SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 38 : Sedikit merasa tersentuh



"Apakah ini tokonya?" Tanya alan begitu sampai di sebuah toko salah satu brand.


Mereka sampai saat hari sudah gelap. Karena berangkat sore hari dan sedikit terjebak macet. Maklumlah jalanan ibukota.


Nadia hanya mengangguk canggung.


Seorang pelayan menghampiri mereka dan melayani alan.


"Aku ingin melihat semua tas yang di jual di toko ini.!" Ucap alan.


"Semua yang terdisplay di toko untuk di jual pak" sahut pelayan itu ramah.


"Apakah semua ini barang limited edition?" Tunjuk alan ke seluruh tas.


"Ada beberapa barang yang limited editon"


"Kalau begitu aku akan membeli semuanya.!" Ucap alan angkuh. Nadia yang mendengarnya terkejut. Begitu juga sang pelayan.


"Pak, apakah tidak salah.? Bapak jangan bercanda" Tanya nadia sambil menggunjing tangan alan.


"Apakah wajahku terlihat sedang bercanda?" Alan balik bertanya.


Nadia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tak lama pelayan yang melayani nadia sebelum nya datang menghampiri mereka.


"Nona, apakah anda yang tadi datang ke toko.?" Tanya nya.


"Iy-iya mbak." Jawab nadia.


"Jadi kamu yang melayani gadis bodoh ini tadi siang?" Tanya alan.


"Gadis bodoh..!" Pelayan itu mengulangi ucapan alan.


"Maksudku gadis ini.!" Dia mendorong tubuh nadia agar berada di depan nya.


"Benar pak. Apakah ada yang bisa saya bantu? Apakah ada yang salah soal belanjaan nya nona?"


Nadia menggelelng. "Tidak.! Tidak ada yang salah mbak"


"Berikan semua tas yang ada di toko ini. Aku akan membelinya. Semuanya..!!" Tegas alan.


Beberapa menit mereka menunggu sedangkan pelayan sedang menghitung semua totalan belanjaan alan.


"Pak, apakah ini tidak berlebihan. Untuk apa membeli semua tas yang ada di toko ini.! Pasti harga nya sangat mahal. Lagi pula untuk apa semua tas sebanyak itu?" Nadia menunjuk beberapa tas yang sudah tersedia di papper bag di depan meja kasir.


"Aku sudah bilang uangku masih mampu membeli 10 tas bahkan semua tas yang ada di toko ini. Tapi kamu malah membeli tas di pasar yang harga nya ratusan ribu. Aku Alan dirgantara merasa sangat terhina.!" Ucap nya dingin.


Nadia mengerutkan kedua alis nya. Benar-benar manusia aneh. Ada orang yang membuang-buang uang memborong semua tas hanya karena merasa terhina.! Ya ampun kenapa suami kontrak nya mempunyai sifat seperti ini. Nadia menepuk jidat nya.


Tak lama pelayan itu menyelesaikan transaksi dan mereka kembali ke apartemen.


********


"Lain kali jika aku menyuruhmu membeli seseuatu belilah walaupun barang itu limited edition ataupun harganya yang paling mahal sekalipun.!"


Ucap alan sambil menyantap makanan nya. Ya, mereka sedang makan malam.


Ada apa dengan laki-laki yang ada di depan nadia itu? Kenapa dia sampai sebegitunya hanya karena nadia tidak membeli tas.


Bahkan dia rela balik lagi dan memborong semua tas di toko tersebut hanya untuk nadia.


Nadia tersenyum tipis. Kenapa ada rasa senang di lubuk hatinya. Walapun masih sekecil biji jagung.


Ternyata ada sifat alan yang membuatnya merasa tersentuh.


Selesai makan malam seperti biasa nadia membereskan meja makan. Dan mencuci piring.


Alan melangkah menghampiri nadia.


"Ehem" alan berdehem membuat nadia terkejut, dia membalikan badan nya.


"Besok berangkat bersamaku.!!" Ucap alan.


"Baiklah." Sahut nadia. Lalu alan pergi kembali ke kamar nya. Nadia masih menatap kepergian alan.


***********


jangan lupa kasih vote like & komen nya. Biar nadia & alan lebih bersemangat. 😊