
Alan sedang merendam tubuh nya dengan air hangat.
"Bagaimana nasib gadis itu. Aku ingin sekali melihat wajah kesal nya. Hahaha" dia masih menertawakan Nadia. "Rasakan.! Makanya jangan membuat masalah dengan alan dirgantara. Akan kubuat kau menyesal selamanya" kecam nya.
Tak lama dia menghubungi seseorang. Yups, siapa lagi kalau bukan celine pacarnya yang masih berada di luar negeri.
"Halo sayang kamu sedang apa?" Tanya alan lembut.
"Aku sedang di salon. Bosan sekali kalau aku harus di apartemen terus. Dan setiap malam tidak ada yang menemaniku" keluh nya.
"Aku baru saja pergi beberapa hari. Bersabarlah setelah peresmian di hotel aku akan mengunjungimu dan membawamu kesini" rayu nya.
"Benarkah.! Yasudah aku tunggu, aku tidak sabar ingin menghabiskan waktu denganmu lagi" balas nya. Lalu mereka mengakhiri panggilan telepon nya.
*******
Di sebuah apartemen yang cukup mewah di kota london. Itu adalah apartemen kedua alan namun dia mengijinkan nya untuk di tempati oleh celine.
Seorang pria dan wanita dewasa tengah berduaan. Sang pria sudah bertelanjang dada. Sedangkan sang wanita pakaian nya sudah berantakan tak karuan.
"Siapa itu honey?" Tanya laki-laki itu sambil membelai lembut bahu celine.
"Akh.."leguh nya geli lalu membalikan badan.
"Kau pasti tahu siapa dia. Dia adalah pacarku yang super sibuk dan meninggalkanku begitu saja disini" jawab nya sambil membelai wajah laki-laki itu lalu membenamkan wajahnya ke dada bidang sang lelaki.
"Jika dia pacarmu lalu aku siapa?" Tanya nya sambil mengangkat tubuh celine.
"Kau.! Kau lebih dari pacarku. Karena kau selalu menemaniku disini.!"
Cupph... Celine mengec*p lembut bibir laki-laki itu. Dan laki-laki itu membalasnya dengan penuh naf**su. Mereka akhirnya terbuai dalam ga*rah panas di atas ran*jang.
*******
Hari sudah hampir gelap. Dengan cepat Nadia berjalan menuju rumah nya. Angkot bapak nya masih terparkir di pekarangan rumah.
"Kakak kenapa baru pulang?" Tanya naufal yang sudah menunggu nadia di depan pintu.
"Iya. Kakak tadi harus bekerja lembur" jawab nya lalu mereka masuk kedalam.
"Bapak di kamar. Tadi selesai sholat magrib berjamaah bapak langsung berisitirahat lagi"
"Bapak sudah baikan?" Nadia bertanya lagi. Naufal hanya mengangguk.
"Tadi bapak juga sudah narik angkot lagi walapun tidak sampai satu hari penuh" ucap adik laki-lakinya itu.
"Kenapa harus narik angkot kalau baru baikan, nanti kalau kambuh lagi bagaimana?" Nadia panik.
"Katanya bapak gamau diam di rumah terus minimal bapak dapat penghasilan untuk bisa beli beras. Karena kakak juga baru masuk kerja. Takut nya tidak punya uang simpanan lagi, bapak gamau liat anak nya kelaparan" jelas naufal.
Ucapan itu berhasil membuat air mata nadia menggenang. Betepa sedihnya dia mendengar itu. Disaat sakit-sakitanpun bapak nya masih bisa memikirkan dia dan naufal.
"Mulai besok dan seterusnya kakak akan pulang telat. Dan berangkat lebih awal"
"Memang nya kenapa kak?" Tanya naufal polos.
"Emm.. karena kakak menerima pekerjaan tambahan di hotel. Membersihkan ruangan manager kakak. Jadi nanti kamu kalau mau makan jangan nungguin kakak ya. Jagain juga bapak bilangin jangan capek-capek. Kakak juga akan bekerja keras untuk kamu dan bapak.!" Jelas nadia.
"Baik kak kalau begitu." Sahut Naufal.
Dia terpaksa berbohong pada naufal. Padahal membersihkan ruangan alan bukanlah pekerjaan tambahan yang dia ambil. Justru itu adalah perintah dari alan agar dia masih tetap bisa bekerja di hotel.
*******
Setiap pagi Nadia selalu datang lebih awal. Setelah berganti baju. Dia bergegas membersihkan ruangan alan. Setelah selesai dan pegawai mulai berdatangan nadia akan bersiap-siap dengan pekerjaan nya. Begitupun saat jam pulang. Untung saja beberapa hari ini dia belum bertemu lagi dengan alan. Nadia sangat bersyukur akan hal itu. Dia sudah berganti baju karena jam pulang sudah tiba. Saat membuka tas nya dia menemuka sapu tangan.
"Inikan sapu tangan laki-laki itu" ucap nya.
Setelah kejadian tersebut nadia selalu membawa sapu tangan berwarna cream itu untuk mengembalikan nya. Namun ternyata dia lupa dan dia juga belum bertemu lagi dengan sang lelaki yang menghampirinya.
"Aku yakin dia bekerja disini. Dia pasti di bagian F&B." Ucap nya sambil mengintip di sebuah pintu.
Dilihat nya para juru masak yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.
Nadia menatap orang-orang yang ada di dalam dengan serius. Namun tak di temukan nya seseorang yang dia cari.
"Huh. Sudahlah nanti saja aku kembalikan kalau bertemu lagi dengan dia. Mungkin sekarang dia sudah pulang" gumam nya.