
Sesampainya di hotel, nadia justru tidak bisa tenang karena dia berada satu kamar bersama alan.
"Ya ampun dingin sekali." Gumam nya sambil mengintip ke arah jendela. Rupanya di sana sedang musim dingin.
"Aku ingin mandi, dari sampai kesini aku belum membersihkan badan,, uuuch" nadia mencium aroma tubuh nya.
Tapi kalau dia mandi di kamar ada alan. Kalaupun tidak mandi nadia tidak merasa nyaman. Ahk membuat di lema saja.
"Terserahlah mumpung dia masih tidur sepertinya aku harus cepat-cepat ke kamar mandi sekarang.!" Nadia bergegas lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air hangat.
"Ahhhh... Ya ampun enak sekali.!" Begitu dia masuk ke dalam.
Karena terlalu terbawa suasana di dalam kamar mandi. Nadia sampai bersenandung sambil membersihkan badannya. Ia sampai lupa kalau di luar ada alan yang sedang tidur.
Hampir setengah jam akhirnya dia selesai. Nadia mengeringkan badan nya namun dia panik saat sadar kalau dia lupa membawa baju ganti, dia hanya membawa pakaian dalam saja.
"Ya ampun bagaimana ini,aku lupa membawa bajuku.!" Ucap nya khawatir dengan handuk kecil yang masih membungkus kepalanya.
Dia akhirnya mendekat ke pintu kamar mandi dan menempelkan telinganya.
"Sepertinya dia belum bangun aku harus keluar sekarang untuk mengambil baju. Iya benar.!"
Sebelum membuka pintu. Nadia melepas handuk kecil yang melingkar di kepalanya lalu ia mengganti nya dengan menutup tubuh bagian atasnya. Karena dia hanya mengenakan handuk yang pendek yang menutup bagian dada bawah nya hingga sampai atas lutut nya.
Kreeeeeeeeekkk... Dia mulai membuka handle pintu.
"Kyaaaaaaaaa....!!" Teriak nya begitu dia keluar dari kamar mandi. Karena terkejut dia refleks melepas handuk kecil yang dia pegangi untuk menutup bagian atas dadanya.
"Kenapa kamu berteriak.!" Ucap alan heran.
"Se-sejak kapan pak alan disini?" Tanya nadia
"Sejak 25 menit yang lalu aku berdiri disini.!" Jawab nya dingin. Rambut setengah kering nadia terurai. Kulitnya yang putih bersih seakan mengalihkan pandangan alan.
Dengan sudah payah dia menelan saliva nya, apakah has**rat alan sebagai laki-laki dewasa tergoda oleh tubuh nadia.
"Apa yang aku pikirkan.!" Batin nya sambil memalingkan wajah nya.
"Minggir aku mau ke kamar mandi.!" Dia menggeser tubuh nadia.
Lalu dengan cepat nadia berjalan kr arah wardobe dan memakai pakaian.
"Sial..!! Apa yang aku pikirkan tentang gadis bodoh itu." Gerutunya di dalam kamar mandi
"Tapi, tubuhnya itu..." Ia tak melanjutkan ucapan nya.
*******
"Lebih baik aku keluar saja, dari pada mengalami kejadia seperti tadi.!" Namun sebelum keluar dia mendekat ke arah pintu kamar mandi.
"Aku akan menunggu di luar.! Silahkan jika mau berganti baju" ucap nya dengan suara sedikit keras agar terdengar oleh alan.
"Cihhhh.. dasar bodoh.! Kamar ini begitu luas apakah harus menunggu di luar.. akupun tidak akan memamerkan tubuh atletisku ini kepadanya.!" Ucap nya sombong.
*****
Hampir satu jam namun alan belum juga keluar dari kamar hotel.
"Ya ampun dingin sekali.!! Apa dia belum juga selesai?" Tanya nadia sambil mengusap badan nya.
Dia akhirnya berjongkok di depan pintu sambil meniupi kedua telapak tangan nya.
"Apa dia tidak akan masuk ke dalam?" Tanya alan yang telah selesai mandi dan kini dia sudah rapih dengan pakaian nya.
Kleeeeek... Alan membuka pintu hotel namun tak ada orang. Lalu dia menatap nadia yang sedang berjongkok.
"Hei..gadis bodoh.!" Ucap nya sambil mengusik tubuh nadia dengan kakinya.
"Bangunlah.. apa kamu mau mati kedinginan disini.!" Lanjutnya.
"Ahk..apakah sudah selesai?" Sahut nadia sambil mendonggakkan kepalanya.
"Masuklah..! Kamu ini bisa menunggu di dalam kenapa harus keluar" gumam alan.
"Aku akan kedalam jika pak alan sudah selesai.!"
"Sekarang masuklah..! Aku akan keluar" ucap nya sambil menutup pintu.
"Mau kemana?" Tanya nadia spontan.
Alan menghentikan langkahnya. Lalu berbalik badan menatap nadia.
"Bukan urusanmu." Dia kemudian berlalu pergi.
Nadia menatap alan yang sudah menjauh.
"Iya, memang bukan urusanku kenapa juga aku bertanya. Memang nya dia mau kemana di cuaca dingin seperti ini" gerutunya sambil masuk ke dalam.
"Terserah dia saja. Aku tidak perduli yang penting aku mau menghangatkan tubuhku" ucap nya dengan sedikit mengigil karena hampir satu jam dia berada di depan kamar hotel.
Nadia mencari selimut dan mengambil nya, hanya selimut berukuran sedang yang ia temui, karena jika mengambil badcover yang ada di tempat tidur tentu saja alan pasti tidak setuju, lalu dia menuju sofa dan meringkukan tubuh nya disana.