SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 19 : Mencari alamat



Hari-hari dia lalui, Nadia sudah di larang oleh alan untuk bekerja di hotel.


Dia bahkan baru sekali bertemu dengan alan setelah acara lamaran itu, mereka bertemu saat fitting baju pengantin.


Kedua orang tua alan belum pernah berkunjung ke rumah nadia. Karena alan selalu melarang nya dengan beberapa alasan , walapun mereka harus datang tentu saja nadia tidak akan menolak karena dia sungguh tidak pernah malu dengan keadaan nya. Namum sepertinya keluarga alan juga tidak memandang dari materi karena saat pertama makan malampun melihat penampilan pak husein yang sangat sederhana dan biasa saja mereka tidak menggunjing nya. Dan sudah bisa menyimpulkan kalau calon besannya itu adalah orang biasa saja.


*******


Di rumah nadia.


"Aaakh..aku bosan sekali setiap hari di rumah terus, kenapa sih dia melarangku untuk bekerja padahalkan itu tidak mengganggu persiapan pernikahan" gerutunya..


Saat hendak membaringkan tubuhnya tiba-tiba handphone nya berbunyi.


Drrrrrt....drrrrtttt...


Nadia terkejut melihat siapa yang menghubunginya.


"Kenapa dia tiba-tiba menghubungiku. Ada apa lagi ini" ucap nya.


"Iya halo" jawab nadia.


"Kenapa lama sekali.!" Bentak alan


"Panggilan bapak saja baru masuk, dan langsung saya jawab,lalu apanya yang lama.!” balas nadia


"Sudahlah aku tidak mau mendengar alasanmu. Sekarang dengarkan aku baik-baik


Ibuku akan datang ke rumahmu hari ini-" ucapan alan belum juga selesai namun nadia sudah memotongnya.


"Apa.!!" Teriaknya terkejut.


"Ya ampun suaramu berisik sekali.. apa perlu aku ulangi lagi, IBUKU AKAN DATANG HARI INI KE RUMAHMU" alan mengulanginya dengan penuh penekanan.


"Ha-hari ini. Tapi untuk apa? Bukankah semua persiapan nya sudah hampir selesai." Tanya nya


"Aku tidak tahu. Temui saja dia dan turuti apa yang dia katakan.! Sudahlah aku sibuk akan kuhubungi lagi nanti" alan lantas menutup panggilan itu tanpa mendengarkan apapun lagi dari nadia.


Setelah menerima panggilan telepon dia mematung seketika. Nadia bingung apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia tersadar lalu mengecek seluruh bagian rumah nya dan merapihkan nya.


"Apa lagi yang harus aku rapihkan. Keadaan rumahku memang seperti ini.. tapi ada apa ibunya pak alan sampai datang kesini" gumam nya. Dia lalu melihat jam lalu nadia mengendus-endus badan nya.


"Sepertinya aku harus mandi lagi" ucap nya.


"Kakak mau apa?" Tanya naufal yang baru saja pulang dari luar.


"Kakak mau mandi"


"Bukankah baru saja kakak mandi sebelum naufal pergi"


"Iya. Tapi akan ada tamu datang. Oh iya tolong belikan teh ke warung sepertinya di dapur sudah habis. Ini uang nya" nadia lantas berlari ke belakang. Naufal hanya kebingungan lalu dia pergi ke warung.


Siapa tamu yang akan datang ke rumah nya. Apakah kak fran. Seketika wajah naufal terlihat sumringah diapun bergegas mempercepat langkahnya.


*******


Sebuah mobil mewah akhirnya memasuki pemukiman warga yang cukup padat. Mobil itu melaju dengan sangat pelan.


"Benar bu. Menurut alamat yang ibu berikan ini lah jalan nya. Apakah saya harus bertanya lagi pada warga"


Dia terdiam seketika.


"Emmmm... Yasudah tolong tanyakan saja, sayapun takut salah, takutnya alan memberikan alamat yang tidak benar" ucapnnya lalu membuka lagi handphone nya.


"Baikbu tunggu sebenar" driver nya keluar menanyakan alamat.


Tak berapa lama dia kembali lagi.


"Bagaimana?" Tanya nya penasaran


"Menurut warga ini memang jalan nya. Kita hanya tinggal belok kanan saat pertigaan dan rumah nya persis di pinggir jalan" jawab nya sambil menjalankan lagi mobil.


"Baiklah"


********


Akhirnya bu rossa sampai di rumah nadia.


"Silahkan di minum teh nya bu" ucap nadia sambil menyajikan segelas teh hangat untuk calon mertuanya itu.


"Terimakasih" jawab nya.


Nadia masih canggung saat bertemu dengan ibunya alan. Walaupun mereka sudah beberapa kali bertemu. Bu rossa memang baik, kesan pertama mereka bertemupun dia tidak menunjukan kalau dia tidak suka pada nadia. Bahkan sekrang saat dia harus datang ke rumah nadia yang sederhana dan di daerah padat pendudukpun dia sama sekali tidak menampakan ketidaksukaan nya.


"Jadi disini benar rumah kamu"


"Iya bu, rumah kami disini"


"Ibu kira ibu di kerjai oleh alan. Takut nya dia memberikan alamat yang salah karena ibu harus masuk ke pemukiman"


"Tidak bu memang daerah rumah nadia padat penduduk"


"Ahk bukan itu maksud ibu." Dia merasa tidak enak karena ucapan nya.


"Tidak apa-apa bu, oh iya memang nya ada perlu apa sampai ibu jauh-jauh harus datang kesini?"


"Memang nya tidak boleh kalau ibu berkunjung ke rumah calon menantu ibu?" Tanya nya sambil tersenyum.


"Tidak bu, maksud nadia apakah ada hal yang belum selesai untuk persiapan pernikahan kami?"


"Tentu saja ada. Kamu harus melakukan perawatan. Dan kamu harus segera menginap di hotel mulai malam ini. Bersama adik dan ayahmu juga tentunya." Jelasnya


"Tapikan acaranya masih besok lusa bu"


"Justru itu.. waktunya sudah dekat. Jadi kamu harus menyiapkan diri kamu. Karena untuk semua persiapan pernikahan sudah hampir 100%" jelas nya


"Tapi pak alan- ah.. maksudku kak alan, tidak menyuruhku untuk melakukan perawatan apa-apa bahkan dia tidak mengatakan apapun tentang hal itu"


"Ya ampun kamu jangan terlalu mengandalkan dia. Alan itu anak nya seperti itu terlalu cuek." Serobot nya.


Setelah melalukan percakapan panjang akhirnya nadia berhasil ikut bersama bu rosaa sebenarnya dia juga mengajak langsung bersama naufal dan pak husein namun mereka tidak bisa ikut hari ini karena naufal masih harus sekolah besok pagi walapun bisa saja dia berangkat dari hotel namun pak husein menolaknya karena tidak mau merepotkan. Mereka akan berangkat setelah naufal pulang sekolah karena acara pernikahan nadia memang di adakan saat hari libur.