Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 38 Reception and After



Setelah selesai dengan serangkaian sambutan, tibalah saat untuk memberikan selamat kepada kedua pengantin.


Tetapi, dimanakah pengantinnya??


Beberapa pekan sebelumnya.


" Mbak, aku tuh ga suka dipajang terus, berdiri trus salaman berjam-jam, gaa sukaaaa!!! "


" Yowes, kalau gitu pakai konsep kamu yang nyamperin tamu aja, kek model pernikahan bule. Tapi awalnya tetap di pajang ntar setelah antrian berkurang, kamu mulai berbaur " jawab Dona.


Sesuai dengan keinginannya, setelah ceremonial berakhir, Dimas dan Rahma menerima ucapan selamat di atas pelaminan, lalu setelah antrian berkurang, mereka pun turun untuk menemui tamu-tamu undangannya.


Acara resepsi pun menjadi penuh kehangatan, dengan berbaurnya Dimas dan Rahma dengan para tamu, senda gurau pun mengisi di sela-sela pemberian ucapan selamat dan terima kasih.


Aneka gaya swafoto bersama para tamu undangan menambah keseruan resepsi pernikahan Dimas dan Rahma.


Rekan-rekan kerja Dimas dan Rahma yang berkumpul segera menghambur untuk memberika ucapan selamat.


Peluk dan cium hangat untuk kedua pengantin dan tak lupa, siulan yang bersahutan membuat Dimas dan Rahma tersipu.


Setelah 4 jam, acara pernikahan Dimas dan Rahma berakhir sudah. Waktu telah menunjukkan pukul 22.30, semua tamu telah pulang, menyisakan beberapa anggota keluarga Dimas dan Rahma yang masih menikmati keindahan dekorasi acara dengan berfoto.


Dimas dan Rahma tampak duduk berdampingan menikmati makan malam mereka.


Ibu Rahma pun menghampiri untuk berpamitan.


" Ma, ibu pulang duluan yaa. Besok kamu ke rumah bude kan?? "


" Iya Bu, in syaa Allah "


" Yowes, selesaikan makan malamnya, jangan kemalaman "


" Iya Bu '


Dimas dan Rahma pun mempercepat makan malam mereka, setelah melihat satu persatu anggota keluarga mereka telah meninggalkan acara.


Asya kemudian menghampiri Rahma.


" Mbak, tadi sudah kami tempatkan makanan-makanan yang tidak habis, sebagian sudah dibawa pulang oleh ibu mbak Rahma "


" Terima kasih. Eh kok sebagian?? sebagian lagi buat siapa?? " tanya Rahma.


" Buat pengantinnya kata ibunya mbak "


" Ini Mbak " ucap Asya sambil membawakan- kotak-kotak makanan.


" Waaa, syukron. Eh, dessertnya masih ada ga?? cake sama puding?? " tanya Rahma.


" Alhamdulillah masih Mbak, ini sudah kami masukkan juga ke dalam kotak ini "


" Alhamdulillah, aku bisa tidur nyenyak "


Asya pun tertawa mendengar jawaban Rahma tetapi tidak dengan Dimas yang menatap lekat wajah istrinya dengan tatapan penuh tanya.


Tanpa Dimas bertanya, Rahma segera melanjutkan kalimatnya.


" Aku kan belum makan dessertnya, kenyang ih. Tapi ntar sampe apartemen, aku mau nyerbu ini dulu, maaf yaa nanti jangan diganggu "


Dimas hanya menggelengkan kepala sambil melanjutkan makannya.


" Ternyata semua perempuan modelnya hampir sama " gumam Dimas.


Rahma yang sepertinya membaca pikiran Dimas pun mengutarakan pembelaan dirinya.


" Perempuan itu ga mau gemuk, tapi ga kuat nahan godaan yang manis-manis. Cake dan puding itu kan sesuatu Bang, hmmm jadi pingin pesan cakenya mbak Dona "


" Termasuk aku ya?? " canda Dimas.


" Hah apaan?? "


" Godaan yang manis-manis " jawab Dimas yang membuat keheningan sesaat.


" Aku sepertinya mendengar suara jangkrik " ucap Rahma dengan wajah tanpa ekspresi yang membuat Dimas tertawa geli.


Kemudian Rahma melihat sekeliling.


" Eh mbak Dona sudah pulang ya?? " tanya Rahma.


" Belum, aku masih disini makan puding, nungguin kamu, aku jadi laper lagi " jawab Dona yang tiba-tiba muncul dari belakang Rahma.


" Kok nungguin?? baek bangeeeet "


" Kalau ga ditungguin, kamu mau pulang naik apa?? kan kalian ga order mobil pengantin "


" Oiya, hihihi "


" Mas Khalis mana, Mbak?? " tanya Dimas.


" Tuh lagi ngobrol sama bagian penerima tamu, lagi serah terima buku tamu dan angpau "


Dimas dan Rahma pun mempercepat makan malam mereka.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Dimas dan Rahma menghampiri Khalis dan Dona.


