SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 39 : Sedikit terusik



Mereka berdua turun dari mobil. Sebenarnya nadia sangat canggung biar bagaimanapun pasti ada yang mengenalinya. Karena sebelum nya dia bekerja di hotel sebagai petugas kebersihan.


"Selamat pagi pak" ucap para staff.


"Pagi.!" Sahut alan dingin. Mereka baru saja sampai di depan pintu hotel. Nadia tidak mau menatap orang di sekeliling nya. Dia memilih tidak melihat siapapun. Karena nervous dia coba menggaet tangan alan.


"Ehem" nadia berdehem pelan.


Alan menatap tangan nya yang kunci oleh tangan nadia. Lalu akhirnya mereka berdua masuk ke dalam.


Kini dia berada di sebuah aula di hotel tersebut. Semua orang-orang penting sudah hadir di sana. Termasuk ayah dan eyang nya.


"Duduklah" ucap alan pada nadia.


Akhirnya dia duduk di samping alan. Ada beberapa mata yang menatap nya. Namun nadia tidak menghiraukan.


Acarapun di mulai. Beberapa orang memberikan sambutan. Dan tiba saat nya dimana Ayahnya yaitu tuan prabu berdiri di hadapan semua orang. Dia menyampaikan beberapa kalimat. Dan mengatakan kalau kepemimpinan hotel Dirgantara akan beralih kepada putra semata wayang nya yaitu Alan dirgantara yang akan menggantikan tugasnya sebagai General Manager.


Alan pun berdiri. Dan mereka berdua bersalaman. Lalu alan menyampaikan kalimat. Sebagai ucapan terimakasih nya.


Setelah selesai. Semua orang keluar dari aula tersebut hanya tinggal pak prabu, eyang dan juga alan. Setelah berapa lama nadia memilih untuk keluar terlebih dahulu dia akan Menunggu alan di ruang kerjanya dan kedua orang tua itupun mengertikan nya.


Nadia berjalan dari arah toilet.


"Apakah benar itu adalah nadia? Petugas kebersihan yang baru saja bekerja di hotel ini sebulan yang lalu?" Ucap pegawai wanita yang sedang berbincang dengan teman nya.


Mereka mengobrol sambil berjalan di lorong hotel.


"Iya, aku tidak salah lihat. Dan menurut pak tedi itu benar nadia. Karena dia juga hadir saat pernikahan mereka" balas satu petugas itu.


"Wah hebat sekali dia, baru juga beberapa minggu bekerja sudah di nikahi oleh anak tunggal dari pemilik hotel. Kira-kira dia pakai jurus apa ya?"


"Aku tidak tahu.! Mungkin saja dia sudah memberikan tubuhnya kepada pak alan"


"Jual diri dong.!"


Lalu mereka berdua terkekeh. Tanpa di sadari mereka melewati alan yang berjalan tak jauh di bekalang mereka.


Alan menghentikan langkahnya. Dia mendengar semua ucapan petugas kebersihan itu. Dia menghela nafas berat. Lalu saat dia hendak melangkah ke arah ruangan nya. Nadia nampak berdiri di sana.


"Dia pasti mendengar semua ucapan petugas tadi" batin alan sambil menghampiri nadia.


"Sedang apa kamu disini? Kenapa tidak masuk kedalam?" Tanya nya saat sudah berada di depan nadia.


"Ahk..tidak apa-apa, aku baru saja mau masuk. Apakah pak alan sudah selesai?"


"Sudah..! Tapi aku masih ada beberapa urusan lagi, lebih baik kamu menunggu di dalam"


"Aku akan pulang saja ke apartemen. Lagi pula hari ini aku belum membereskan apartemen. Aku akan mengambil tas dulu di dalam" ucap nadia.


Lalu dia masuk dan mengambil tas nya. Setelah itu dia berpamitan pada alan. Walaupun alan menyahuti dengan dingin.


Alan menatap pintu ruangan nya.


"Pasti gadis itu sangat tersinggung oleh ucapan petugas kebersihan tadi" gumam alan.


Baru saja dia akan menyapa teman nya karena hari ini nadia baru datang lagi ke hotel setelah pernikahan nya dengan alan.


Namun dia malah mendengar ucapan yang menyakitkan hatinya.


"Apa yang membuatmu sedih nadia. Bukankah kalian menikah juga tanpa di dasari rasa cinta. Dan pernikahan kalian hanya sebuah kontrak." Lirih nya.


Begitu sampai di apartemen nadia langsung berganti pakaian dan memulai aktivitas nya. Membersihkan seluruh sudut apartemen hingga tak ada debu yang menempel. Setelah itu dia lanjut memasak.


Drrrrrtt...drrrrttt..


Handphone nya berbunyi seraya mengaduk makanan di wajan. Nadia mengambil handphone nya di saku celana.


Dia membuka sebuah pesan masuk. Rupanya itu adalah notif kalau gajinya sudah masuk bulan ini. Yups.. nadia memang sudah tidak bekerja di hotel. Namun alan memberinya gaji bulanan namun lebih besar nominal gajinya di hotel.


Kali ini dia tak nampak begitu senang. Mungkin karena ada hal mengusik pikirannya. Nadia hanya berpikir dia akan mengunjungi orang tuanya dan juga naufal.


*********


Malam hari alan baru saja pulang. Dia memasuki apartemen. Tak nampak batang hidung nadia di sana. Apartemen yang luas dan mewah itu sangat sepi.


Sambil melonggarkan dasinya alan berjalan mencari gadis bodoh itu.


"Kemana dia?" Alan mencari keseluruh tempat di apartemen itu. Tak juga ia temukan akhirnya alan mendekati kamar nadia. Dia memegang handle pintu ternyata terkunci.


"Apakah dia sudah tidur?"


Tok...tok...tok...


Alan mengentuk pintu kamar nadia namun belum ada sahutan dari sang penghuni.


"Nadia..! Apa kamu di dalam?"


Tok...tok...


Tak berapa lama terdengar pintu itu terbuka.


"Ada apa pak?" Tanya nadia lesu.


Alan juga bingung dia harus menjawab apa? Kenapa dia mengetuk pintu kamar nadia hanya untuk memastikan apakah gadis itu ada di dalam atau tidak.


"Akh..apa kamu sudah tidur? Aku hanya ingin memastikan kalau kamu ada di dalam. Apakah kamu sudah menyiapkan malan malam?"


"Makan malam sudah siap di meja makan. Dan seluruh apartemen sudah aku bersihkan. Aku sudah menyuci dan membuang sampah. Apakah ada lagi yang ingin di tanyakan?" Tanya nadia dingin.


"Tidak. Baguslah kalau begitu."


"Yausudah aku akan kedalam lagi." Nadia hendak menutup pintu kamar nya namun alan mencegah nya.


"Akh.. apakah kamu tidak ikut makan?"


"Aku sudah makan. Aku hanya ingin tidur" nadia menutup pintu kamar nya dan menguncinya lagi.