SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 3 : Memberi pelajaran



Dengan cepat Nadia mengelap jas alan menggunakan lap kotor. Sontak hal itu membuat alan semakin jengkel.


"Apa yang kamu lakukan.!" Bentak nya sambil memelototi gadis yang sibuk mengelap jas nya.


"Sa-saya sedang membersihkan baju bapak" jawab nya tanpa berani menatap wajah alan.


"Stopp.!!" Teriak nya membuat Nadia menadahkan kepalanya. Dan pada saat itulah mereka bertatapan. Betapa terkejutnya nadia kalau ternyata laki-laki itu adalah orang yang tadi pagi hampir menabraknya bahkan memarahinya.


"Kamu.!" Lanjut nya sambil menunjuk lalu alan berdiri begitupun nadia. "Kamu kan gadis tadi pagi yang berjalan sembarangan, sedang apa kamu disini?" Tanya nya.


Melihat keributan tedi yang kebetulan sedang lewat langsung menghampiri Nadia.


"Nadia, ada apa ini?" Tanya nya panik apa lagi dia melihat laki-laki berjas itu yang sudah basah kuyup hampir setengah badan nya.


Tentu saja tedi panik karena dia mengetahui siapa alan.


"Jadi nama kamu nadia" sambung nya.


"Iya pak. Dia pegawai baru disini" tedi menyahuti.


"Siapa kamu? Aku tidak bertanya padamu.!" Tedi ikut-ikutan kena omel alan.


"Saya Head Housekeeping di hotel ini pak, maafkan kesalahan petugas saya pak" ucap nya mewakili nadia yang sedari tadi hanya bisa terdiam.


"Oh jadi kamu atasan gadis ini.! Lain kali kalau mencari pegawai itu yang bisa bekerja jangan yang ceroboh. Orang seperti ini kamu pekerjakan di hotel kelas atas. Lebih baik pecat saja dia.!" Tegas nya membuat mata Nadia membulat sempurna.


"Apa pak.! Tolong jangan pecat saya pak saya baru saja masuk hari ini, saya juga butuh pekerjaan ini.!"


Tatapan mengintimidasi dari alan membuat nadia tidak bisa berkutik bahkan air mata sudah memenuhi pelupuk matanya. Bagimana ini baru satu hari bekerja masa harus di pecat. Dia sangat butuh pekerjaan ini.


"Itu bukan urusanku.!" Ucap nya sambil berlalu.


Tedi yang juga bingung harus berbuat apa malah menjadi dilema. Kalaupun dia meminta maaf kepada alan tentu saja dia akan kena marah juga, mengingat alan sedang sangat emosi.


"Bagaimana ini pak. Tolong jangan pecat saya." Rengek nya pada tedi.


"Kamu itu baru saja sehari bekerja sudah membuat ulah. Kamu tahu dia itu siapa.! Dia adalah anak dari General Manager dan dia adalah calon General Manager yang baru." Jelas tedi. Membuat Nadia semakin terkejut.


Habislah sudah riwayatnya.


"La-lalu saya harus bagaimana pak. Apapun akan saya lakukan agar tetap bisa bekerja bahkan kalau saya harus meminta maaf langsung kepada General Manager itu.!" Rintih nya.


"Sudahlah kamu bereskan saja ini. Nanti kita bicarakan lagi" perintah nya lalu dia meninggalkan nadia.


******


Alan sudah tiba di apartemen nya, karena setelah kejadian itu dia langsung meninggalkan hotel.


Bruh.. dia melempas jas yang sudah basah itu. "Kenapa aku hari ini sangat sial sekali.! Semua ini gara-gara gadis itu." Gerutunya sambil membuka kemeja putih yang ia kenakan. Dada bidang dan perut kotak-kotak nya terlihat jelas.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi dan raut wajahnya seketika berubah menjadi lebih baik.


"Halo" ucap nya


"Kamu kemana saja. Kenapa tidak menghubungiku.!" Suara perempuan terdengar dari seberang.


"Maafkan aku sayang. Hari ini aku sibuk dan juga sangat sial.!" Jawab nya sambil merebahkan tubuh nya di sofa.


"Baru saja satu hari di hotel kamu sudah sibuk. Bagaimana kalau kamu sudah resmi bekerja disana meneruskan orang tuamu" gerutunya tak henti-henti.


"Maafkan aku. Lain kali aku akan mengabarimu setiap saat. Sudah jangan marah lagi" dia coba menenagkan nya.


Setelah menutup panggilan telepon nya, alan mengusap wajah nya kasar lalu memejamkan matanya. Namun tiba-tiba matanya mengerjap lagi.


"Gadis itu.! Aku harus memberi pelajaran padanya." Umpatnya.


Alan segera meraih handphone nya lagi lalu dia mengirim beberapa pesan. Tak butuh waktu lama dia langsung mendapatkan balasan.


"Halo selamat sore" ucap laki-laki disebrang sana dengan ramah.


"Apakah kamu Head housekepping di hotel Dirgantara.?" Tanya nya langsung


"Benar,ada yang bisa saya bantu?"


"Saya Alan dirgantara, saya ingin pegawai baru yang bernama Nadia untuk menghadap saya besok.!" Tegas nya.


"Pak Alan.!" Sahut tedi yang terkejut. "Ba-baiklah pak. Akan saya sampaikan pada pegawai saya" jawab nya.


Tanpa basa-basi alan langsung menutup panggilan telepon itu. Senyuman licik tersungging di bibirnya.