
Dengan sedikit gelisah, nadia duduk di kursi pesawat. Kini dia sudah di dalam.
"Huhhh" dia menghela nafas berat.
Nadia memandangi ke arah luar jendela.
"Kota yang sangat indah, sayang sekali aku tidak bisa lama-lama menikmati dan menjelajahi keindahan negara ini.!" Gumam nya lirih.
Berapa menit kemudian terdengar pengumuman kalau pesawat akan segera take-off.
************
Di sebuah ruangan rawat inap rumah sakit.
"Naufal apakah tidak apa-apa kalau kamu kakak tinggal sendiri?" Tanya fran.
"Tidak kak, aku tidak apa-apa kak fran pulang saja bukankah kaka harus bekerja." Jawab nya dengan penuh pengertian.
"Baiklah. Kalau ada apa-apa minta pihak rumah sakit hubungi kakak, setelah pulang kerja kakak akan kembali kesini.!"
"Baiklah kak, kakak tidak perlu khawatir lagi pula nanti akan ada bu rossa"
*********
Pesawat yang nandia tumpangi sudah landing.. ya. Dia benar-benar pulang sendiri tanpa di dampingi alan. Tak ada sedikitpun rasa kecewa di hati nadia.
Drrrrrrttt.....drrrrrrrttt....handphone nya berbunyi.
"Pak alan." Ucap nya "halo"
"Dimana kamu?" Tanya nya dari seberang.
"Aku baru saja landing. Dan ini sudah mau keluar."
"Aku tunggu di luar,jangan lama.!" Ucap nya lalu menutup panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari nadia.
"Diluar.? Apa maksud nya, apa dia sudah pulang duluan atau bagaimana?" Gumam nya. Lalu tanpa menunggu lama. Nadia berjalan dengan cepat.
Benar saja begitu dia keluar, sudah terlihat alan berdiri di samping mobil nya.
"Pak alan.! Kapan pak alan pulang? Kenapa sudah sampai duluan?" Tanya nya heran.
"Sudahlah jangan banyak bertanya, cepat masuk..!" Perintah nya
Tanpa menunggu lama nadia masuk ke dalam mobil..
"Kenapa kamu duduk di belakang?" Tanya nya
"Lalu saya harus duduk dimana?" Dia balik bertanya
"Duduk di kursi depan.! Memang nya aku ini sopirmu.!" Tegas nya.
Nadiapun pindah posisi dengan duduk di samping alan di kursi depan. Dan mereka berangkat langsung menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan nadia sesekali melirik alan. Mungkin yang ada di benak nya. Kenapa dia bisa ada di sini, kapan dia pulang? Bukankah dia tidak datang ke airport, apakah dia pulang terlebih dahulu.?
***********
Begitu sampai di rumah sakit. Nadia langsung menanyakan ruangan rawat inap pak husein. Setelah dapat informasi dia langsung berjalan tanpa memperdulikan alan di belakang nya.
Kreeeeek.. dia menggeser pintu ruangan. Di lihat nya naufal yang sedang duduk. Dan pak husein yang di pasangin beberapa selang.
"Bapak.!" Ucap nya lirih
"Kak nadia, kapan kakak pulang?" Tanya naufal sambil menghampiri nadia.
"Bapak sedikit lebih baik kak, baru saja suster memberikan obat dan sepertinya bapak tertidur.!"
"Syukurlah.!! Apa kamu setiap hari menunggu bapak disini? Lalu bagaimana sekolah kamu?"
"Tidak kak. Aku bergantian dengan kak fran dia selalu datang saat naufal sekolah. Dan jika bu rossa ada waktu dia akan datang atau mengirimkan orang untuk menjaga bapak."
"Fran..!" Ucap alan dalam hati.
Tak lama seseorang datang memasuki ruangan.
"Nadia, alan.! Kalian sudah sampai?" Tanya bu rossa sambil mengampiri anak dan menantunya.
"Ibu, iya bu kami baru saja sampai" jawab nadia sambil menyalami mertuanya.
"Kenapa tidak mengabari ibu.!"
Nadia menatap alan.
"Maafkan nadia bu, nadia sangat panik jadi begitu sampai nadia langsung meminta kak alan untuk mengantarkan ke rumah sakit.!"
"Yasudah tidak apa-apa, lebih baik kita keluar saja.! Naufal ini makanan untuk kamu. Ibu akan keluar dulu kamu tidak apa-apa disini?" Ucap bu rossa sambil memberikan bingkisan pada naufal.
"Terimakasih bu, tidak apa-apa, aku akan menunggu bapak."
"Baiklah, anak pintar.! Ayo kita ke bawah saja jangan mengobrol disini.!" Ajak bu rossa"
Akhirnya mereka keluar dan turun ke lantai bawah untuk menuju ke kafetaria di rumah sakit itu.
Pertama bu rossa memberikan informasi mengenai kesehatan pak husein dia menjelaskan nya secara detail. Lalu dia menanyakan tentang honeymoon alan dan nadia yang terganggu.
"Maafkan ibu, mengganggu acara honeymoon kalian. Ibu yang menyiapkan untuk kalian tapi ibu juga yang menghancurkannya."
"Tidak bu, tidak sama sekali nadia tidak merasa seperti itu. Biar bagaimanapun nadia sangat berterimakasih pada ibu sudah repot-tepot menyiapkan acara untuk kami, kami pulang karena kondisi bapak, ibu tidak perlu merasa bersalah nanti lain waktu kami bisa melakukannya lagi.!"
Tanpa sadar nadia berucap seperti itu. Membuat alan langsung memandanginya.
"Apa maksudnya melakukannya lagi? Apa dia masih ingin berbulan madu denganku.!" Batin alan.
"Benar juga. Lalu bagaimana saat disana? Apa kamu senang, kalian pasti menghabiskan waktu berdua di hotel.!" Rayu bu rossa.
"Nadia sangat senang bu, iy-iya kami hanya menghabiskan banyak waktu di hotel" jawab nadia ragu.
Alan hanya menyeruput kopi yang dia pesan.
"Wah berarti kalian sering melakukannya.!! Semoga saja kamu bisa cepat hamil.. hihihi"
Bruuuhhhh... Alan menyemburkan kopinya karena terkejut mendengar ucapan ibunya.
"Hamill.!" Sambungnya dengan wajah terkejut.
"Iya hamil, kalau kalian hanya menghabiskan waktu di hotel. Pasti kalian sering melakukannya kan.!!"
"Melakukan apa maksud ibu?" Tanya alan kesal.
"Ya, ya melakukan itu hubungan suami istri masa kamu tidak mengerti..!"
"Tidak.! Aku tidak mengerti" sahut alan dengan cepat.
"Ooohh.. mungkin kalian masih malu-malu, tapi tidak apa-apa, ibu akan menunggu kabar baiknnya dari kalian saat nadia positif hamil.!"
"Hamil..!" Ucap alan dan nadia bersamaan.