SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 46 : Makan malam



Ini adalah hari libur. Pantas saja alan bersantai pagi ini.


"Nadia" panggilnya sambil berjalan menuju meja makan.


"Ya" jawab nadia singkat sambil sibuk mengaduk nasi goreng yang masih ada di wajan.


"Hari ini kamu ada acara?"


Nadia sempat melirikan matanya. Namun dia tak melihat kearah alan.


"Eum..sepertinya tidak.!"


"Aku ingin keluar hari ini. Bagaimana kalau nanti kita makan malam di luar,jadi kamu tidak perlu memasak.!"


Kali ini ucapan alan membuat nadia menghentikan aktifitasnya.


"Keluar.! Ada apa tumben sekali dia mengajakku pergi keluar.!" Batin nya heran.


"Kemana?" Nadia menghampiri alan sambil membawa dua piring nasi goreng.


"Perjalan-jalan saja.!" Ucap alan dingin


Nadia duduk dan mentap alan intens.


"Ada apa? Kenapa kamu mentapku seperti itu?"


"Apa kali ini pak alan akan meninggalkanku lagi?" Tanya nya sendikit menyindir.


"Ehem.." alan berdehem. "Tidak mungkin, kamu tenang saja.!"


"Awas saja kalau sampai meninggalkanku lagi..!" Ancam nya seraya menyantap sarpaan nya.


"Kalaupun aku meninggalkanmu kamu pasti tahu jalan pulang karena ini di indonesia.!"


Sahut alan cuek.


Nadia hanya kesal dan mengecurutkan bibirnya.


"Ishh dasar menyebalkan.!"


Tibalah mereka di sebuah restoran yang cukup elit. Sudah tiba waktunya makan malam.


Seperti biasa nadia hanya mengenakan pakaian sederhana. Begitu juga alan, namun karena dasar nya dia tampan dan berkharisma sehingga tetap saja terlihat mempesona. Banyak wanita-wanita yang meliriknya saat mereka berjalan.


"Cepatlah pesan" ucap alan.


Nadia membuka buku menu, matanya terbelalak saat melihat beberapa harga menu di restoran itu.


"Apakah tidak ada yang lebih murah.! Kalau semahal ini lebih aku masak di rumah saja.! Ah tapi masa bodo dia ini yang bayar.!" Umpat nya sambil melirik alan.


"Ada apa?"


"Ahk tidak, aku memesan ini saja.!"


Setelah selesai memesan mereka kini sedang menunggu hidangan. Tak lama para pelayan datang. Dan mereka segera menyantap makan malam nya.


Drrrrt....drrrtt....drttt...


Ting.. ting...tingg..


Beberapa bunyi notif terdengar dari handphone alan. Dengan perlahan dia memeriksanya.


"Aku harus keluar dulu.!" Ucap nya seraya beranjak.


"Tunguu.! Apakah pak alan akan kembali lagi?" Tanya nadia khawatir.


"Tentu saja.!" Jawab nya kesal. Lalu dia meninggalkan meja mereka.


"Awas saja kalau dia meninggalakanku lagi. Aku akan bernar-benar marah. Walaupun aku bisa pulang sendiri tapi siapa yang akan membayar semua makanan ini..!" Gumam nadia.


Di sebuah suduh restoran. Alan menepi dan menjawab panggilan telepon.


"Ya." Sahut nya.


"Saya sudah mengirimkan beberapa foto, apakah bapak sudah melihatnya.?" Ucap seorang laki-laki dari seberang sana.


Mereka bercakap menggunakan bahasa inggris.


"Aku akan melihatnya.!" Alan langsung menutup panggilan nya. Lalu membuka pesan yang masuk. Di lihat nya beberapa foto.


Sungguh membuat mata nya hampir keluar. Membelalak sempurna saat melihat foto-foto itu.


"Halo. Apa kau yakin itu dia?" Alan segera menghubungi orang yang sama.


"Saya yakin, saya sudah memastikannya dan tidak mungkin salah orang.!"


"Sial..." Umpat nya. Hatinya menggebu.


"Selidik semuanya dan cari tahu semua informasinya.!"


"Baik pak."


Percakapan mereka selesai. Alan segera memasukan handphone nya.


Dengan hati yang sudah penuh emosi. Alan hendak melangkah keluar dari restoran. Namun dia teringat sesuatu.


Alan membalikan badannya dan menatap nadia yang masih duduk di dalam.


Dengan tarikan nafas yang berat. Alan kembali berjalan masuk dan menghampiri nadia.


"Apakah urusannya sudah selesai? Cepatlah makan nanti makanan nya dingin tidak enak." Ucap nadia sambil menyuapkan suapan terakhir di piring nya.


"Aku tidak berselera. Apa kamu sudah selesai?"


"Eeum" sahut nadia mengangguk sambil mengunyah makanan di mulut nya.


"Kalau begitu kita pulang sekarang.!"


Mendengar ucapan alan membuat nadia heran. Dia segera menelan makanan nya lalu meraih gelas minum.


"Pulang bagaimana? Pak alan saja belum makan. Dan ini lihat masih banyak makanan yang lain"


"Aku bilang tidak berselera dan aku akan pulang sekarang. Kamu mau ikut bersamaku atau tidak.!" Tegas nya sambil menyilangkan tangan di depan dada.


"I-ikutlah, aku tidak mau pulang sendiri.!"


"Yasudah cepat.!"


"Tunggu dulu. Sisa makanan yang belum di makan lebih baik di bungkus saja bawa di rumah. Kan sayang masih banyak.!"


"Ck..ya ampun" gumam alan.


"Tungglah sebenatar." Sambung nadia.


Nadia menunggu di dekat kasir. Sedangkan alan membayar tagihan mereka.


"Nih.!" Alan memeberikan dua bingkisan berisi makanan.


Nadia tersenyum bahagia sambil mengambil nya.


"Ayo kita pulang.!" Ajak nadia. Dengan refleks dia menggandeng tangan alan dan menuntun nya.


Kini mereka benar-benar terlihat seperti sepasang suami istri. Alan yang terkejut hanya diam dan ikut berjalan sambil menatap tangan nadia yang mengunci tangan nya.