SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 2 : Apa kamu mau mati



Setelah seselai sholat subuh. Nadia bergegas ke dapur untuk membuatkan nasi goreng dari Nasi sisa yang masih berada di dalam ricecooker di dapurnya.


Setelah itu dia langsung bersiap dan membangungkan Naufal. Setengah 6 dia pergi membelikan bubur untuk bapak nya.


Tak lama ia kembali dan langsung sarapan bersama adik nya. Sedangkan pak husein sudah nadia suapi dan diberikan obat.


"Kakak harus berangkat sekarang" ucap nya sambil berjalan ke kamar.


"Iya kak" jawab naufal


"Setelah pulang sekolah kamu langsung pulang yah. Jangan main jagain bapak takut nya kakak pulang sore. Ini untuk bekal kamu dan beli makan nanti" Nadia menyodorkan yang dua puluh tiga ribu dari dompet lipat nya. Itu adalah uang simpanan nya. Naufal menerimanya setelah itu Nadia berpamitan.


******


Dia sedang menunggu di halte bus untuk berangkat ke kantor. Karena hari ini pak husein tidak narik angkot jadi nadia berjalan kaki menuju pangkalan, biasanya dia selalu ikut bersama bapak nya.


"Ya ampun udah jam segini bisa-bisa aku telat" ucap nya khawatir.


Tak lama bus terakhirpun datang karena padat penumpang Nadia tidak kebagian tempat duduk. Namun itu sudah hal bisa baginya.


Bus itu berhenti di halte seberang hotel. Nadia hanya tinggal menyebrang saja.


Saat dia sudah berada dekat dengan hotel tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkan nya.


Tiiiiiiiiiidddddd.... terdengar sangat nyaring.


Karena berpikir kalau dia akan tertabrak Nadia menutup kedua telinga nya.


"Hei... Apa kamu mau mati.!" Ucap seorang laki-laki dengan suara berat dan penuh emosi. Nadia masih syok dan dia belum berani menatap ke arah sumber suara itu.


"Ma-maafkan saya" ucap nya.


"Lain kali kalau berjalan pakai mata. Jangan asal menyebrang saja." Gerutu nya lagi akhirnya Nadia menonggak dan menatap wajah laki-laki itu.


Laki-laki dengan setelan jas hitam dengan tubuh tinggi kekar rambut hitam dan wajah nya sangat tampan. Membuat Nadia seketika terpanah melihat nya.


"Kenapa kamu malah diam saja.! Minggir mobilku mau lewat" bentak nya lagi membuat Nadia tersadar. Akhirnya dia menepi dan melihat mobil mewah itu berlalu.


"Ganteng-ganteng tapi sombong sekali. Apa orang kaya raya semuanya deperti itu" gerutunya kesal. Lalu dia berlari lagi untuk segera sampai ke dalam.


Setelah berganti baju. Dia segera keluar dari tempat loker untuk mengambil alat kebersihan.


"Nadia. Apa kamu baru datang.!" Suara laki-laki menegur nya.


"Iya pak, maaf saya terlambat 10 menit" jawab nya. Laki-laki itu menghela nafas berat dia adalah kepala Housekeeping bernama Tedy sekaligus orang yang menginterview nya kemarin.


"Baru juga hari pertama kamu sudah telat.!" Lanjut nya lagi.


"Saya benar-benar minta maaf pak, saya janji saya tidak akan pernah datang terlambat lagi" sahut nya sambil menundukan kepala.


"Yasudah sekarang cepat mulai bekerja. Bersihkan semua sudut-sudut hotel ini karena hari ini calon General Manager yang baru akan datang. Bergabunglah dengan yang lain" perintah nya. Nadia lantas mengangguk dan segera mengambil troli berisi alat kebersihan. Dia mulai bekerja menyapu, membersihkan dinding-dinding kaca dan yang lain nya sesuai bidang pekerjaanya.


*******


"Duduklah sebentar lagi eyangmu datang. Bersikaplah sopan.!" Ujar nya sambil duduk di sebuah sofa.


Dengan duduk menyilangkan kaki dan bersandar pada sofa di sebuah ruangan. Laki-laki itu sedang menunggu eyang yang di maksud oleh ayah nya tadi.


Kleek... Pintu ruangan terbuka. Datang lah laki-laki yang sudah lanjut usia dengan rambut yang sudah hampir memutih rata di dampingin satu orang asisten nya.


"Selamat pagi ayah.!" Ucap nya memberi salam.


Laki-laki muda itu hanya berdiri tanpa berbicara apapun. Terlihat sekali wajah malas nya.


"Selamat pagi. Duduklah" jawab nya.


Mereka bertiga akhirnya berkumpul di sebuah ruangan.


"Akhirnya kamu mau datang kesini juga.!" Ucap nya renta kepada cucu semata wayangnya itu yang baru pulang dari luar negeri.


"Mau bagaimana lagi. Bukankah eyang dan ayah yang memaksaku untuk pulang.!" Balas nya malas. Membuat sang ayah menatap nya tajam.


"Apakah kamu merasa terpaksa?" Tanya laki-laki renta itu.


"Terpaksa ataupun tidak aku pasti akan tetap datang kesini.!" Sahut nya.


"Alan.!" Bentak sang ayah. Membuat nya terdiam.


Sedangkan laki-laki renta itu hanya memberikan kode agar tidak ada perdebatan. Dia sudah sangat tahu sifat alan cucu satu-satunya itu.


*****


Dengan cekatan Nadia membersihkan semua lantai. Hingga dia tiba di sebuah koridor saat ia hendak menyapu terdengar suara bentakan dari dalam ruangan.


"Ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk bersikap seperti itu kepada eyangmu.!" Suara terdengar ke luar ruangan.


"Apakah sikapku ada yang salah? Ayah menyuruhku pulang ke indonesia dan aku sudah menurutinya. Aku juga bersedia bekerja di hotel ini apa itu tidak cukup.!" Sahutan suara laki-laki yang tak asing bagi nya terdengar lagi.


Sambil memegang sapu Nadia mengerlik-ngerlikan matanya. Seakan tak percaya mendengar perdebatan ini.


"Yang benar saja eyang memberikan pilihan seperti itu. Sunggu tidak masuk akal.!"


Suaranya semakin tinggi. Namun tiba-tiba seseorang keluar dari ruangan itu membuat Nadia yang sedang mengepel sangat terkejut.


Brukkk... Di banting nya pintu ruangan itu. Nadia yang melihat masih mematung. Sedangkan laki-laki itu masih tidak menyadari keberadaan Nadia di belakang nya.


"Benar-benar tidak masuk akal.!" Umpat nya kesal. Lalu dia berbalik badan untuk melangkah namun karena lantainya masih licin akhirnya dia terpleset dan tersungkur ke lantai.


Buuukk...Namun karena alan berpegangan pada troli berisi alat kebersihan akhirnya beberapa pembersih lantaipun ikut menimpanya. Dan ember kuning berisi airpun ikut mengguyur tubuh nya.


"Hati-hati pak.!" Teriak nadia yang terlambat.


"Shittttt..!" Ucapnya kesal dengan wajah yang sudah memerah.