SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 8 : Kutunggu



Jam kerjanya sudah berakhir seperti biasa, Nadia bergegas menuju ruangan alan untuk melakukan pekerjaan nya,yups membersihkan ruangan kerjanya sesuai perintah alan.


Namun saat berjalan dia melihat seseorang yang dia kenal.


"Tunggu.!" Teriaknya lalu Nadia berjalan cepat menghampiri lelaki itu. "Tunggu dulu" ucap nya terengah-engah.


"Ya ampun akhirnya kita bertemu lagi, aku mencarimu beberapa hari ini"


"Kenapa mencariku?" Tanya nya polos.


"Aku hanya ingin mengembalikan ini, sampu tanganmu" Nadia mengambil sapu tangan dari tasnya lalu memberikan kepada sang pemilik.


"Tidak perlu simpan saja" tolak nya sambil tersenyum.


Nadia menggelengkan kepalanya. "Tidak.! Ini bukan punyaku, karena aku sudah berjanji untuk mengembalikan nya"


"Yasudah aku terima" dia mengambil nya.


"kamu masih bekerja disini? Eumm.. itu artinya kamu tidak di pecat?" Tanya nya lagi dengan ramah.


"Iya, syukurlah aku masih diberikan kesempatan oleh General Manager itu. Walaupun dengan syarat aku harus menuruti setiap perintah nya dan membrsihkan ruangan kerjanya setiap pagi dan sore" ungkap Nadia. Membuat lelaki itu heran dan mengerutkan kedua alis matanya.


"Aku harus pergi sekarang.! Terimakasih atas minuman dan sapu tangan nya, oh iya nama kamu siapa?" Tanya Nadia


"Fran" Jawab Laki-laki itu, nadia menarik tangan nya untuk bersalaman.


"Terimakasih fran, eh tapi sepertinya umur kita berbeda aku enak nya manggil apa?" Nadia berkata polos.


Fran terkekeh, "apakah wajahku terlihat lebih tua darimu?"


"Sepertinya begitu" sahut Nadia dengan menyeringai.


"Umurku baru 35 tahun"


"Apa.!!!!" Nadia terkejut dia merasa tidak sopan karena berbicara seperti orang yang seumuran.


"Ya ampun pak, maafkan saya karena berbicara santai"


Fran semakin terkekeh "pak.! Apakaha aku setua itu? Panggil saja aku kak.!" Ucap alan.


"Baiklah. Kak fran" Sambung Nadia.


"Apakah kamu buru-buru? Aku ingin berbicara padamu?" Tanya nya pada Nadia.


Nadia melirik jam tangan yang ia kenakan.


"Aku harus membersihkan ruangan dulu"


"Kalau begitu aku tunggu sampai kamu selesai,di tempat kemarin kita bertemu bagaiaman?"


Fran mengangguk lalu Nadia pergi berlalu meninggalkan nya. Sambil berlari kecil sesekali nadia menengok ke arah fran yang masih berdiri menatap nya.


*******


Alan yang belum keluar dari ruangan kerjanya karena baru saja selesai berbicara dengan ayah nya hanya duduk menunggu kedatangan Nadia.


"Apakah dia lupa, kenapa jam segini belum datang untuk membersihkan ruanganku.!" Gerutunya. Tak lama handphone nya berbunyi alan langsung menjawab nya.


"Halo,sayang" jawab nya.


"Halo, apakah kamu sudah pulang bekerja?" Tanya celine pacar nya yang berada di luar negeri.


"Aku sudah selesai bekerja, tapi aku masih berada di ruangan kerja"


"Kau ini sibuk sekali sepertinya.!" Keluh nya kepada alan. "Kau tidak lupakan kalau minggu ini kau akan menemuiku?" Rengek nya.


"Eumm itu..-" alan tak melanjutkan ucapan nya. Karena minggu ini ada acara dan ayah nya baru saja memberitahu nya. Bahkan alan belum sempat meminta ijin untuk keluar negeri.


Tok...tok.. terdengar suara pintu di ketuk.


"Selamat sore pak" ucap Nadia lalu dia masuk.


Suara Nadia yang cukup kencang sepertinya terdengar oleh celine.


"Halo, alan, kamu sedang dimana? Siapa tadi sepertinya suara perempuan" tanya nya


"Akh..bukan sayang, kalau begitu aku akan menghubungimu lagi nanti"


"Halo alan,, tunggu" teriak celine namun alan segera menutup panggilan telepon nya begitu Nadia datang.


"Darimana saja kamu? Kenapa baru datang ke ruanganku jam segini?" Alan berdiri menghampiri Nadia.


"Maaf pak, tadi saya ada urusan dulu" jawab Nadia lalu dia menaruh tas nya dan hendak memulai pekerjaan nya.


"Urusan apa! Tidak ada yang lebih penting selain perintahku ingat itu" gretak alan membuat Nadia sedikit kesal.


"Cepat bersihkan.!" Alan lalu duduk di sofa memandori Nadia bekerja.


"Aduh,kenapa dia harus menungguku membersihkan ruangan nya. Biasanya juga dia sudah pulang, aku benar-benar tidak nyaman" umpat Nadia sambil sesekali melirik alan yang masih menatap nya dengan serius.


Alan menatap gadis muda itu dengan serius dari atas sampai bawah. Walaupun penampilan nya sederhana tapi nyatanya Nadia tetap cantik walapun rambut nya hanya di kuncir kuda. Namun paras nya yang cantik kulit nya yang putih badan nya yang semampai tak terlalu tinggi membuat nya semakin terlihat cantik dan menarik.


Alan terhanyut dalam pandangan nya. Menatap lekat wajah Nadia.


"Sepertinya dia masih sangat muda. Dan dia juga terlihat can-" alan tak melanjutkan ucapan nya.


Dia menggelengkan kepalanya. Apa yang dia pikirkan tentang gadis ceroboh itu.! Tidak.! tidak.! Tidak ada yang lebih cantik dan menarik dari pacarnya dan celine juga sangat seksi. Dia tidak mungkin tergoda oleh gadis yang masih ingusan seperti Nadia.