SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 14 : Temui orangtuaku



Mata nadia membulat sempurna saking terkejutnya dia hampir tidak bisa berkata-kata.


Apa yang terjadi saat ini mereka sedang bertatapan mata mereka bertemu dengan jarak beberapa senti saja. Bahkan nafas mereka berdua yang menderu bisa terdengar.


Ada satu hal lagi yang membuat nadia tidak tahu harus berbuat apa. Saat merasakan bibir nya bersentuhan dengan bibir alan. Tubuh nya menindih tubuh alan dan mereka tergeletak di lantai.


Setelah sadar akhirnya dengan cepat nadia bangun.


"Ya ampun... Apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini?" Gumam nya dalam hati sambil meringis. Dia kini sudah berdiri dan membelakangi alan.


"Hah.! Apa ini?" Ucap nya


Setelah meraba bibirnya dia melihat noda merah di jari tangan nya.


"Apakah Lipstickku luntur. Apakah kami berc**uman kenapa sampai belepotan seperti ini" gumam nya panik.


"Ssssssssshhh" tiba-tiba terdengar suara desisan alan. Nadia langsung menengok dan di lihat nya alan sedang meraba sudut bibirnya yang sepertinya berdarah.


"Sial..ini berdarah" ucapnya kesal


"Ya ampun pak. Bibir bapak berdarah. Jadi.. yang menempel di-" Nadia menghentikan ucapan nya di ingin mengatkan kalau noda merah yang menempel di bibirnya bukan lah lipstick nya yang luntur namun itu adalah darah yang keluar dari sudut bibir alan yang sepertinya luka.


"Ini semua karena kamu. Gadis ceroboh.!" Sindir alan sambil berlalu meninggalkan nadia. Dia kemudian mengambil kotak obat dan duduk di sofa. Nadia dengan ragu mengikutinya lalu dia duduk tak jauh dari alan.


"Bi-biar saya saja yang obati pak" dia menawarkan bantuan karena sepertinya alan kesusahan.


"Kenapa tidak dari tadi kamu menawarkan bantuan.!" Geruru alan.


Dengan ragu nadia mendekati alan. Dia meraih kotak obat. Mencari cuttonbud dan obat merah lalu dengan hati-hati mengoleskan nya ke sudut bibir alan.


"Sssssh" desis nya


"Maaf-maaf pak. Pasti perih saya akan pelan-pelan" ucap nadia. Dengan teliti dia mengobati bibir alan yang luka sambil sedikit mengipas-ngipas menggunakan telapak tangan nya.


Suasanya menjadi canggung lagi. Saat mata mereka saling bertatapan. Nadia menjadi salah tingkah. Lalu dengan cepat dia menjauh dari alan.


"Sudah selesai pak" ucap nya sambil menutup kotak obat itu.


"Lain kali jangan membuat masalah bisa tidak.?" Ucap alan kepada nadia.


"Maafkan saya pak. Saya tidak bermaksud-" nadia berhenti seketika menatap alan.


"Itu jugakan karena bapak menarik tangan saya, akhirnya saya terjatuh kepala saya mengenai sudut bibir bapak lalu terjatuh" gerutu nadia.


"Jadi kamu menyalahkan saya.!" Sahut alan dengan nada sedikit meninggi. Membuat nadia segan.


"Tidak pak bukan begitu" ucap nya pelan.


"Lagipula apa susahnya hanya tinggal melangkah masuk saja" lanjutnya sambil membuang muka.


"Saya ragu mau masuk atau tidak karena saya takut.!" Balas nadia. Seketika membuat alan menatap lagi padanya.


"Takut.! Hahahahaha.." alan tertawa terbahak membuat nadia teheran.


"Awwww.." dia meringis lagi karena bibirnya terasa perih.


"Dengar yah gadis ceroboh. Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Aku menyuruhmu kesini karena ingin menanyakan apakah kamu sudah berbicara kepada orang tuamu mengenai pertemuan keluarga itu, jadi jangan berpikir macam-macam kamu itu bukan tipeku.! Dasar bocah ingusan" cacinya pada nadia.


Nadia hanya mengerucutkan bibirnya. Dia tidak ambil hati ucapan alan.


"Kalau aku bukan tipenya kenapa dia mengatakan kepada semua orang kalau aku ini pacarnya dan mengajakku menikah.! Dasar laki-laki aneh.!" Gerutunya.


"Kenapa malah diam.!" Bentak alan.


"Saya.. belum mengatakan apa-apa pada bapak saya. Lagipula bagaimana saya mengatakan.!" Balas nadia dengan wajah memelas.


"Ya ampun kamu ini bodoh sekali.! Kamu tinggal mengatakan kalau kamu akan bertunangan dan keluargaku akan mengadakan pertemuan apa susah nya mengatakan itu, jangan buang-buang waktu eyangku meminta pertemuanya di adakan besok malam.!"


"Apa.! Besok malam.!" Sahut nadia terkejut.


"Iya besok malam. Jadi cepatlah kamu katakan pada orang tuamu.!"


"Saya. Tidak bisa mengatakan nya pak" ucapan nadia semakin membuat alan kesal.


"Ya ampun..kamu tinggal ikuti saja kata-kataku yang tadi"


Nadia hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya. Tingkahnya benar-benar membuat alan kesal dan tambah frustasi.


"Kamu ini benar-benar bodoh.!" Dia berkata sambil menunjuk jidat nadia dengan jari telunjuk nya.


"Kalau begitu bapak saja yang mengatakannya pada orang tua saya. Lagi pula bapak yang mempunyai ide ini dan mengajak saya bertunagan bukankah sudah sewajarnya laki-laki yang menghadap langsung kepada orang tua perempuan jika ingin meminta ijin. Berani tidak.!" Tantang nadia dengan kesal karena sedari tadi alan hanya mengolok-olok nya.


"Jadi kamu meremehkanku.! Baiklah aku yang akan berbicara langsung kepada orang tuamu." Balas nya dengan percaya diri.


"Yasudah kalau begitu kita temui orang tuaku.!" Sahut nadia.


*******


*Kira-kira apakah alan berani meminta ijin kepada orang tua nadia?


Author udah update sampe bab ini kira-kira bagaimana pendapatnya pada readers..??


Jangan lupa like dan beri vote yah beri dukunangan nya ramaikan kisah alan dan nadia di tiap episode nya.... biar author tambah semangat.!!!