Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 37 The Wedding Day



Sedari pagi Rahma dan Dimas telah disibukkan dengan persiapan acara pernikahan mereka malam nanti di Secret Garden Cafe.


Busana pengantin telah tergantung cantik di kamar mereka. Kotak-kotak seserahan dan hantaran pun telah berjejer di ruang tamu.


The Muslimah telah menyelesaikan dekorasi cafe pada siang harinya.


Pita-pita berwarna putih dan aksen merah menghiasi kursi dan meja.


Lampu-lampu dekorasi kecil bagaikan bintang ikut menghiasi pohon-pohon dan sekeliling area dining.


Rerumputan pun ikut berhias dengan adanya lampu-lampu kecil yang tersebar acak di atasnya.


Selepas Ashar, rombongan pengantin mulai bergerak menuju Secret Garden Cafe.


Sesampainya disana, mereka disuguhkan aneka makanan ringan dan minuman, yang khusus diperuntukkan bagi keluarga pengantin.


" Silahkan dinikmatin snack dan minumannya. Untuk Pak Dimas dan Mbak Rahma, setelah ini Anda berdua dapat menunggu di ruang rias di dalam, nanti petugas kami, Haikal yang akan mengantarkan " ucap Andi sambil memperkenalkan Haikal.


" Mbak Rahma, bagaimana dekorasinya?? " tanya Asya.


" Daebak ini Mbak!! pokoknya sugoi bin daebak amazingly beautifull " jawab Rahma yang membuat Asya tertawa.


" Alhamdulillah, sesuai ekspektasi yaa Mbak "


" Banget Mbak, makasih yaa, like it a lot!! "


" Tunggu malaman lagi, kita akan mainkan lampunya "


" Can't wait to see it "


Setelah Dimas dan Rahma menyelesaikan makannya, Asya mengajak Dimas dan Rahma untuk menuju ke ruang ganti pengantin.


" Mbak, kita ke ruang ganti sekarang?? "


" Ayo "


Setelah itu, Rahma mulai di dandani di dalam ruang rias.


" Ma, kamu sudah wudhu belum?? nanti kan shalat maghrib dulu " ucap Bila mengingatkan.


" Lagi halangan Mbak "


" Alhamdulillah, aman kalau gitu "


Waktu telah menunjukkan pukul 18.00, Dimas dan Rahma telah siap dengan busana pengantinnya dan tengah menunggu acara mereka di mulai di ruang rias pengantin. Dimas tak henti tersenyum takjub melihat penampilan Rahma yang tidak biasa.


Rahma tampak anggun dengan gaun putih bergaya vintage dengan kerlipan butiran payet kaca yang tersebar pada manset dan bagian bawah gaunnya.


Jilbab putih panjang yang menjutai hingga betisnya membuatnya terlihat bagaikan peri dari negeri dongeng, ditambah dengan tiara mungil menambah keanggunannya.


Wajahnya pun tampak ayu dan segar dengan make-up flawless bernuansa pink muda.


Dimas pun memandangi Rahma tanpa berkedip, karena baru kali ini ia melihat penampilan Rahma yang sangat berbeda dari biasanya, bahkan menurutnya penampilan Rahma jauh lebih cantik ketimbang sewaktu acara mereka di Bekasi.


Rahma akhirnya menyadari jika Dimas melihatnya sedari tadi.


" Bang, sadar Bang!! " canda Rahma sambil menggoyang-goyangkan bahu Dimas.


Dimas pun tertawa kecil,


" Maaf Abang pingsan sesaat yaa "


" Hmmm pingsan laaa tuuuu "


" De, ga nanya kenapa Abang pingsan?? "


Rahma pun memandangi Dimas dengan pandangan penuh tanya.


" Meaning you?? "


" Abang pingsan karena menyaksikan pemandangan yang indahnya keterlaluan "


" Haadeee Bang, to the point aja siii, ga mudeng aku tuuu "


" Hmmm another cewek ga peka " gumam Dimas dalam hati.


" Istri Abang hari ini cantiknya luar biasa, hmmm apa yaa bahasanya... ooo terparipurna!! cantiknya to the max!! " puji Dimas.


Kata-kata Dimas membuat Rahma mengingat sesuatu.


