
Nadia sudah berada di pusat perbelanjaan dia melihat-lihat ke beberapa toko baju.
"Ya ampun ini gila..!! Kenapa harga nya sangat mahal-mahal sekali. Sepertinya aku salah datang ke tempat perbelanjaan." Gumam nya sambil melihat satu baju yang terpanjang.
"Selamat siang nona. Ada yang bisa saja bantu?" Tanya pelayan yang menghampirinya.
"Eh, iya saya sedang mencari baju untuk ke acara suami saya" jawab nadia canggung.
"Apakah untuk acara formal.?"
"Sepertinya begitu."
"Mari saya bantu pilihkan di sebelah sini" pelayan itu memandu nadia.
Dia memilihkan beberapa baju. Tas dan heels untuk nadia.
"Wah sepertinya tas ini cantik sekali dan cocok untukku. Aku belum punya tas untuk pergi ke acara pesta" ucap nya.
Saat dia hendak mengambilnya. Tiba-tiba ada tangan seseorang yang juga hendak mengambil tas itu.
"Maaf, tas ini akan saya ambil" ucap nadia
"Aku juga akan mengambil tas ini. Aku yang pertama kali melihatnya dan ini sudah menjadi incaranku sejak sebulan yang lalu" ucap nya sedikit sewot.
"Tapi, aku yang pertama kali menemukannya" balas nadia.
"Tidak bisa, aku akan mengambil ini..!"
"Tapi-"
"Pelayan.!" Teriak nya. Seorang pelayan menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu.?"
"Aku ingin membeli tas itu.!" Ucap nya sambil menunjuk tas yang di pegang oleh nadia.
Pelayan itu menatap nya dan dia juga ragu untuk memintanya pada nadia.
"Tapi mbak, saya yang pertama kali melihat tas ini, saya juga akan membelinya" ucap nadia kepada pelayan itu.
"Kamu tahu, aku ini seorang member di toko ini aku juga sering berbelanja disini.!" Ucap wanita itu kepada pelayan.
"Apakah masih ada stock nya mba?'" tanya nadia
"Tidak nona. Itu limited edition hanya tinggal ada satu.!"
"Aku akan mengambil ini dan menyicilnya. Ini ambil kartuku.!" Dia menyodorka sebuah kartu. Namun nadia masih memegang tas itu. Dia pun ingin membelinya. Tapi dia tidak ingin ribut di toko itu dan akhirnya memberikan tas tersebut kepada pelayan toko.
"Yasudah, ini aku tidak akan membelinya. Aku ambil baju dan sepatuku saja mbak ini kartunya.!" Nadia menyerahkan black card. Membuat wanita itu dan pelayan toko tercengang.
"Apa.!!! Black card, dia mempunyai kartu itu? Siapa perempuan itu?" Gumam nya dalam hati. Dia menatap nadia dari ujung kepala hingga ujung kaki penampilan nya sangat sederhana dia hanya menggunakan kemeja celana jeans dan flat shoes saja tapi mempunyai black card.
**********
Dia telah sampai di apartemen. Nadia hanya membawa dua papper bag berisi baju dan sepatu heels yang ia beli.
Tak lama pintu apartemen terbuka sepertinya alan pulang lebih awal lagi kali ini.
"Pak alan sudah pulang?" Tanya nadia sambil berdiri.
"Ya. Aku pulang cepat hari ini. Apa kamu juga baru sampai apartemen.?"
"Iya pak, saya baru saja pulang dan pusat perbelanjaan"
"Mana barang belanjaanmu?" Tanya alan terheran.
"Ini.." nadia menunjukan dua papper bag dari salah satu brand ternama.
"Hanya itu saja.!! Lalu di dalam kresek itu apa?"
"Ohhh.. ini adalah tas yang aku beli di pasar" ucap nya sambil meraih kresek itu.
"Apa..! Di pasar.. kenapa kamu membelinya di pasar apakah di Mall itu tidak ada tas?"
"Bukan begitu pak, di sana banyak sekali tas bagus dan mewah tapi harganya juga sangat mahal. Aku sempat ingin membeli tas yang cukup murah di antara harga yang lainnya. Tapi ada satu wanita yang menginginkan tas itu."
"Lalu"
"Lalu aku mengalah dan memberikannya, karena stock nya hanya tinggal ada satu dan kata pelayan nya, itu adalah tas limited edition. Lagipula wanita itu member tetap di toko tersebut. Dia juga membelinya mengatakan kalau akan menyicil tas tersebut" jelas nadia.
Mendengar ucapan nadia. Membuat alan sedikit kesal. Kenapa ada gadis sebodoh itu.
"Dasar kamu benar-benar gadis bodoh.!"
"Kenapa pak alan memarahiku?" Tanya nadia.
"Apa uangku tidak cukup untuk membeli tas itu. Bahkan 10 taspun masih mampu dibeli. Kamu malah memberikannya pada orang lain hanya karena harga nya mahal dan dia adalah pelanggan tetap disana. Dan kamu malah membeli tas ini di pasar.!" Bentak nya sambil mengangkat tas yang nadia pegang.
"Memang nya kenapa ini juga bagus. Harga nya lebih murah. Hanya dua ratus ribuan,ini KW super." ucap nya dengan polos
"Apa..!!! Astaga dia benar-benar bodoh.!" Gumam alan. "Apa kamu akan memakai tas itu di acara besok?"
Nadia hanya mengangguk.
"Dasar bodoh, ayo" ajak alan sambil menarik tangan nadia.
"Loh, kita mau kemana?" Tanya nya heran karena alan membawanya keluar apartemen.
**********