SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 23 : Menaruh racun



Sepanjang perjalanan nadia hanya diam. Tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Sesekali dia menatap alan namun alan tak bergeming sedikitpun.


Tibalah di depan pintu apartemen alan.


"Cepatlah masuk.!" Ucap nya sambil berjalan ke dalam. Kini nadia tidak memikirkan apapun lagi dia langsung mengikuti alan.


"Aku harus kemana?" Tanya nya yang berdiri di belakang alan.


"Kamu,simpanlah barang-barangmu di kamar itu. Sekaligus itu akan menjadi kamarmu" alan menunjuk sebuah ruangan.


Tanpa bertanya lagi. Nadia langsung menuju ruangan yang di tunjuk oleh alan. Namun langkah nya terhenti.


"Tunggu.! Bolehkah aku bertanya?" Ucap nya.


Alan hanya membalikan badan sambil menatap nadia.


"Emmm.. semalam pak alan tidur dimana?"


Alan terkekeh mendengar pertanyaan dari nadia.


"Apakah itu penting bagimu? Oh, apa kamu menungguku semalaman.!"


Nadia menggelengkan kepala dengan cepat.


"Bukan itu maksudku.! Semalam aku sangat lelah jadi begitu sampai di kamar aku langsung tertidur pulas dan bangun saat pagi hari. Tapi-" ucapan nya terhenti membuat alan penasaran.


"Tapi.?" Sambungnya.


"Seingatku, tadi malan aku belum sempat berganti baju saking lelahnya. Namun saat pagi hari aku sudah mengenakan baju tidur, siapa yang mengganti pakainku.? Apakah pak alan yang-"


Alan hanya menatap nadia sambil menyunggingkan senyum di sudut bibir nya.


Melihat ekspresi alan yang seperti itu membuat nadia enggan menyelesaikan ucapannya.


"Yang apa?"


"Akh..tidak..sudahlah lupakan.!" Nadia lalu berjalan dengan cepat dan masuk ke dalam kamar.


Brukkkk...


Nadia menaruh tas nya di atas tempat tidur.


"Tapi kalau bukan dia siapa yang mengganti pakaianku..?" Gumam nya.


******


"Dasar gadis bodoh.!!" Ucap nya sambil duduk di sebuah sofa di dalam kamar nya.


Tak lama alan mengambil handphone nya dan menghubungi nadia.


"Halo, aku lupa untuk mengataknya padamu.


Setelah selesai membereskan bajumu cepatlah keluar dan buatkan makanan untuk makan siang.! Setelah itu aku akan pergi keluar" jelasnya lalu dia menutup panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari nadia.


"Halo,halo pak alan.!" Nadia berbicara sambil menatap layar handphone nya.


"Dia itu gampang sekali kalau menyuruh orang.! Dasar laki-laki menyebalkan.! Bahkan akupun baru saja duduk dan belum sempat membuka isi tasku dia sudah menyuruh lagi hal yang lain. Heeeeeeeuh benar-benar." Gerutunya sangat kesal..


*****


Nadia tidak sempat membongkar isi tasnya, akhirnya dia langsung keluar menuju dapur. Dia melihat bahan makanan yang bisa di masak. Tanpa menunggu lama nadia langsung mengeksekusinya.


Hampir 30 menit akhirnya dia selesai. Dengan cepat dia menyiapkan makanan di meja makan.


"Apa sudah selesai?" Tanya alan yang menghampirinya. Dia sudah rapih menggunakan setelan jas.


"Sudah.. aku hanya memasak bahan yang ada di dapur saja.!"


"Aku memang belum membeli bahan makanan." Dia duduk di kursi. Namun dia hanya menatap menu makanan itu.


"Kenapa belum mulai, silahkan di makan.! Walaupun masakan nya sederhana tapi rasanya enak" celetuk nadia.


"Kamu tidak menaruh racun di makanan inikan?" Tanya nya membuat nadia jengkel.


"Mana mungkin aku meracuni orang. Aku tidak sejahat itu walapun kepada orang-" dia tak melanjutkan ucapanya. Dia menatap alan.


"Kenapa tidak di lanjutkan.! Kepa orang apa.? Kepada orang sepertiku maksudmu, hah.!"


"Aku tidak bilang seperti itu.." sahut nadia lalu dia pergi meninggalkan alan di meja makan.