SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING
Episode 17 : Hari pertunangan



Beberapa pelayan sebuah butique sedang melayani alan. Mereka memakaikan jas agar alan bisa melihat dan memilih mana yang cocok dengan nya. Namun dia tetap sibuk berbicara dengan celine melalui handphone nya.


"Aku akan meeting sekarang, jadi nanti kita lanjut lagi" ucap nya sebelum mematikan sambungan telepon itu.


"Bagaimana tuan.!" Ucapan seorang pelayan yang keluar dari ruangan ganti di ikuti nadia di belakang nya.


Alan menoleh dan betapa terkejutnya nya dia, melihat nadia menggunakan gaun putih yang tidak terlalu menjuntai. Dengan rambut nya yang di gerai.


"Cantik nya" gumam nya.


"Apa.! Cantik siapa yang cantik?" Tanya celine dari seberang sana.


"Akh.. tidak.! Aku sedang melihat desain untuk hotel baru. Baiklah sayang aku hubungi lagi nanti. Uang nya akan aku transfer. I love you" kemudian dia memasukan handphone nya.


********


Setelah pulang dari butique nadi langsung kembali ke rumah. Dia di pesankan taxi oleh alan karena dia tidak bisa mengantarnya. Dia harus mengurus beberapa hal.


"Apa kau sudah sampai?" Tanya alan melalui sambungan telepon.


"Saya baru saja sampai." Jawab nya.


"Bagus kalau begitu, jangan lupa kemasi baju kalian dan langsung berangkat ke hotel sore ini juga." Perintah nya.


Yupss.. alan menyuruh nadia dan keluarga nya menginap di salah satu hotel milik keluarga dirgantata. Dimana itu juga akan menjadi tempat pertunangan mereka.


Nadia sudah memebritahu pak husein dan naufal. Sore itu juga mereka berangkat menggunakan taxi.


Sampai nya di hotel nadia segera check in. Sesuai dengan kamar yang sudah di pesankan oleh alan. Dua kamar VIP satu untuknya dan satu kamar lagi untuk naufal dan pak husein.


Di kamar hotel yang mewah itu nadia duduk di pinggir tempat tidur.


Huhh... Dia menghela nafas berat.


"Aku tidak percaya kalau besok adalah hari pertunaganku. Dan setelah itu aku akan menikah" gumam nya.


"Andai saja bukan karena bapak dan naufal aku tidak akan menerima kesepakatan dengan pak alan. Tapi aku ingin melihat bapak sembuh dan naufal hidup nya terjamin. Walaupun aku harus mengorbankan hidupku"


******


Di salah satu kamar hotel.


"Pak, apakah benar kak nadia akan bertunangan dengan boss nya itu?" Tanya naufal seakan tak percaya


"Benar nak, kemarin bapak sudah bertemu langsung dengan keluarga mereka. Dan bapak mendengar secara langsung kalau pak alan melamar kakakmu. Syukurlah bapak sangat bahagia sekali. Akhirnya anak bapak sebentar lagi akan menikah dan mereka juga dari keluarga yang berada itu yang membuat bapak lega. Karena sudah pasti kehidupan kakakmu akan terjamin dia tidak perlu lagi kerja banting tulang untuk kita"


Jelas pak husein.


Namun naufal malah terdiam. Dia merasa ada yang janggal. Walaupun dalam hatinya dia juga merasa senang. Namun saat melihat wajah kakak nya seakan ada sesuatu yang di sembunyikan.


********


Hari H.


Semua tamu undangan sudah berkumpul.


Tak lama Nadia muncul semua mata tertuju padanya. Begitu juga alan. Dari kemarin dia tidak henti-hentinya di buat terpesona oleh nadia.


Setelah menyampaikan beberapa sambutan. Acara intipun dimulai.


Alan dan nadia berdiri berhadap-hadapan. Dia meraih tangan nadia dan memasangkan cicin di jari manis nadia. Begitupun nadia.


Setelah itu semua tamu bertepuk tangan.


Karena terharu pak husein sampai meneteskan air mata.


Sepasang mata yang menatap ke arahnya seakan menyisakan banyak tanya.


Fran menghadiri acara pertunagan mereka. Dia masih tidak menyangka kalau nadia benar-benar bertunagan dengan alan.


Bahkan semenjak kejadia hari itu. Mereka sudah tidak lagi bertemu karena nadia sudah tidak pernah masuk kerja. Dan kalaupun alan datang ke rumah nadia dia merasa tidak enak.


Banyak media yang meliput acara pertunagan mereka.


"PUTRA TUNGGAL KELUARGA DIRGANTARA HARI INI BERTUNAGAN" beberapa artikel muncul hari itu juga.


Alan dan nadia turun dari podium mereka menghampiri pak husein.


Karena terharu nadia langsung memeluk pak husein.


"Selamat ya nak akhirnya kamu telah bertunagan" ucap nya.


Lalu mereka berpindah ke keluarga alan.


Nadia memeluk ibunya alan.


"Selamat atas pertungan kalian" ucap nya lembut.


"Terimakasih tante" balas nadia.


"Tante, kamu ini calon istrinya alan panggil saya "ibu" Tegasnya.


"Eum..baiklah ibu"


Ayah dan eyang nya pun sama memberikan ucapan selamat kepada alan.


Nadia kemudia berfoto keluarga. Lalu dia berfoto dengan keluarga alan.


Cekrekkkk....


*********


Berita itu sampai ke luar negeri. Yupsss celine akhirnya mengetahui pertunangan alan melalui media sosial.


"Apa..!!!" Teriak nya.


"Kurang ajar, alan bertunangan kemarin.! Apakah aku tidak salah membaca berita ini." Dia menatap lekat layar handphone nya.


Lalu dia segera menghubungi alan. Namun tidak ada jawaban. Perasaannya sudah tak tenang dan emosinya sudah sangat meningkat ke level tertinggi.