
Di tengah-tengah acara tanpa di duga-duga, saat sebuah layar monitor berukuran besar yang sedari tadi menampilkan slide foto-foto tentang pencapaian dan penilain hotel dirgantara sebagai hotel terbaik dan beberapa aspek lainnya.
Berubah menjadi sebuah slide foto dimana foto tersebut menampilkan laki-laki dan perempuan yang sedang di tempat hiburan malam, mab**uk-mab**kan dan ada beberapa foto syur.
Sontak semua tamu undangan menjadi heboh, begitu juga dengan keluarga dirgantara. Alan membelakakan matanya melihat semua foto tersebut.
"Seorang putra tunggal penerus hotel dirgantara selama di luar negeri sering pergi ke tempat hiburan malam.!"
Disana memang tidak menampakan jelas wajah alan. Namun semua orang sudah bisa berspekulasi kalau itu benar-benar alan sang pewaris tunggal keluarga dirgantara.
"****..! Siapa yang berani-berani nya melakukan ini.!" Kecam nya dengan emosi.
"Apa maksud semua ini alan?" Tanya pak prabu, dia juga sangat terkejut melihat semua foto itu. Sedangkan eyang nya hanya diam dengan raut wajah yang sudah tidak bisa di tebak.
Alan berjalan ke atas podium untuk mematikan monitor itu.
Semua mata tertuju padanya. Dia bingung dan pikiran nya buntu apa yang harus dia katakan.?
Semua tamu yang tadinya sedang berbincang dan duduk santai menikmati hidangan tiba-tiba suasana menjadi riuh. Mereka saling berbisik dan mendekat ke podium. Begitu juga nadia dan fran mereka kini berdiri bersama kerumunan tamu undangan.
"Ehem" alan berdehem kaku.
"Sebelum nya aku ingin meminta maaf atas kejadian yang tidak di sangka ini. Dan tentang foto itu. Semua rumor itu tidak benar.!" Ucap nya dengan sedikit menggebu.
"Aku tidak mungkin pergi ke tempat hiburan dan bersenang-senang dengan wanita lain. Sedangkan disini ada pacarku.!"
Semua orang terkejut mendengar ucapan alan. Ayah dan eyang nya pun hanya bisa terdiam mendengarkan.
"Aku sudah mempunyai pacar kami akan bertunangan dan tak lama lagi akan menikah, aku sangat menjaga perasaan orang yang aku sayang, jadi aku harap kalian tidak termakan rumor yang tidak jelas seperti itu"
"Aku tidak mungkin mengkhianati perempuanku.! Dia sangat tahu tentangku dan kalau kalian tidak percaya kalian bisa mendengar langsung darinya" ucap nya sangat percaya diri. Namun dalam hatinya dia sangat bingung.
"Apa yang kamu katakan alan. Siapa pacar yang kamu maksud, kacau ini benar-benar kacau" batin nya dan alan masih berdiri di atas sana. Namun tiba-tiba pandangan nya tertuju pada Nadia. Seperti menemukan oasis di tengah gurun alan langsung turun dari podium dan berjalan menembus kerumunan tamu.
"Kenapa dia berjalan ke arahku" ucap Nadia dengan panik.
"Ayo. Sayang" ucap alan sambil mejulurkan tangan nya. Membuat mata nadia membulat sempurna. Karena nadia hanya terdiam alan langsung menggandeng tangan nadia dan mengajaknya naik ke atas podium.
Fran yang terkejut coba menghentika nadia namun dia tidak ingin membuat suasana semkin keruh. Akhirnya dia hanya bisa melihat nadia yang dibawa oleh alan.
"Perkenalkan. Dia adalah pacarku, dalam waktu dekat kami akan bertunangan dan sudah merencanakan pernikahan. Jadi tidak mungkin aku melakukan hal semacam itu saat berada di luar negeri.!" Ucap nya sambil merangkul nadia.
"Apa.! Pacar, bertunagan dan akan segera menikah" gumam nadia dalam hatinya. Apa laki-laki ini sedang bercanda. Bercanda nya sangat keterlaluan.
"Apa benar kamu adalah pacarnya dan kalian akan menikah?" Tanya seseorang.
"Ka-kami ti-" ucapan nadia terpotong karena alan merangkul nya dengan kuat.
"Katakan saja iya, jika kau ingin selamat.!" Ancam nya. Yang berbisik pada nadia.
