SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 10 : Kaukah itu



Hari minggu sore Nadia sudah bersiap-siap karena dia sudah ada janji dengan fran.


"Kakak mau kemana?" Tanya Naufal saat melihat nadia berpakaian rapih.


"Kakak mau pergi sama teman kerja kakak?" Jawab nya.


"Apa dia orang yang kemarin mengantar kakak pulang? Yang bawa mobil itu kak!" Tanya naufal antusias.


Nadia mengangguk "iyah" jawab nya singkat.


"Wah..asik dong kakak di jemput pake mobil bagus. Dia pacar kakak yah" goda nya.


"Bukan. Dia itu teman kakak yang sama-sama kerja di hotel"


Tak lama suara mobil berhenti tepat di depan rumah Nadia. Dia dan naufal segera keluar.


Dilihat nya fran keluar dari mobil itu, lalu dia menghampiri pak husein yang sedang mengoprek angkot tua nya.


"Maaf, cari siapa ya?" Tanya nya heran karena ada laki-laki menggunakan mobil mewah berhenti tepat di depan rumah nya.


"Selamat sore pak. Saya teman nya nadia" ucap nya ramah sambil mengajak pak husein bersalaman.


"Tangan bapak kotor" balas nya sambil mengelap tangan nya dengan handuk kecil.


"Kak fran, sudah datang" nadia menyahuti dan menghampiri fran.


"Dia siapa?" Tanya pak husein pada nadia secara bisik-bisik namun masih bisa di dengar oleh fran


"Dia teman kerja nadia pak. Namanya kak fran" jawab nadia


"Oh.. jadi dia yang mau jemput kamu buat ke acara di hotel itu"


"Iya pak. Saya mau minta ijin untuk mengajak nadia ke acara di hotel tempat kami bekerja. Acaranya tidak akan selesai sampai larut malam. Itupun kalau bapak mengijinkan"


"Tentu saja bapak mengijinkan, nadia juga sudah bicara pada bapak dari kemarin. Yang penting tolong jaga nadia saja nak fran" ucap pak husein.


"Itu pasti pak" sahut nya. "Ayo kita harus berangkat sekarang" ajak nya pada nadia.


"Nadia pamit dulu pak" dia mencium tangan pak husein dan berpamitan pada naufal. Begitu juga fran.


*********


Fran memarkirkan mobil nya di sebuah mall yang cukup besar, nadia heran di buatnya.


"Kenapa kita malah ke mall kak, apakah acaranya disini?" Tanya nya polos sambil membuka safety belt.


"Tidak. Acaranya tetap di hotel, kita akan mencari baju dulu masa kita datang ke pesta dengan setelan jeans begini" ucap nya. Nadia melihat celana yang di pakai nya begitu juga fran.


Akhirnya mereka masuk ke dalam. Fran membawa nadia masuk ke sebuah butik yang cukup mewah. Dia menyuruh nadia memilih baju dan diapun memilih setelan jas untuk nya.


Beberapa menit kemudia.


"Bagaimana apa kamu sudah dapat?" Dia menghampiri nadia yang sedari tadi terus memilih. Sedangkan fran sudah dapat satu stel pakaian lengkap dengan jas dan dasi.


"Belum kak" nadia menggeleng.


"Loh kenapa? Apakah tidak ada satupun gaun yang kamu suka?" Dia ikut melihat-lihat.


Nadia menarik tangan fran agar sedikit menjauh dari pelayan toko.


"Disini harga nya sangat mahal bagaimana aku bisa membayarnya. Kita cari baju obralan saja kak" ucap nadia membuat frans terkekeh mendengarnya.


"Ya ampun aku kira kenapa? Tidak usah memikirkan tentang harga nya. Aku yang akan bayar" ucap nya sambil tertawa


"Tapi kan kak-" nadia sepertinya keberatan.


"Ini adalah fasilitas dari hotel. Untuk semua tamu undangan jadi tenang saja" dia coba membohongi nadia agar mau memilih baju.


"Benarkah.!" Sahut nya terlihat senang.


"Iya, jadi cepatlah pilih waktu kita tidak lama"


Fran meminta pelayan membantu nadia memilih gaun dan juga untuk memake over nadia.


Setelah hampir 20 menit fran menunggu. Akhirnya nadia keluar dari ruang ganti dia sudah mengenakan gaun berwarna grey dengan higheels dan wajah nya sudah di rias oleh pelayan di butik tersebut.


Fran begitu terpesona melihat nadia dia terlihat sangat cantik. Rambut kuncir kuda nya kini terurai indah. Kulit putih nya terlihat jelas gaun yang menjuntai itu membuat nadia semakin terlihat memesona.


