Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 9 The Assistant



" Ya Allah ini jam berapa sih?? kok Mbak Dona nelpon aku pagi begini?? " gerutu Rahma yang masih mengantuk.


" Assalamu'alaikum mbak, pagi amat nelponnya ?? "


" Wa'alaikumsalam, iya nih. Kamu bisa ke rumah ga?? sekarang hmmm sebelum jam 8 .. kalau bisa sih sebelum jam 7 "


" Aaahhh mbak Dona bercandanya ga lucu, ini jam berapa sih.... ini masih jam 5 !!! mataku masih liyep-liyep nih mbak. Nyawaku juga belum ngumpul semua "


" Hooo ya sudah kalau mau lanjut tidur, tapi nanti kalau ketinggalan moment terwow jangan salahin aku lho yaa "


" Hoooaaahhhmmm ada apa siiii... badanku masih butuh kasur "


" Yowes, met istirahat "


" Eh blom dijawab, ada apa??? kenapa aku disuruh ke rumah bude "


" Karena ada aku.... "


" Haadeeee mbak Dona kambuh... "


" Hihihi ntar jam 10, Pak Khalis sekeluarga mau datang "


" Bo??? Sincha!!! "


" Sincha lah, emang sinchan... buruan, banyak makanan nih. Ntar pulangnya kamu bisa bawa ransum cukup untuk 2 hari pokoknya "


" Aiiih nyogoknyaa... ga pakai sogokan juga ku bakalan datang kalau tamu agungnya Pak Bos meleleh "


" Yowes buruan yaaa "


" Eeeeh resmi kah?? ini menyangkut dresscode!! "


" Apaan??!! santai aja" jawab Dona.


" Yowes, aku tunggu!! Buruan yaa!! "


" Siaaaap Kakaak "


Setelah menutup teleponnya, tanpa menunggu lagi ia segera bersiap-siap menuju rumah budenya.


Sesampainya di rumah budenya, ia segera menemui Dona yang ternyata masih belum mempersiapkan dirinya.


" Haadeee, sini Mbak, aku dandanin ala-ala Song Hye-Kyo "


" Hmmm Song Hye-Kyo versi Sleman yak "


" Nah, masih bisa bercanda "


Rahma pun mulai mendadani Dona.


" Mbak, ini seriusan Mr. Melted mau ngelamar?? "


" Kira-kira gimana?? apakah ini ngeprank atau fatamorgana?? halusinasi tapi aku lagi ga pingin makan bubur "


" Itu HALUSIN NASIIIIII!!! " protes Rahma.


" Ish beda sikit lah, masa' sedikit aja ga boleh?? kan sama saudara, cincai aja laa "


" Mbak, disimpan errornya dulu, boleh ga?? "


Dona menarik nafasnya,


" Ini adalah jalan ninjaku untuk mengatasi kegugupan inih!! "


" Waaaa, Mbak Donce bisa gugup juga??!! "


" Hmmm sepertinya begitu. Dah ah, aku semakin error "


" Eh Ma, nanti kamu temenin aku yaa "


" Eh ngapain, aku mau ngintip aja "


" Yowes aku di kamar aja kalau gitu, nanti bilang ke ibu yaa, aku ga turun "


" Lama-lama aku videoin juga nih!! " ucap Rahma yang gemas dengan Dona.


" Terserah, viralkan aja sekalian!! aku sudah tak peduli lagi!! "


" Mbak, aku boleh ikut kabur ke Timbuktu ga?? "


" Eh ngapain, jangan!! Timbuktu is my sanctuary "


" Sangkyu adeeeek!! aku tidur dulu yaa!! "


" Capek ah!! Mbak, aku ke bawah yaa, mau ngasih makan organ pencernaan ku yang sudah meronta-ronta "


" Silahkeuunn "


Rahma menuju ke ruang makan yang telah tertata rapi dengan aneka makanan untuk menyambut keluarga atasannya.


" Ma, sarapan dulu "


" Iya Bude, ini lagi mau sarapan "


Tepat pukul 10, keluarga Pak Bos Kulkas pun tiba.


Ramah tamah dan perkenalan pun dimulai di ruang keluarga yang lebih luas dibandingkan dengan ruang tamu. Rahma memilih untuk menyaksikannya dari area dapur bersih.


Ia juga melancarkan aksi candidnya dengan kamera handphonenya.


Di tengah-tengah acara lamaran, Rahma akhirnya menunjukkan dirinya, yang tentu saja membuat Pak Bos Kulkas terkejut akan kehadiran Rahma.


" Rahma itu, adik sepupu Dona, ibunya Rahma itu, adik saya " jelas budenya.


" Tenang Pak, saya akan tetap diam sampai undangan berbicara "


Setelah acara lamaran Dona selesai, Rahma memilih untuk menginap semalam di rumah Dona.


Malam hari sebelum tidur, Rahma memindahkan foto-foto Family Gathering kemarin dan juga foto-foto beserta video lamaran tadi ke laptop Dona.


" Buat hiburan kita berdua ya Mbak "


" Hmmm, kamu ngandid-in siapa niii ?? " tanya Dona sambil membuka foto-foto family gathering kemarin.


" Lihat aja sendiri, hmmm brownies kukus Mbak memang ter-the best lah!! "


" Alhamdulillah, ada yang suka "


" Eh Mbak, Pak Bos kayaknya gemukan deh. Sukses tuh ransumnya "


" Alhamdulillah kalau begitu "


" Ciiyeeee Rahma, ngandid-in Dimas niii yeee "


" Eh mana?? masa'??? kayaknya ga deh "


" Laaa ini apa?? tuh fotonya Dimas kan?? uhuk-uhuk ada yang.... "


" Ada yang apa Mbak?? udah deh ga usah iseng. Ih heran deh, Mbak Dona tuh ajaiiiib!! "


" Yang ajaib itu Bos kamu "


" Kok?? Pak Bos?? kenapa?? "


" Yaaa tiba-tiba ngelamar aku yang ajaib ini, apa bukan artinya dia lebih ajaib??!! "


" Bukan "


" Ga perlu dijawab Neng!! "


" Eh kembali ke laptop!! ciiyeeee ada apa dengan Dimas?? "


" Ih aku ga ngandid dia kok!! lihat dong samping depannya ada siapa "


" Ada aku lagi.... eh kok kamu ngandid aku?? "


" Ada yang galau and mukanya ditekuk sepanjang acara, yaaa masa' ga aku abadikan momen itu!! "


" Ooo begitu yaa... hmmm sudah ah, aku ngantuk. Sssttt ntar pas acara, kamu seksi sibuk pribadi ku yaa "


" Katanya ngantuk kok lanjut?? "


" Ngantuknya di postponed dulu, pokoknya pas acara akad sampai resepsi kamu adalah asisten ku "


" Ngapain aku Mbak?? "


" Yaa yang utama, unyil-unyil yang sudah ga unyil itu, kamu bantu mereka siap-siap. Nginap di rumah aja, sekalian. Ntar ibumu juga nginap disini "


" Iya deh, baiklah. Aku akan menjadi 'the assistant' "


" Nah pinter!! gitu dong adek yang baik!! "