tersebut dan menuruti perintah calon General Manager baru itu untuk membersihkan ruangan nya sebelum dia memulai dan saat dia telah selesai melalukan pekerjaan nya.


Nadia bisa menerima itu dia menganggap nya itu adalah pekerjaan tambahan baginya. Yang penting dia masih tetap bisa mecari nafkah di sana karena dia ingin sekali membawa bapak nya berobat ke RS saat nanti dia mendapatkan gaji pertama nya.


******


Flash back on.


Beberapa hari yang lalu, fran sedang beristirahat di sebuah gazebo yang di khususkan untuk para pewagai hotel. Dia membawa dua botol minuman kesukaan nya. Dan menyandarkan tubuh nya di tembok namun tak lama ada seorang perempuan datang dan duduk di sebuah kursi. Sambil uring-uringan dan terus merancau. Frans hanya menatap perempuan itu.


"Siapa gadis muda itu? Sepertinya dia petugas kebersihan" batin nya sambil terus memperhatikan nya. Sedikit banyak dia mendengar keluhan perempuan muda itu.


"Apakah dia terlibat masalah dengan alan?" dia menaikan alis matanya, sudah tak heran jika seseorang bermasalah dengan alan. Dia sangat tahu sifat alan dari mereka masih kecil. Namun tak lama dia mendengar suara tangisan.


Fran semakin heran dan iba melihat nya. Lalu dia menghampiri perempuan itu dan menawarkan minuman. Fran melihat wajah perempuan itu dengan jelas. Dia sangat terlihat polos dan manis. Fran menawarkan botol minum yang masih utuh.


"Bersihkan juga ingusmu" ucap nya. Dalam hati alan terkekeh menatap perempuan itu.


Setelah perempuan itu sudah berhenti menangis dan mulai tenang. Alan mendengarkan keluhan nya walaupun hanya beberapa penggal saja. Namun dia harus segera kembali ke dalam.


Sambil berjalan ke dalam dia bergumam sendiri. "Aku pastikan kita akan bertemu lagi. Karena aku tidak akan melupakan momen lucu melihat gadis muda menangis hanya karena gretakan dari alan, sampai bertemu lagi Nadia" dia lalu masuk ke dalam tanpa menoleh lagi ke belakang.


********


Tok...tok...


"Ya masuk" suara seruan dari dalam.


Fran melangkahkan kaki nya ke sebuah ruangan. Di sana ada tuan prabu dirgantara yaitu General Manager di hotel tersebut yang tak lain adalah ayah nya alan.


"Fran.. ayo silahkan duduk" ucap nya ramah. Beberapa waktu lalu dia dihubungi oleh staf nya kalau fran ingin menemuinya tak perlu pikir panjang pak prabu langsung menyetujui dan menyuruh fran untuk datang ke ruang kerjanya.


"Selamat sore pak" sapa fran dengan sopan sambil pak prabu merangkul nya.


"Selamat sore, panggil om saja ini sudah di luar jam kerja,Ada apa? Kenapa kamu ingin bertemu dengan om. Apakah kamu akan memberi kabar baik pada om kalau kamu menerima tawaran om" tanya nya panjang lebar.


"Katakanlah" ucapnya


"Apakah alan sudah mulai bekerja di hotel?"


"Dia baru hari ini masuk kerja karena om menyuruhnya, ada apa? Apa dia membuat masalah denganmu?" Tanya nya serius.


"Ah tidak om aku belum bertemu dengan alan. Masalah nya bukan denganku, tapi dengan pegawai baru, ada seorang pegawai housekeeping yang sepertinya tak sengaja membuat kesalahan dan alan sangat marah padanya hingga mengancam nya kalau dia akan di pecat"


Pak prabu terkejut mendengarnya. Kenapa alan sampai ingin memecat pegawai apakah masalah nya sangat serius.


"Lalu?" Sambung nya.


"Aku tak sengaja mendengarnya bergumam sendiri. Kalau dia baru pertama masuk kerja dan dia sangat membutuhkan pekerjaan ini agar bisa membawa orang tuanya berobat"


Jelas fran.


"Benarkah.! Lalu kamu ingin om melakukan apa?" Tanya pak prabu.


"Tolong berikan dia kesempatan om. Aku memang tidak berhak akan masalah ini tapi kasihan saja mendengar kisah nya, lagi pula masa training disini kan dua minggu kalau dia keluar sekarang dia tidak akan dapat uang pesangon, setelah dua minggu terserah om mau memecatnya atau tidak. Tapi setidaknya kalau menunggu selama dua minggu minimal dia punya bekal untuk mecari pekerjaan lain karena mendapatkan pesangon dari hotel ini"


Pak prabu hanya mengangguk, dari dulu sifat Fran tidak pernah berubah dia selalu dermawan dia juga selalu membela dan memikirkan orang lain rasa simpati nya sangat tinggi persis seperti papah nya.


"Baiklah akan om pikirkan lagi, lalu bagaimana soal pekerjaanmu apakah kamu menerima tawaran om untuk menjadi kepala koki disini?" Tanya nya.


"Untuk itu akan aku pikirkan lagi om" jawab nya sengaja membuat pak prabu gaduh.


"Segeralah putuskan, om yakin kalau kamu menjadi kepala koki disini hotel ini akan menjadi semakin terkenal dan nomer satu di kota ini. Om tidak rela jika koki handal sepertimu harus bekerja di hotel lain. Lagi pula papahmu juga menyetujuinya tolong cepat putuskan" pinta nya.


"Baiklah.. tapi aku harus mengurus dulu kepindahanku. Besok aku akan kembali dulu ke itali" ucap nya.


"Baiklah. Om tunggu" sahut pak prabu dengan senyum sumringah.


"Kalau begitu aku permisi dulu om" ucap nya sambil berdiri. Setelah berjabat tangan lalu fran keluar dari ruangan kerja pak prabu.