SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 29 : Dia telah tiba



"eumm...pak alan hari ini mau kemana?" Tanya nadia ragu.


Alan mengerlikan matanyanya menatap nadia. Rasanya heran mendapat pertanyaan seperti itu dari nadia.


"Memang nya kenapa? Aku hari ini sibuk.!" Jawab nya dingin


"Yah..sayang sekali, padahal aku ingin pergi jalan-jalan melihat kota paris. Ini kali pertamaku ke negara ini tapi aku tidak bisa menikmatinya" ucap nadia pelan sambil berdiri di depan jendela dan menatap keluar.


Alan masih bisa mendengar suara nadia. Dia melirik nadia dan menatap nya.


"Aku akan keluar sebentar apa kamu mau ikut?" Ajak alan sambil melihat jam tangan nya.


"Kemana? Bukankah pak alan sibuk hari ini?" Nadia balik bertanya.


"Aku-.. aku masih punya waktu sampai nanti sore, jadi cepatlah ganti pakaianmu kalau mau ikut"


"Benarkan.. kalau begitu aku akan bersiap tunggulah aku tidak akan lama" nadia bergegas berganti pakaian ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian dia telah selesai dan mereka langsung berangkat.


*******


Alan mengemudikan mobil tanpa seorang driver.


"Wahh... Bagus sekali, apakah itu menara eiffel?" Tanya nadia antusias.


Dia menatap alan dengan wajah melas.


"Apakah boleh kalau kita kesana. Aku belum pernah kesana dan melihat nya secara langsung.!"


Tidak mendapat jawaban dari alan. Nadia langsung diam dan hanya menatap ke arah jendela menikmati pemandangan di kota itu.


"Celine akan tiba sore ini. Jika aku mengajak nadia apakah akan keburu waktunya.?" Dia bimbang dalam hatinya sambil menatap jam tangan mewah nya.


"Apa kamu sangat ingin kesana?" Tanya alan


Nadia mengangguk sambil menatap alan.


"Kalau tidak bisa juga tidak apa-apa, kita masih ada waktu kan disini. Lebih baik kita beli mantel saja sesuai rencana awal" ucap nadia dengan senyum berat di bibirnya.


Memang benar. Niat awal alan membawa nadia keluar untuk membelikannya mantel, karena di paris sedang musim dingin.


"Kita ke menara eiffel saja dulu. Kalau kita ke pusat perbelanjaan waktunya tidak akan cukup. Aku harus menemui seseorang, tapi ingat hanya sebentar.!"


"Baiklah" jawab nadia senang.


Akhirnya alan memacu kendaraan nya agar lebih cepat.


*******


Sampainya di sana nadia tidak henti-hentinya terkagum dengan semua yang di lihat. Tidak menyangka kalau dia bisa sampai ke paris bahkan kini dia berada di menara eiffel.


"Indah sekali." Serunya sambil melihat-lihat.


Alan menghela nafas "Merepotkan saja.!" Sambil mengambil handphone nadia.


Dengan cepat nadia berpose. Dan meminta alan mengambil foto untuk nya.


"Sekali lagi, sebelah sini pak tolong..!" Ucap nya


Setelah itu dia melihat hasil jepretan alan. Dan nadia sangat puas hasil fotonya sangat jelas dan bagus.


"Sekarang gantian, aku yang akan mengambil foto untuk pak alan.!"


"Tidak usah. Aku tidak mau.!" Dia menolak


"Sebantar saja anggap saja ini sebagai ucapan terimakasihku" dia memaksa alan untuk berpose.


Dan dia sudah dapat beberapa foto alan.


"Sudahlah kamu saja.!"


"Sekali lagi, kita foto berdua.!" Nadia mengajak alan berswafoto. Walaupun wajah alan sangat datar dan dingin.


"Sudah hampir gelap ayo, kita harus pergi dari sini, kamu harus membeli mantel cuaca juga semakin dingin..!" Alan berjalan duluan tanpa mendengar jawaban dari nadia.


Nadia hanya mengikutinya sambil sesekali memotret alan dari belakang.


********


Sampai di pusat perbelanjaan.


"Cepatlah pilih mantel yang cocok untukmu.!" Perintah alan. Lalu dia menunggu di sebuah sofa yang di sediakan di toko branded tersebut.


"Baiklah" sahut nadia. Lalu dia mulai melihat-lihat beberapa model mantel.


Baru saja beberapa menit berlalu, handphone alan berbunyi.


"Celine." Ucap nya. Lalu dengan cepat dia menjawab panggilan dari celine.


"Halo sayang." Ucap nya lembut.


"Alan, kamu dimana? Pesawatku sudah landing.!" Ucap nya.


"Apa.!! Bukankah kamu tiba satu jam lagi" ucap alan panik.


"Satu jam lagi.!! Ini sudah sesuai dengan jam penerbanganku. Bukankah kamu sendiri yang memesankan tiket nya apa kamu lupa.!"


Yups,,mungkin saja alan lupa, karena dari tadi dia bersama nadia. Dia pikir celine akan tiba sekitar satu jam lagi. Dia menatap nadia yang masih memilih-milih mantel.


"Kamu dimana? Cepatlah ke airport dan jemput aku.!" Pinta celine.


"Ba-baiklah sayang. Tunggu aku" alan segera menutup panggilan telepon nya dan bergegas keluar dari toko itu, tanpa memperdulikan nadia..