SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 28 : Ada apa denganku



Alan keluar dari salah satu hotel yang cukup populer dan berkelas di paris. Tapi bukan hotel milik keluarganya.


"Halo sayang, aku sudah memesankan kamar hotel untukmu" ucap nya sambil berjalan.


"Terimakasih sayang, baiklah tunggu aku" sahut celine dari seberang sana.


"Tentu saja. Sampai bertemu besok" ucap alan lembut.


"Iya sayang, i miss you.! Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu" rayu nya.


"I miss you too, aku juga ingin sekali bertemu denganmu, kamu sedang apa?" Tanya nya sambil masuk ke dalam mobil.


"Aku-..." Celine gugup. "Aku sedang di apartemen saja..bosan sekali rasanya tidak ada teman setelah kamu pergi."


"Maafkan aku.. karena telah meninggalkanmu sendirian. Aku berjanji besok aku akan meluangkan semua waktuku untuk kita berdua" sambung alan.


Namun tiba-tiba terdengar suara ******* dari sambungan telepon celine.


"Aaahk.." sangat lembut dan manja. Membuat alan terkejut.


"Halo, celine kamu sedang apa?" Tanya nya panik.


"Ahk.. aku-.. aku sedang berbaring di tempat tidur tapi perutku sakit." Alasannya


"Kamu kenapa kamu sakit?"


"Tidak,tidak.. aku hanya belum makan seharian ini aku hanya berbaring."


"Ya ampun.. yasudah cepat makan kalau kamu sakit nanti kita tidak bisa bertemu"


"Baiklah.. kalau begitu aku akan bersiap lalu mencari makan keluar"


"Yasudah.. kabari jika ada sesuatu yang terjadi"


"Baiklah sayang. I love you" ucap celine.


"I love you too" balas alan. Lalu dia menutup panggilan telepon nya. Namun dia masih terpikirkan suara celine tadi. Apakah benar dia sakit perut karena belum makan.tapi kenapa suaranya seperti itu.


********


"Kau ini kenapa tidak bisa diam.!" Ucap nya


"Aku hanya kesal dia menggagu waktu kita sayang" sahut seorang laki-laki yang memeluk celine dari belakang.


"Tunggu lah sebentar saja, kau ini sangat tidak sabar" ucap celine sambil menaruh handphone nya di nakas.


"Sekarang ayo, kita lanjutkan lagi" rayu laki-laki itu.


Dia lalu mengubah posisi celine menjadi di bawah tubuh nya. Dan dengan cepat menyusupkan wajahnya ke bagian da**da celine.


"Ah***k" des**ah celine. Namun laki-laki itu semakin rakus. Dia menambah pergerakan tangan kanan nya menuju pangkal pa**ha celine. Terjadilah kegiatan panas penuh has***rat itu.


********


Alan telah selesai makan malam di sebuah restoran dia lalu melihat jam di handphone nya.


Satu deringan belum ada jawaban dua kali juga belum ada jawaban.


"Kemana gadis bodoh itu.!" Gerutu nya


Karena tidak mendapat jawaban dari nadia. Alan memesan beberapa menu makanan untuk dibawa ke hotel. Walaupun nadia bisa saja makan di hotel, namun kali ini alan sedang berbaik hati dan dalam suasana hati yang senang jadi dia memilih membawakan makanan untuk nadia.


******


Sesampainya di hotel. Alan berjalan dan mencari nadia.


"Kemana gadis itu?"


Setelah masuk lagi dan mendekat ke sofa barulah dia sadar kalau yang terbungkus selimut kecil itu adalah nadia. Alan melihat tempat tidur dan hanya ada satu selimut tebal. Akhirnya dia menghubungi pihak hotel untuk meminta selimut tambahan. Tak lama seorang pelayan datang mengantarkan nya.


"Thank you" ucap alan. Dia masuk dan menghampiri nadia.


Dengan pelan dan hati-hati. Alan menyelimuti tubuh nadia dengan selimut yang tebal dan hangat dia juga mengambil satu bantal dan di angkat nya kepala nadia perlahan.


Saat alan berhasil mengangkat kepala nadia dia terusik dan bergerak membuat posisi alan sulit untuk bangun dan mereka berada di posisi sangat dekat. Wajah mereka bertatapan hanya beberapa senti saja.


Dia memandang wajah nadia yang cantik, selain itu paras nadia memang terlihat sangat ayu, kulit nya putih bulu mata nya lentik dan indah di pandang rambut panjang nya kini terurai. Dan menyingkap memperlihatkan leher dan tulang tengkuk nya, membuat alan susah untuk tidak menatap nya. Setelah sadar lan mengerjapkan matanya. Dia lalu melepaskan tangan nya setelah berhasil memberikan bantal pada nadia.


"Ada apa denganku.? Tidak-tidak.! Kamu tidak mungkin tergoda oleh gadis ceroboh dan bodoh seperti itu.!" Gumam nya


Alan kemudian melepas mantel tebal nya dan mulai masuk ke dalam selimut di tempat tidur yang luas dan besar itu.


Saat dia hendak terpejam, alan membalikan lagi tubuh nya dan melirik nadia. Ada rasa iba di hatinya tapi dia tidak mungkin membiarkan nadia tidur satu ranjang dengan nya.


"Sudahlah" ucap nya cuek.


*******


Tengah malam.


Saat alan tertidur lelap. Nadia merasakan lapar karena memang dia belum makan malam.


"Uuuuummh.." dia menggeliat dan perlahan membuka mata.


"Ya ampun aku lapar sekali" rengek nya. Dia lalu bangun dan duduk di sofa. Saat hendak berdiri dia menatap selimut di tubuh nya. Dan melihat ada satu bantal juga.


Siapa yang memakaikan selimut untukknya apakah alan, apakah dia sudah pulang?


Banyak pertanyaan di benak nadia.


Dia lalu berjalan mendekati tempat tidur dan ternyata alan sudah terlelap disana. Dengan perlahan nadia pergi lagi dan melihat ada bingkisan di meja dia mendekat dan membukanya.


"Ya ampun ada makanan, kebetulan sekali aku sedang lapar" dengan senang hati nadia membuka makanan itu dan menyantap nya.


"Apa dia yang membawakan nya untukku?" Tanya nya sambil menatap ke arah kamar.


"Dia juga memberikan selimut dan bantal saat aku tidur, ternyata dia tidak seburuk yang aku pikirkan, walaupun terkadang menyebalkan dan membuat kesal. Terimakasih" batin nya sambil mengunyah makanan.