
Fran dan nadia keluar dari lift.
Dari kejauhan nadia melihat sosok sang mertua sedang berdiri di depan pintu apartemen mereka.
"Ibu.!" Panggil nya begitu dia sudah mendekat.
Bu rossa menoleh seraya menatap nadia dan fran. Nadia menyali mertuanya.
"Sejak kapan ibu disini?"
"Ibu baru saja sampai. Ibu kira kalian pasti tidak ada di rumah."
"Iyah bu, aku baru saja mengunjungi bapak. Ibu kenapa tidak menelpon?"
"Ibu sengaja tidak mengabari kamu. Ibu pikir kamu pasti ada di apartemen karena alan juga sedang cuti kerja kan.!"
"I-iya bu"
"Tapi kemana alan? Kenapa kamu datang dengan fran?"
"Aku mengantarkan nadia tante, tadi kita bertemu di luar"
Bu rossa menyelidik.
"Oh begitu.!"
"Ayo bu kita masuk.!"
"Kalau begitu aku permisi pulang dulu tante, nad aku harus pergi sekarang"
"Ahk baiklah kak, terimakasih"
Fran hanya mengangguk, lalu dia berpamitan pada bu rossa..
"Kemana alan? Kenapa dari tadi ibu tidak melihat nya?" Tanya bu rossa yang sedang duduk di sofa berdampingan bersama nadia.
"Kak alan sedang keluar negeri bu." Jawab nadia ragu.
"Keluar negeri.! Untuk apa? Dia sendiri?"
Nadia mengangguk "aku tidak tahu, mungkin saja ada urusan pekerjaan mungkin besok atau lusa sudah pulang"
"Begitu. Harusnya dia mengajak kamu." Seloroh nya.
Lalu dia mengambil gelas berisi minuman yang telah di sediakan nadia.
"Begini. Karena alan sedang keluar negeri dan kamu sendiri disini lebih baik kamu ikut ibu menginap di rumah saja bagaimana?"
Nadia terkejut mendengar ucapan bu rossa, dia tak langsung menjawab.
Bagaimana ini.? Menginap di rumah mertuanya. Ya ampun ini hal yang sangat canggung tapi kalau dia menolak tentu saja akan sangat tidak enak.
"Bagimana?" Bu rossa bertanya lagi.
"Ba-baiklah bu" jawab nadia.
Dan bu rossa menyimpulkan senyum nya.
Sebelum berangkat nadia seperti ragu-ragu, apakah dia harus mengabari alan tentang kepergianya bersama bu rossa atau tidak.!
Tapi jika di pikir lagi mengabari atau tidak sepertinya alan tidak akan perduli.
Bu rossa menuntun nadia untuk naik ke lantai dua rumah nya. tepat dimana kamar alan berada. dia membuka pintu kamar itu.
"ayo masuk, ini adalah kamar alan waktu dia masih tinggal disini, sudah lama tidak di tempati tapi kamar ini rutin di bersihkan jadi tidak akan kotor. Kamu bisa tidur disini." jelas nya
nadia menatap sekeliling kamar itu.
"baik bu" sahut nya.
"kalau begitu ibu turun dulu, kamu istirahat saja"
Bu rossa keluar meninggalkan nadia. Setelah kepergian ibu mertuanya itu nadia menaruh tas berisi baju ganti nya yang tak terlalu banyak dia hanya membawa dua stel pakaian.
"dimana handphoneku" gumam nya. Dia menggeledah isi tas nya. tak lama benda pipih itu ia temukan.
"ini dia" namun sayang handphone nya akan segera mati karena kehabisa baterai.
"ya ampun aku lupa membawa charger, bagaimana ini?" dia bergumam.
"apakah ada charger bekas pak alan di kamar ini?" tanya nya dalam hati sambil melihat sekeliling kamar.
ingin nadia mencari nya sendiri namun ia rasa tidak sopan karena itu bukan kamar nya. akhirnya dia memutuskan keluar kamar dan akan menanyakan nya pada ibu mertuanya.
"eh non, ada apa? non nadia butuh sesuatu?" tanya seorang pelayan yang berpapasan dengan nya di depan pintu kamar alan.
"eum, aku mau meminjam charger pada ibu, handphoneku mati" jawab nadia.
"charger" sambung pelayan itu. Nadia mengangguk.
"atau bibi punya? boleh aku pinjam dulu bi?"
"waduh, hanphone bibi cuma handphone jadul non, sepertinya tidak akan pas. Kalau begitu bibi saja yang tanyakan pada ibu, non tunggu di sini saja"
"ah, merepotkan saja bi"
"tidak apa-apa non, tunggu saja" pelayan itu langsung pergi menuruni anak tangga. sambil menunggu pelayan itu datang. nadia membereskaan baju nya. tak lama dia datang.
"bagaimana bi?"
"ibu bilang, ada charger punya pak alan di laci nakas nya. Mungkin disini non" dia coba mencarikan. Nadia pun ikut mencari dia membuka satu persatu laci.
dia berhenti saat menemukan satu bingkai foto.
Nadia menatap lekat wajah yang ada di foto tersebut.
"ini kan foto pak alan, siapa wanita yang bersamanya" batin nadia.
namun panggilan dari pelayan mengejutkannya.
"ini non, saya sudah menemukannya silahkan di coba" nadia mengambil charger itu namun dia belum meletakan kembali bingkai foto itu.
"itu adalah foto pak alan non" ucap pelayan itu karena nadia masih menatap nya.
"iya bi"
"itu foto dia bersama pacarnya dulu.!"
pacar.!! jadi ini adalah foto mantan pacar nya alan. Dia masih menyimpan foto bersama mantan nya.