
Keesokannya, ba'da ashar Rahma dengan diantarkan Khalis dan Dona, mereka menuju lokasi rencana acara pernikahannya.
Di dalam perjalanan,
" Mas, nanti Mas Khalis sama Mbak Dona yang jadi jubirku yaa. I trust your opinions. Aku nyimak from the back "
" Yakin?? bener nih?? " tanya Dona.
" Yakin Mbak. Mbak Dona lebih ngerti untuk urusan desainnya, aku terima beres dan terima kasih "
" Yakin semua keputusannya ada di aku sama mas Khalis?? "
" Yakin Mbak, pokoknya silahkan diskusi sama abang, aku nyimak aja "
" Baiklah kalau begitu "
" Ada yaa calon pengantin model seperti ini?? " tanya Khalis heran.
" Ada Mas, model edisi rebahan juga ada " jawab Rahma santai.
" Waaaah, didikanku kebablasan!! "
" Menyesal kah Yang?? " tanya Khalis.
" Hmmm ga juga sih, tapi heran aja kok bisa nurun "
" Daripada naik kan Yang?? "
" Dan paksu pun ikutan ga jelas!! "
Khalis dan Rahma pun tertawa.
Sesampainya di Secret Garden Cafe, Dimas tengah berdiskusi dengan pihak WO, The Walimah yang akan mengurusi segala urusan pernikahan dirinya dengan Rahma nantinya.
" Assalamu'alaikum " sapa Khalis.
" Wa'alaikumsalam "
Dimas lalu memperkenalkan Rahma, Khalis dan Dona kepada pihak The Walimah.
" Maaf, kami berdua akan mewakili Rahma untuk memutuskan segala sesuatunya " ucap Khalis.
" Iya, calon mempelai wanitanya lagi ga mau mikir, maunya terima beres " tambah Dona yang membuat Dimas tersenyum geli.
" Ternyata ada juga yang seperti ini yaa?? "
" Ada Dim, ada banget!! " jawab Khalis.
Pihak WO pun hanya tertawa kecil mendengar percakapan kliennya.
" Baiklah, kalau begitu, karena semua sudah disini. Saya Andi dan Asya dari The Walimah, in syaa Allah akan membantu urusan pernikahan dari Pak Dimas dan Mbak Rahma "
" Lokasi yang dipilih adalah Secret Garden Cafe yang memiliki kapasitasnya maksimal 700 orang atau 350 undangan. Tanggalnya sudah fix ?? " tanya Andi.
" Iya, in syaa Allah fix tanggal 20 Desember " jawab Dimas.
" Baik, berarti 10 pekan lagi yaa. Konsep yang diinginkan seperti apa?? "
" Saya rasa gaya shabby chic cocok untuk tema garden party. Saya ada beberapa referensi dekorasinya, jadi saya ingin nantinya dekorasi dan suasananya seperti ini " jawab Dona sambil menunjukkan beberapa foto kepada Dimas, Andi dan Asya.
" Baik, konsep garden party yang memang lagi banyak dipakai untuk pernikahan. Tetapi dikarenakan memasuki musim hujan di bulan Desember dan biasanya curah hujannya cukup lebat, maka kami akan memasang tenda ekslusif seperti ini, untuk mengantisipasi turunnya hujan " Andi menjelaskan sambil menunjukkan foto-foto tenda eksklusif.
" Boleh tuh Dim, keren "
" Biasanya untuk pelaminan nanti, menggunakan teras cafe, dari ujung teras cafe akan dipasang tenda sepanjang 15 meter dengan lebar 8 meter "
" Oiya nanti warna utamanya apa yaa?? " tanya Asya.
" Bagaimana kalau temanya 'beautifull in white', semuaaaaya putih " usul Dona.
" Jadi kontras dengan suasana malamnya " lanjut Dona lagi.
" Ikuuuuttt " celutuk Rahma.
" Ya jelas kamu ikut dong, wong kamu yang jadi pemeran utama wanitanya "
" Eh maksudnya setuju, Mbak "
" Dim, gimana menurut kamu " tanya Khalis.