" Waaa, daebak!!! virus mbak Dona beneran sudah menjangkiti!!! "


" But I like it!!! Sangkyu Bang!! Penampilan Abang juga terhits dan terparipurna!! ganteng tiada tara!! karena tara itu memang ga disini!! "


Dimas pun tertawa geli mendengar pujian Rahma.


Ia pun mencium kedua pipi Rahma dengan gemas yang membuat Rahma terkejut.


" Kenapa kok kaget?? " tanya Dimas.


" Kita kan baru mau akad Bang!!! kok udah nyium dulu!! " canda Rahma.


" Hmmm gimana yaa, ga kuku sih!! " jawab Dimas yang membuat Rahma geli.


" Abang ih, kok tiba-tiba centil??!! "


" Yaa kan boleh centil sama istri sendiri "


Sementara itu di luar, para tamu undangan telah hadir untuk menyaksikan prosesi akad nikah dan resepsi Dimas dan Rahma.


Video akad nikah dan resepsi di Bekasi pun diputar sembari menunggu acara di mulai.


Rekan kerja Dimas dan Rahma akhirnya menutup rapat mulut mereka dari segala kecurigaan berita miring yang tersebar dalam hubungan antara Dimas dan Rahma.


Dimas tengah bersiap untuk keluar menuju area akad.


Terdengar suara ketukan pintu sebanyak 3 kali.


" Tok tok tok "


Dimas pun membukanya.


" Sudah siap Pak?? " tanya Arya.


" Sudah "


" Kami mulai sekarang ya Pak "


" Silahkan "


Dimas menutup pintunya kembali.


" De, Abang duluan ya "


" Iya Bang "


Dimas pun keluar menuju area akad, tak lupa ia mencium kedua pipi Rahma terlebih dahulu yang membuat Rahma tersipu kembali.


Dimas berjalan menuju meja akad di dampingi oleh kakaknya.


Pukul 18.30, MC telah membuka acara dengan serangkaian jadwal acara dan sambutan dari kedua belah pihak keluarga, seperti sebelumnya.


Hingga tiba saatnya bagi Dimas untuk kembali mengucapkan kalimat yang membuat ia dan Rahma halal satu sama lainnya.


Sebelum itu,


" Dimas Nugroho, benar?? " tanya penghulu dari KUA.


" Iya, Pak "


" Sebelumnya Anda telah melaksanakan ijab kabul di Bekasi pada tanggal 10 Oktober?? "


" Iya Pak, tetapi pada saat itu kami bedua belum mencatatnya di KUA, untuk itu, hari ini bisa dikatakan akad kedua secara kenegaraan " jawab Dimas.


Setelah itu, prosesi akad nikah pun di mulai.


Kalimat yang beberapa pekan yang lalu telah ia ucapkan di depan adik ayah Rahma, kali ini ia pun kembali melakukannya.


Berbeda dengan sebelumnya, dimana Dimas tampak sangat tegang, hampir tiada senyum dari wajahnya, tetapi kali ini ia terlihat lebih rileks, senyum tak lepas dari wajahnya.


Ia pun menyalami Lik Rosyid dan kalimat untuk menghalalkan hubungan mereka, kembali ia ucapkan dengan lantang.


" Saya nikahkan dan kawinkan kamu, Dimas Nugroho bin Adi Santoso dengan keponakan saya, Rahma Adinda binti Ali Baharuddin dengan mas kawin cincin emas putih 24 karat dan berat 2,8 gram dibayar tunai "


" Saya terima nikah dan kawinnya Rahma Adinda binti Ali Baharuddin dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai!! "


Seperti sebelumnya, Dimas mengucapkan kalimat ijab kabul dengan satu tarikan nafas dengan lancar.


Penghulu kemudian melanjutkan dengan serangkaian do'a-do'a yang dilontarkan untuk keberkahan dan kebahagiaan pernikahan Dimas dan Rahma.


Rahma pun dipersilahkan untuk memasuki area akad nikah.


Setelah sebelumnya Dimas berdiri menunggu Rahma, kali ini, ia sendiri yang menjemput Rahma.


Dengan senyumnya, ia berjalan melewati para tamu undangan. Tepuk tangan dan siulan terdengar bersautan.


" De, ayo "


" Iya Bang "


Rahma menerima tangan Dimas yang akan menggenggamnya menuju area akad nikah.


