SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 48 : Mabuk



"apakah benar ini apartemen pak alan?" Tanya laki-laki yang memopoh tubuh alan.


"Iya benar, anda siapa? Kenapa dia seperti ini?" Tanya nadia panik.


"Saya staf dari clu*b, tadi malam pak alan datang dan sepertinya dia mabuk berat. Saya bingung harus menghubungi siapa. Untung saja dia masih sedikit sada saat di tanya alamat rumah nya" jelas lelaki itu.


"Mabuk.!" Sahut nadia.


"Apakah saya harus mengantarnya ke dalam, atau nona sendiri yang akan membawanya" ucap lelaki itu.


"Ahk, tolong bawa saja ke kamar nya"


Nadia memandu lelaki itu.


Bruggggh..


Tubuh alan di baringkan di tempat tidur nya dengan kaki yang masih menjuntai ke lantai.


"Terimakasih"


"Sama-sama nona, saya permisi"


Lelaki itu segera pergi.


Nadia memandangi alan. Penampilan nya yang sangat berantakan. Jas dan kemeja berserta dasinya sudah tak karuan.


Dia mengendus tubuh alan. Lalu mengibaskan tangan di depan hidung nya.


"Ya ampun bau sekali" Ucap nya "bagaimana aku mengangkat tubuh nya? Apakah aku kuat"


Akhirnya dengan perlahan nadia melepas sepatu alan. Lalu menaikan kaki nya yang panjang ke atas ranjang.


Di sela-sela nadia menggeser tubuh nya agar bisa dalam posisi yang nyaman. Terdengar mulut alan merancau.


"Kenapa kamu tega?" Suara nya yang sedikit tidak jelas.


Nadia menatap nya. "Tega bagaimana, aku hanya membantumu naik ke atas ranjang" gerutu nadia.


"Aku tidak menyangka kamu seperti itu di belakangku" rancau nya lagi.


Membuat nadia kembali terdiam saat dia hendak melepas jas yang di kenakan alan.


"Celine-" sambung nya.


Brukh.. nadia melempar jas alan ke samping tubuh nya.


"Celine?" Sahut nadia "siapa dia? Apakah dia pacar nya? Jadia pak alan mabuk hanya karena wanita.!" Pekik nadia.


"Aaargh... Argh.." alan menggeram kesal dengan sisa-sisa suaranya.


Nadia semakin terkejut.


"Lebih baik aku kembali ke kamar sekarang.!" Dia hendak turun dari ranjang alan. Namu tiba-tiba.


Greepp..


"Kamu mau kemana?" Tanya alan. Kini matanya sedikit terbuka.


"Akh..lepaskan aku.! Aku mau ke kamar.!!" Teriak nadia sambil berusaha melepaskan tangan alan yang melingkar di perutnya.


"Tidak.! Kamu tidak boleh pergi dariku, aku tidak akan pernah melepaskanmu" sahut alan. Kini dia bergerak membuat jantung nadia semakin berdegup kencang.


"Aaaahk... Pak alan lepaskan saya. Saya bukan pacar pak alan" teriak nadia karena dia sangat panik, kini alan sudah berada di atas tubuh nya. Dia mengunci tubuh nadia.


"Hahahaha" alan malah tertawa.


"Jadi kamu tidak mengakui kalau kamu itu pacarku, baiklah kalau begitu aku akan melakukan sesuatu padamu agar kamu ingat padaku" lanjutnya sambil melepaskan dasi dan kancing kemeja nya.


Nadia semakin takut. Dia coba bangun nadia kedua kakinya di jepit oleh alan sehingga dia tidak bisa bergerak.


"Pak alan mau apa.!! Jangan macam-macam, sadarlah-... Mmmmmphhh" suara nadia tertahan.


Dengan sedetik kemudia alan meraih kedua tangan nadia menguncinya di atas kepala nadia sedangkan dia kini menci**um bibir nadia.


Mata nadia membulat sempurna. Kini bibir nya telah terpaut dengan alan.


"Mmmmmppp-" suara nadia bahkan tak bisa keluar. Dengan liar alan menc*mmi nya. Mengigit bibir nadia. Bahkan lidah nya terasa mencari celah. Namun nadia masih menahan nya.


Mata nadia sudah memerah. Suara tidak bisa keluar, walaupun dia beronjak namun tenaga alan sangatlah kuat.


Tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Sedangkan alan masih dengan liar mencium dan melum**at bibir nadia.


"Aku sangat mencintaimu celine. Kenapa kamu tega melakukan itu padaku.! Bagaimana sekarang kamu sudah ingat padaku.! Huh.?" Ucap alan saat dia melepaskan cium**an nya.


"Hikkks...ak-aku bukan celine. Aku bukan pacar pak alan. Tolong lepaskan saya.. hikss" ucap nadia lirih sambil menangis.


Lagi-lagi alan terkekeh mendengar capan nadia. Semakin dia mendengar nadia merintih semakin ingin dia menghabisi dan melakukan apapun pada nadia.


"Ayo kita habiskan malam berdua. Seperti yang kamu lakukan dengannya.!" Lanjut alan Kini ia melepas semua kancing kemeja nya dan melemparnya ke sembarang arah.


Naida memejamkan matanya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan alan padanya.


"Pak alan. Jangan lakukan itu. Tolong..!!" Lagi-lagi dia memohon.


Satu tangan kiri alan sudah mengncui kedua tangan nadia. Sedangkan tangan kanan nya kini membelai rambut nadia.


"Kamu sangat cantik kenapa kamu menangis. Sssssttt... Diamlah" sambil membelai rambut nadia. Lalu seketika dia menyentuh tengkuk nadia. Dia membenamkan wajah nya di sana menghirup aroma tubuh nadia.


Nafas nya sangat terasa oleh nadia. Membuat tubuh nya terasa merinding geli.


Kini alan merajah ke telinga nadia mengendusnya lalu mencium lembut, nadia semakin menggeliat dan berontak.


Alan masih melakukan aktifitasnya kini dia turun menci**mi leher jenjang nadia.


"Akh..pak alan tolong hentikan" Pinta nya memohon.


Namun alan malah mencium nya dengan penuh naf**su.