" Sudah?? mau langsung pulang sekarang ?? " tanya Khalis.


" Eh, kita belum foto gaya bebas, mumpung tinggal kita aja, manfaatkan dekorasi cantik nan keren ini di kamera kita " usul Dona.


" Ribet amat, tinggal bilang,' kita foto-foto dulu yuk!! ', gitu kan langsung beres "protes Khalis.


" Intinya itulah, nyoook kita pepotoan!! " ajak Dona sambil menarik tangan Rahma menuju tengah taman yang masih dipenuhi dengan kursi-kursi tamu undangan.


Fotografer acara yang melihat kedua pasangan tersebut ingin berfoto, segera mendekati.


" Terimakasih "


" Eeee konsep runaway bride jangan lupa!!! " sahut Dona.


Rahma pun bergaya seolah tengah berlari dan Dimas pun mengejarnya.


Lalu Rahma berpose di kursi tamu sambil memainkan gadgetnya dan Dimas duduk di atas meja dengan badan miring ke arah Rahma seperti sedang mengintip ke arah HP Rahma.


" Ma, Cinderella mode on!! " sahut Dona yang disambut senyuman oleh Rahma.


Rahma pun berbisik ke telinga Dimas. Momen itu pun tak luput dari jepretan kamera.


Dimas tersenyum mengangguk, lalu ia berlutut seolah-olah sedang menalikan tali sepatu Rahma yang terlepas.


" Aaaa perfect!! " sahut Dona girang.


Berbagai macam pose serius hingga lucu ditampilkan oleh Dimas dan Rahma.


" Mbak ayok, kita foto bareng sebelum pulang " ajak Rahma.


Khalis melirik ke arah Dona,


" Hmmm pasti mikirin pose ajaib deh " ucap Khalis yang sudah hafal dengan gaya istrinya itu.


" Ssstt, biar ga biasa " jawab Dona sambil berjalan ke arah Rahma dan Dimas.


" Hmmm kita pose serius dulu yuk " ajak Dona.


Dona meminta 4 kursi di atur berjajar.


" Ujung sana Mas Khalis trus Dimas and Rahma trus aku. Posisi duduk tegap menghadap ke arah kamera, seperti foto kelas "


Semua mata pun melihat ke arah Dona.


" Udaaah ikutin aja, sok atur posisi "


Sang fotografer dan asistennya pun tersenyum mengangguk tanda setuju dengan usul Dona.


Masih dalam posisinya, Dona meminta untuk berganti gaya.


" Mas, duduk anteng disitu, steady yaa. Dimas tetap dalam posisi di samping mas Khalis, sandarin kepalanya di bahu Pak Bos "


Semua mata mendelik mengarah ke Dona.


" Udah sih, lucu-lucuan aja "


" Nah, ekspresi Pak Bosnya kek heran, aneh gak suka, trus Dimas full of smile... hmmm peace fully mind and rileks. Nah Rahma, ngelirik dengan tatapan ' Apaaa ??!!! ' sambil tangannya nutupin bibir, kalau aku ... santai ajalah. Sok kita mainkan!! "


Sang fotografer pun dengan sigap mengambil foto mereka berempat.


Setelah itu, Dona kembali mengarahkan gaya Rahma dan Dimas untuk duduk beradu punggung dengan ekspresi wajah serius dan santai.


Dan yang terakhir,


" Ma, kamu berdua gaya happy lagi difotoin, nah aku berdua sama mas Khalis BT nungguin sambil ngelihat jam "


" Cool!! " jawab Rahma girang.


" Mas, bisa yaa gitu fotonya?? " tanya Dona kepada fotografer.


" Bisa Bu, nanti Pak Andi yang pura-pura jadi fotografernya "


" Wokeh!! perfecto!! "


Sesuai dengan arahan Dona, foto terakhir pun diambil.


Setelah itu, Dimas dan Rahma pun berpamitan kepada kru The Walimah.


" Jazakumullah khairan katsiro atas bantuannya "


" Waiyakum "


" Oiya Pak, untuk penutupan panitianya kapan, akan saya kabarkan lagi "


" Mas Andi atur aja yaa, saya ngikut " jawab Dimas.


" Baik Pak "


" Ok, saya pulang duluan. Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Setelah di mobil,


" Pegel Ma?? " tanya Dona.


" Lumayan, tapi alhamdulillah, karena pakai sepatu kets cantik ini jadi ga pegel-pegel amat "


" Makasih ya Mbak, Mas, sudah nungguin kita dan menjadi pengarah gaya terhits!! " ucap Rahma.


" Sama-sama, aku happy to the max bisa ngebantuin seperti ini " jawab Dona.


" Tapi kasian Alta, jadi sampai malam "


" Dia sudah tidur nyenyak dari tadi kok, santai aja " jawab Dona.


Sepanjang perjalanan pulang mereka melintasi jalan Jogja yang telah sepi.


Rahma pun tertidur bersandar di lengan Dimas karena lelahnya.