Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 45 Another Intervension



Selesai makan malam, Dona kembali mengajak Rahma berbicara empat mata di teras belakang.


"Ma, aku langsung aja yaa, you know lah, eike ga bisa basa-basi," ucap Dona.


"Soklah, mau ngomong apa, Mbak??" tanya Rahma.


"Pertimbangkan untuk resign segera, untuk kesehatan kalian berdua," ucap Dona yang kembali tanpa basa-basi.


"Ya Allah, Mbaaak!! mbo' yaao kalimate di perhalus sithik ngono lho. Mana mukanya ga pake ekspresi what so ever, gitu!!" protes Rahma.


"Oh di perhalus yaa. Baiklah..."


"Dim!! tolong ambilin amplas di kotak perkakas di bawah meja.... " lanjut Dona.


"MBAAAK DONAAAA AQUEELAAAA!!"


"Ih teriak-teriak, aku padahal di depanmu, apakah aku tiba-tiba kasat mata, sehingga dirimu berteriak memanggilku??"


"Haadeee, caapeee deee. Ni orang emang ga obatnya!! suaminya mana sih??!!!" seru Rahma kesal.


"Ngapain nyari aku?? Dona kambuh?? itu mah biasa, kalau ga kambuh itu baru luar biasa!!" ucap Khalis yang semakin membuat Rahma senewen.


"Ini yaa!! pasangan aneh banget sih?? Do'anya apa sih, bisa dapat pasangan yang plek-ketiplek erornya?? Aaaarrgghh sungguh menguji emosiku!!" ucap Rahma kesal.


"Kirain sungguh menguji SIM A ku, polisi dong??" canda Dona yang kali ini mendapat pukulan kertas dari Rahma yang kesalnya hingga ke ubun-ubun.


Sedangkan para suami, hanya dapat duduk menyaksikan drama apa pun itu, yang tidak ada di televisi mana pun.


"Sungguh hiburan ya, Dim," ucap Khalis.


"Mas, enaknya sambil makan pop corn atau kripik, nih!!" jawab Dimas.


"Tambahin es kopi, lebih mantab itu, Dim," tambah Khalis.


"Ih ikutan dong, nonton kok ga ngajak-ngajak??!!" canda Dona yang tentu saja membuat Rahma semakin kesal.


"Eh, bumil ga boleh ngambekan, ga boleh gampang marah, harus happy biar babynya juga happy," ucap Dona.


"Iya Ma, ngobrol sama Dona itu kan hiburan, zero stress lho," tambah Khalis.


"Yaaa, maaf kalau dirimu kesal, karena seyogyanya tidak semua komedian itu dapat diterima jokesnya, tergantung kadar IQ dan EQ seseorang," ucap Dona yang membuat Khalis tertawa hingga wajahnya memerah.


"Mbak, Mas, kalian kan sudah punya cerita sendiri, kalau mau nimbrung di cerita aku, mbok yaa jangan lebih lucu dari tokoh utamanya gitu lho, aku kan jadi cuma apa tuh??" protes Rahma.


"Yaaa maaf, lucu itu nama tengahku. Lagian, kamu kan emang ga lucu, galau mode on muluk, mikirnya lama, banyak pertimbangan. Santainya kadang-kadang doang, rileks aja siii," ucap Dona.


"I wish, aku juga pinginnya gitu, tapi kok ruwet aja sih rasanya. Gimana sih caranya bisa santai sumantai seperti di pantai??" tanya Rahma.


"Jangan terlalu serius, Ma. Take an easy way, rileks," jawab Dona.


" Iya, Ma. Do you know why sekarang aku lebih rileks, because I have a comedian beside me, yang ga ada jam tayang tetapnya, tiba-tiba datang dengan kalimat atau pertanyaan yang penuh kejutan, tidak bisa ditebak dan tidak bisa diprediksikan apa yang akan dilakukan selanjutnya, full of surprise. Itu yang menjadi bumbu penyedap dan anti kebosanan, malah nagih, maunya ketemu dan ngobrol terus. Sehari di kantor aja, rasanya sudah kangen," ucap Khalis.


"Intinya, santai aja. Kamu jangan banyak pikiran, biarin yang banyak pikiran itu suami, makanya tugas kita ngurangin beban pikirannya. Caranya kalau aku yaaa, ngelawak adalah jalan ninjaku, terus, makanan yang dimasak dengan cinta adalah obat dari semua masalah," tambah Dona.


"Iya Ma, apa pun masalahnya, kalau lagi capek, kesel semuanya itu hilang dengan senyuman dari istri tercinta dan suguhan sederhana tapi penuh cinta, misalnya pulang kerja, capek nih, sampai di rumah langsung disambut senyuman dari Dona, terus dibuatin minuman teh lemon hangat sama pisang goreng. Capeknya langsung hilang, perut pun kenyang. Ditambah Dona Van OVJ ini sering tiba-tiba melakukan serangan mendadak yang bertubi-tubi, itu hiburaaaan banget. So, take everything easy, don't be so stressfull," ucap Khalis.


Rahma pun mencermati kata-kata kakak sepupunya ini, ia pun menyadari jika terkadang dirinya terlalu serius, terlalu banyak yang dipikirkan sehingga membuat dirinya stress sehingga mudah marah ataupun lelah.


"Ma, apalagi sekarang kamu berbadan dua, mood selama kehamilan kamu akan menurun ke anakmu nantinya, kalau kamu pingin anakmu happy, yaa kamunya harus happy dulu. Selalu lihat dari perspektif positif, look at the bright side, close the dark side," ucap Dona.


"Peran suami untuk mengkondisikan mood istri yang sedang hamil itu juga sangat berpengaruh. Suami harus pintar-pintar memainkan peran yang mungkin belum pernah dimainkannya, tetapi demi mood istri yang harus happy, yaaa menjadi badut terkadang harus dilakukan," ucap Khalis kepada Dimas.


"Jadi, kalian berdua harus bekerja sama dengan baik untuk menciptakan mood terbaik pasangan kalian. Jokes ga penting, tebak-tebakan ga nyambung dan aneh itu penting untuk kesehatan mental pernikahan," tambah Khalis lagi.


"Ditambah ilmu agama, gali terus, belajar terus, ikut kajian rutin, itu juga obat lho. Agama adalah yang utama, harus sama-sama mau belajar dan memperbaiki diri. Intinya sih gitu. Aaah capek juga ngomong serius begini, aku seperti bukan diriku, aku seperti didalam kepompong.... "


"Yang, not now. Kasian Rahma, kalau harus ngeliat kakaknya kambuh lagi," potong Khalis.


"Oke, baiklah. Yowes Ma, sekian dan terima ngantuk. Aku sudah membutuhkan bantal," ucap Dona sambil beranjak menuju kamarnya.


"Yowes, aku juga, ibu negara sudah menuju kamarnya, jadi harus ngikut untuk menjaga stabilitas negara," ucap Khalis yang segera mengikuti Dona dan meninggalkan Dimas dan Rahma di teras.


"Kebiasaan, dasar pasangan aneh. Yuk Bang, kita ikutan istirahat juga," ajak Rahma yang juga segera masuk menuju kamarnya di lantai dua.


"Duluan aja, Abang kunci pintu dulu. Jangan lupa bawa minumnya, biar ga bolak-balik," jawab Dimas sambil mengunci pintu dan mematikan lampu sebelum naik ke lantai atas.