SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 43 : Ijinkan aku ikut



Nadia sudah satu malam berada di rumah mertuanya. Dia tidak mengabari alan. Bahkan dia juga tidak tahu kapan alan akan pulang.


Pagi itu mereka sedang sarapan bersama.


"Bagaimana rumah tangga kalian?" Tanya eyang nya kepada nadia.


"Eum.. rumah tangga kami baik-baik saja eyang"


"Kapan alan kembali? Ku dengar dia mengambil cuti dan pergi keluar negeri.!"


Nadia terdiam sejenak, bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan itu sedangkan diapun tidak tahu kapan alan kembali bahkan untuk urusan apa alan keluar negeripun nadia tidak mengetahuinya.


"Mu-mungkin besok kak alan sudah kembali" Jawab nadia sambil melemparkan senyum.


Laki-laki sepuh itu hanya mengangguk lalu melanjutkan lagi sarapan nya.


************


Di apartemen di kota london.


Celine tak henti-henti mendekap alan.


"Sayang apakah tidak bisa kamu tinggal beberapa hari lagi? Aku masih sangat merindukanmu" pintanya.


Mereka yang berbaring di tempat tidur.


Alan melemparkan senyum masam pada celine.


"Aku harus kembali bekerja, aku hanya mengambil cuti beberapa hari saja lagipula bulan depan aku akan mengunjungimu lagi"


Celine beranjak lalu dia duduk di samping alan sambil menatap alan.


"Kalau begitu aku saja yang ikut denganmu?"


"Itu tidak mungkin celine, kamu juga disini harus menyelesaikan kuliahmu dan ini belum saat nya kamu libur apa kamu akan meninggalkan pendidikanmu begitu saja.!"


Alan menyusul celine. Dia juga terbangung dari tidurnya dan duduk di samping celine.


"Aku rela meninggalkan kuliahku asalkan bisa bertemu denganmu, karena aku sangat mencintaimu, aku ingin berada di dekatmu alan.!"


"Aku tahu.! Aku juga sangat mencintaimu dan aku juga tidak ingin jauh darimu apa lagi kita berbeda negara.!"


"Kalau begitu ijinkan aku ikut denganmu.!" Celine menatap alan.


Mereka bertatapan. Alan meraih wajah celine dengan kedua tangan nya. Dengan secepat kilat alan langsung menc***ium bibir celine.


Awal nya celine hanya diam menerima perlakuan dari alan. Dia membiarkan alan melum***at bibirnya. Mengigit dengan lembut sambil jari-jarinya membelai lembut tengkuk celine.


"Mmmmmpppttt.." suara kecil keluar dari mulut celine.


Sambil masih bercium***an celine meraih tangan kiri alan dengan pelan. Menuntunya turun meyusuri leher nya yang mulus dan kini telapak tangan alan sudah berada di area da**da celine. Alan menatap mata celine.


Namun dengan perlahan alan melepaskan tangan celine. Dia memegang kedua bahu celine lalu mendorongnya dengan pelan agar tubuh celine kembali tertidur. Dan alan menindih tubuh itu.


**********


"Nadia boleh ibu bertanya?" Tanya bu rossa pada nadia. Mereka sedang berada di sofa.


Nadia sedang mengobrol dengan ibu mertuanya. Tidak ada lagi kegiatan yang bisa dia lakukan karena semua kegiatan rumah tangga sudah di lakukan oleh pelayan.


Dan bu rossa juga melarang nadia mengerjakan pekerjaan rumah.


"Iya bu ada apa?" Jawab nya sambil tersenyum.


"Kamu itukan masih sangat muda bahkan umur kamu berbeda jauh dengan alan. Sebelum menikah dengan alan bukankah kamu bekerja di hotel dirgantara?"


Deg... Nadia sempat terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya itu. Kenapa tiba-tiba dia membahas pekerjaan nadia. Apakah bu rossa tidak terima kalau menantunya hanyalah seorang mantan cleaning service di hotel. Tapi setau nadia keluarga alan sudah mengetahuinya.


"Iya bu, dulu aku bekerja di hotel.!"


"Karena sekarang kamu sudah menikah dan tidak ada kesibukan, dari pada bosan menunggu alan setiap hari di apartemen bagaimana kalau kamu melanjutkan pendidikan kamu"


"Melanjutkan pendidikan.!" Sambung nadia.


Bu rossa mengangguk.


"Iya, katanya kamu itu pintar dan berprestasi saat sekolah,makanya kepala housekeeping mau menerima kamu. Kalau begitu kamu lanjut kuliah saja. Lagipula umur kamu masih sangat muda"


"Eum...itu.! Akan nadia pikirkan lagi bu, nadia akan membicarakan nya dulu dengan kak alan" nadia coba memberikan alasan.


"Baiklah kalau begitu" sahut bu rossa sambil tersenyum.


*******


Nadia sedang duduk di tempat tidur. Yups, dia memang menginap di rumah mertuanya dan bu rossa menyuruh nadia untuk tidur di kamar yang alan tempati dulu. Kamar yang cukup luas dan masih terawat walaupun tidak berpenghuni beberapa tahun.


Dia memikirkan lagi ucapan ibu mertuanya yang menyarankan nadia untuk kuliah melanjutkan pendidikan nya.


Dari mana nadia punya biaya untuk kuliah, dan kalau dia kuliah dia pasti akan sibuk lalu pekerjaan rumah tangga nya akan terganggu. Apakah alan masih akan memberinya gaji..


Aaaaaaarrgh.. membuat nadia sangat di lema.