"Iy-iya" sahut nadia seraya mengangguk.
"Katakan sayang, kau pasti tahu aku tidak mungkin pergi ke tempat hiburan dan bermain dengan wanita lain, apa kau percaya padaku" tanya nya pada nadia sambil tersenyum.
Nadia masih terdiam sambil menatap alan. Ingin sekali nadia turun dari sana dan berkata kalau dia bukan pacar nya. Lagi-lagi alan menggengam pergelangan tangan nya dengan erat.
"Di-dia tidak mungkin melakukan itu. Aku percaya padanya" ucap nya terbata-bata.
"Kalian dengar sendiri kan, terimaksih sayang kamu memang calon istri idamanku" ucap nya pada nadia lalu tanpa di sangka sebuah momen diciptakan oleh alan. Dia menyentuh dagu nadia menganggkat wajah nya agar tegak dan mencium pipi nadia dengan lembut dan penuh perasaan.
"Apa.! Apa yang dia lakukan." Batin nadia terkejut. Dia hanya bisa terdiam beberapa saat membiarkan alan mencium pipinya.
Semua tamu seakan terhopnotis dengan kejadian itu. Saat alan melepaskan ciuman nya semua orang bertepuk tangan.
Alan tersenyum manis pada nadia yang masih mematung. Dia memegang tangan nadia dengan erat. Lalu menatap keluarganya. Disana ada ayah dan eyang nya alan seperti memberi sinyal kalau semuanya baik-baik saja.
Setelah itu mereka turun dan alan menuntun nadia. Saat hendak keluar dari ballroom, namun fran menghentikan mereka dia berdiri tepat di depan nadia.
"Tunggu dulu.! Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap nya pada nadia.
"Kak, aku-" ucapan nadia terpotong saat alan melepaskan tangan fran yang menggenggam tangan nadia.
"Maaf kami harus segera pergi dari sini, dan tidak ada urusan denganmu!" Ucap nya tegas sambil menggeser tubuh fran.
"Nad, nadiaaa..!" Panggil nya saat nadia di bawa keluar oleh alan.
*******
Di sebuah ruangan VIP. Nadia duduk di antara ketiga pria yang amat sangat membuatnya gugup dan serba salah. Dia bingung harus melakukan apa? Dan kenapa ini semua bisa terjadi padanya.
"Jelaskan pada eyang.!" Ucap pria tua itu dengan anda suara dingin yang menusuk.
Nadia tidak berani menatap mereka. Dia hanya menundukan kepalanya.
"Apa yang harus aku jelaskan, bukankah tadi aku sudah mengatakan semuanya." Balas alan dengan nada santai.
"Eyang menyruhmu mencari calon istri beberapa hari lalu ,dan kau menolak nya secara mentah-mentah dengan banyak alasan. Dan kau bilang belum siap untuk menikah. Lalu muncul foto-foto itu dan sekarang tiba-tiba kamu mengatakan sebuah berita yang mengejutkan di hadapan semua orang kalau kamu akan bertunangan dan siap untuk menikah.!" Ungkap nya sambil menatap alan dan nadia secara bergantian.
Tidak ada suara setelah itu. Alan hanya memalingkan wajah nya. Sesaat dia hendak membuka mulut. Ayah nya menyambar dengan melontarkan pertanyaan.
"Katakanlah, apa semuanya benar? Tentang hubungan kalian. Apakah benar kamu pacar nya alan?" Tanya nya. Merasa pertanyaan itu di tunjukan untuk nya nadia segera mendongkak dengan terkejut dan menatap ayah nya alan.
"Itu semua ti-" nadia berbicara dengan terbata-bata.
"Itu semua benar ayah.! Aku sudah mengatakan nya. Kenapa ayah bertanya lagi padanya. Kami akan segera bertungangan" sambung alan.
"Baiklah kalau begitu. Dua hari dari sekarang kalian akan bertunangan sekaligus menentukan tanggal pernikahan kalian.!" Ucap sang eyang.
"Apa.!" Sahut alan dan nadia secara bersamaan.
"Karena aku belum bertemu dengan keluarga nya. Maka aturlah bertemuan keluarga besok.!" Lanjut nya sambil berdiri lalu pergi dari ruangan itu. Begitu juga pak prabu yang mengikutinya keluar.