" Ok, saya sih setuju aja Pak "
" Baiklah berarti all white yaa, ada warna lain untuk penyeimbang?? "
" Merah, bisa untuk bunga yang diletakkan disetiap meja dan pink untuk pita sebagai aksen kursi dan meja " jawab Dona.
" Waaa mbak Dona memang cakep!! setujuuuu sangat!! "
" Yaa memang aku cakep " jawab Dona datar tanpa ekspresi.
" Mendingan kita lanjutkan keee.... kemana yaaa. Hmm tadi konsep desain dan tema sudah, tenda sudah, nah mulai acaranya jam berapa?? " tanya Khalis.
" Saya ingin acara akad ba'da Maghrib pukul 18.30 kemudian dilanjutkan resepsi hingga pukul 22.00 " ucap Dimas.
" Baik, jadi nanti akad langsung resepsi yaa. Jadi tidak ada ganti kostum yaa??"
" Iya, satu saja "
" Baik "
" Berapa yaa harga paketnya?? " tanya Dimas.
" Untuk paket 35 juta, sudah termasuk pelaminan, sound system dan dekorasi "
" Kateringnya?? " tanya Dona.
" Dari pihak cafe telah memberikan menu paket untuk pernikahan, Anda bisa memilih dari beberapa paket ini " jawab Asya.
" Gimana Ma?? mau yang mana?? " tanya Dona.
" Hmmm bingung " jawab Rahma.
" Pak, waktu persiapan nikah kemarin, seperti ini juga ga?? " tanya Dimas ke Khalis.
" Seperti ini, gimana?? "
" Bingung mau pilih yang mana "
" Ga, kan sudah pengalaman yang pertama, kemarin yaa ga ribet milihnya, lagian ada masternya katering, jadi serahkan ke ahlinya saja "
" Nah, Mbak Dona sebagai ahli perkateringan, sok lah dipilih "
" Sopo sing arep nikah, kok aku sing milih?? "
" Udahlah Mbak, help me laaa, please?? "
" Yowes, karena aku baik hati dan tidak sombong, rajin menabung dan... "
" Mbaaaak buruan piliiiiih!!! "
" Inggih ndoro ayu, kulo bade milih, sekedap nggih "
Setelah membaca pilihan menu yang ditawarkan, akhirnya Dona memilih.
" Paket 2, yang banyak menu Indonesianya, tapi variasi menu westernnya juga cukup banyak gimana?? "
" Ok " jawab kompak Dimas dan Rahma.
" Untuk gubuk-gubuknya, zuppa soup, itu sudah wajib, sate ayam, tekwan, bukan take two, cukup 1 aja "
" Yang, ngelawaknya jangan sekarang deh "
" Oiya, maaf. Lanjut ... eee ada kebab, boleh tuh kebab trus crepes "
Diskusi menu dan jumlahnya pun berlangsung cukup lama, hingga terdengar adzan Maghrib.
" Sudah adzan Maghrib, kita lanjutkan nanti setelah shalat maghrib " potong Khalis.
" Baik Pak, setelah shalat maghrib kita lanjutkan sekalian makan malam " jawab Andi.
Mereka pun bersegera menuju Masjid yang tak jauh dari lokasi cafe.
Setelah itu, diskusi persiapan pernikahan pun berlanjut kembali sembari makan malam.
" Kita lanjutkan dengan undangan "
Arsya kemudian mengeluarkan contoh-contoh undangan.
" Yang seperti ini, undangan sekaligus kalender duduk, kemudian yang ini, undangan sekaligus notebook "
" Saya mau undangan yang simple aja, kertas aja " ucap Dimas.
" Baik, kalau begitu silahkan pilih desainnya dan redaksinya apa saja "
Setelah memilih desain undangannya, Rahma melihat sekeliling cafe yang nantinya akan ia gunakan untuk acara pernikahannya.
" Ma, ayo sambil makan " ucap Dona.
" Iya Mbak. Eh Mbak, ada ide top lagi gak untuk dekorasinya "
" Hmmm lampu kecil-kecil di pasang diatas, keliling dan acak, jadi nanti seperti bintang-bintang "
" Mbak Dona!!! Aku pada mu!!! "
" Dah buruan makannya, ntar dingin ga enak "