Keduanya berjalan bergandengan tangan dengan wajah bahagia dan ceria.


Tepuk tangan bergemuruh mengawal keduanya menuju meja akad.


Prosesi pun dilanjutkan dengan penandatanganan buku nikah dan foto pengantin.


Tiba saat pemberian sambutan dari dua belah pihak keluarga.


Khalis pun di daulat untuk memberikan sambutan.


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Khalis Ghiban, saya adalah kakak sepupu ipar dari Rahma dan juga manager di tempat Rahma dan Dimas bekerja, alias Pak Bos. Untuk itu saya disini berbicara sebagai Manajer mereka semua. Yaa, wajah-wajah tak asing, yang setiap kali bertemu saya sering tiba-tiba pura-pura sibuk atau menghindar. Tapi saya disini bukan sebagai manajer untuk menegur anak buah saya, tetapi untuk menceritakan apa yang terjadi selama 2 bulan belakangan ini, dimana Dimas dan Rahma, terutama Rahma yang mendapatkan pemberitaan negatif karena pernikahan siri mereka. Saya tidak perlu menyebutkan rumornya, tetapi saya ingin menggarisbawahi, jika kalian mendapati atau mendengar berita mengenai sesuatu apapun itu, kita diperintahkan untuk tabayun, yaitu mencari tahu kebenarannya bukan membuat rumor baru. Mengenai hubungan Dimas dan Rahma, dapat dikatakan kalau saya dan istri saya yang paling tahu selain mereka berdua, karena kamilah yang menjodohkan mereka berdua. Kami menjodohkan Dimas dan Rahma setelah proses akad nikah kami, satu setengah tahun yang lalu. Cukup lama bagi mereka berdua memutuskan untuk menerima perjodohan ini. Proses lamaran pun dilakukan di kediaman orang tua istri saya, karena kedua keluarga mereka sama-sama berada di Jakarta. Setelah lamaran, disepakati bahwa akad nikah dan resepsi diadakan di Jogja, mengingat kedua belah keluarga besar mayoritas tinggal di Jawa Tengah dan mereka berdua pun bekerja di sini. Tetapi 2 bulan yang lalu, qadarullah, tanpa mereka berdua rencanakan sebelumnya, mereka sama-sama pulang ke Jakarta dengan penerbangan berangkat dan pulang yang sama. Setelah bertemu di bandara ketika berangkat dan akhir Dimas mengantarkan Rahma pulang ke rumahnya, karena malam telah larut, maka kami dari pihak keluarga Rahma menurut untuk menikahkan Rahma dan Dimas lebih cepat dari rencana awal. Jadilah akad nikah dadakan dilangsungkan pada ahad siang di kediaman Rahma. Sedari awal, hubungan kedekatan mereka memang tidak diketahui oleh rekan-rekannya, karena memang mereka berdua sebetulnya tidak dekat, hanya karena saya dan istri saya yang sering merepotkan Dimas dan Rahma, sehingga mereka pun mulai mengenal lebih dekat. Untuk itu, mereka memang menutup rapat-rapat hubungan mereka hingga undangan tersebar. Tetapi ntah bagaimana, berita miring mulai terdengar di kantor, saya tidak perlu mengatakan apa, tetapi berita itu cukup membuat Rahma menjauh dari rekan kerjanya. Di saat makan siang, beberapa kali Rahma tidak ikut makan siang bersama, karena ia harus mengkonfirmasi acara pernikahannya dengan pihak WO dan butik. Mereka berdua mengurus sendiri acara pernikahannya, di sela-sela waktu istirahat kantor dan libur. Sehingga mereka jadi terlihat menarik diri dari rekan-rekannya. Bukannya mereka berdua tidak jujur akan hubungannya, tetapi mereka menunggu hingga sah baik secara syariah maupun hukum kenegaraan. So, as you can see, ga ada judulnya nanam saham duluan atau DP. But finally, sekarang saya dapat mengatakan, untuk yang telah mengghibahi Rahma dan Dimas, kalian harus meminta maaf secara langsung. Yang terakhir, saya sampaikan, selamat datang untuk anggota keluarga baru. Tenang, pertemuan keluarga tidak akan menjadi rasa rapat di kantor, saya jamin "


Sambutan panjang dari Khalis diakhiri dengan tawa dan tepuk tangan panjang.