"Akh cantik sekali" sahut nya membuat nadia tersipu. "Maksudku sangat cocok denganmu" dia coba mencari alasan.


"Ayo kita berangkat" ajak fran dia memang sudah siap dengan setelan jas nya.


*******


Mereka sudah tiba di ballroom hotel Dirgantara. Fran mengisi buku tamu undangan sedangkan nadia hanya mengikutinya dari belakang.


"Wah... Mewah sekali kak. Ternyata seperti ini suasana pesta di sebuah hotel" ucap nya sambil terus melihat seluruh sudut ruangan itu.


Fran hanya tersenyum melihat tingkah nadia.


"Apa kamu baru pertama kali datang ke pesta?"


Nadia mengangguk "sebenarnya dari jaman aku sekolah banyak teman yang mengadakan pesta ulang tahun di hotel atau gedung-gedung mewah. Mereka juga mengundangku tapi aku tidak pernah datang"


"Kenapa?" Fran bertanya penasaran.


"Karena aku tidak punya gaun atau baju yang cocok dan tidak bisa membawa kado mahal kak" bisik nya pada fran membuat mereka tertawa bersamaan.


Dari jauh terlihat sepasang mata menatap nya. Terus memperhatikan mereka tanpa berkedip.


"Itukan fran si koki dari italia, dan gadis itu? Siapa gadis yang bersamanya?" Batin alan bertanya dia terus memperhatikan gadis yang ada di sebelah fran. Alan belum tersadar kalau itu adalah nadia si gadis ceroboh.


"Kak, apakah makan di sini semuanya boleh di coba?" Tanya nya sambil menatap menu kudapan yang di sediakan.


"Tentu saja boleh, apa kamu mau mencoba semunya?"


Nadia mengangguk lagi "aku akan mencoba nya, dan membawa pulang untuk bapak dan naufal"


"Hahaha.. ada-ada saja. Yasudah kamu boleh menicicipi nya silahkan"


Nadia langsung mengambil piring dan mengambil satu persatu makanan itu sambil menicipi nya mulut nya tidak berhenti mengunyah.


"Fran" sapa salah seorang tamu. Fran pun membalas dengan melambaikan tangan dan tersenyum.


"Nadia, aku harus menemui seseorang dulu apa kamu tidak apa-apa disini?" Dia meminta ijin pada nadia.


"Oh baiklah kak, silahkan aku tidak apa-apa" jawab nya tanpa menoleh ke arah fran mulutnya sedang sibuk mengunyah.


Setelah piring nya hampir penuh dan susah payah menelan makanan yang memenuhi mulut kecil nya, nadia mencari tempat duduk akhirnya dia melihat kursi beserta meja bundar di sudut-sudut ruangan saat dia akan melangkah tangan nya di tarik oleh seseorang.


"Heh, gadis ceroboh kaukah ini? sedang apa kamu disini?" Suara itu membuat nadia terkejut.


Dengan susah payah nadia menelan makanan nya dan dia hampir tersendak saking terkejut nya melihat alan di hadapan nya.


"Pa-pak alan" ucap nya.


"Kenapa kamu bisa datang ke acara ini?" Dia masih bertanya.


"Aku, datang bersama kak fran dia mengajakku kesini apakah tidak boleh?"


Nadia bertanya dengan rasa takut.


"Jadi fran yang mengajak nya kesini, apakah mereka saling kenal? Dan fran mendandani gadis ceroboh ini sehingga menjadi cantik.! Apa cantik!" Alan bergumam sendiri membuat nadia terheran.


"Pak alan. Pak" teriak nya membuat alan tersadar namun karena suara nadia sedikit keras membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka. Alan sedikit malu di buatnya dia memalingkan wajah nya.


Mendengar suara nadia, fran langsung menoleh dan di dapatnya nadia bersama alan dan tangan alan mencengkram erat tangan nadian. Dia lalu menghampiri nadia


"Kau.! Bisakah pelankan suaramu" bentak alan dengan suara tertahan.


"Maaf pak, tapi kenapa bapak melamun kan saya jadi takut, takut bapak kesambet" ucap nadia.


"Dasar gadis aneh. Jangan membuat masalah disini.!" Tegas nya


"Tenang saja pak, saya tidak akan membuat masalah" sahut nadia. Lalu alan pergi meninggalkan nya dan dia berpapasan dengan fran mereka beradu pandangn.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya fran saat sudah di hadapan nadia.


"Tidak kak" Jawab nya


Lalu fran membawa nadia untuk duduk dan merekapun duduk bersama nadia dan tamu yang lain.