
Setelah menempuh 50 menit penerbangan, sampailah mereka di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Keduanya pun segera menuju pintu kedatangan, karena mereka berdua pergi tanpa menggunakan bagasi.
" Kamu pulang ada yang jemput ?? " tanya Dimas.
" Ga Bang. Aku naik taxi aja "
" Kalau begitu kita naik taxi berdua, kamu akan saya antar pulang dulu, ga pakai nolak, saya salah kalau membiarkan kamu naik taxi sendirian, ini sudah malam "
Dengan berat hati, akhirnya Rahma menyetujui.
Setelah mendapatkan taxi, keduanya pun segera menaikinya. Dimas duduk di kursi depan dan Rahma duduk sendiri di belakang.
" Pak, ke Jatibening lalu ke Pondok Bambu " ucap Dimas kepada supir taksi.
" Ma, nanti kamu beri tahu arahnya yaa. Aku kan belum tahu rumah kamu "
" Iya, Bang "
Rahma pun teringat, jika ia belum menghubungi ibunya dan Dona.
" Assalamu'alaikum, Bu aku sudah di taksi, otw ke rumah yaa "
" Wa'alaikumsalam, iya. Ibu tunggu "
Lalu ia pun mengirim pesan singkat di WAnya.
" Mbak, aku sudah sampai Jakarta, otw Jatibening "
" Alhamdulillah, tetap waspada!! jangan lengah!! met istirahat yaa adek "
" Haadeee Mbaaaak!!! makasiiiii "
" Eh kamu kok ga foto laporan pandangan kamera?? "
" Haaiish, ga sempet jeprat-jepret, Mbak. Besok deh pas balik ke Jogja, aku foto-foto "
" Nah pinter, yowes. Salam buat Bulik Uci sama Upi dan Bila yaa "
" In syaa Allah "
Setelah 30 menit, Rahma pun sampai di rumahnya.
Ibunya telah menunggu di teras rumah bersama Upi.
" Eh, ibu sudah nunggu di depan "
" Yowes, aku turun dulu deh " ucap Dimas.
Keduanya pun turun untuk memberi salam.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam. Lho Ma, kamu kok ga bilang kalau pulang bareng Dimas?? "
" Maaf Bu, tadi kebetulan ketemu di Bandara, dan ternyata kita juga satu pesawat, padahal ga janjian. Jadi yaa karena sudah malam, saya antar Rahma pulang dulu " jelas Dimas.
" Ooo, makasih yaa. Ga mampir dulu?? "
" Ga Bu, terimakasih. Saya langsung pulang saja, sudah ditunggu bapak dan ibu di rumah " tolak Dimas halus.
" Yowes hati-hati yaa. Terima kasih ya Dimas "
" Sama-sama Bu "
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Setelah mobil yang ditumpangi Dimas berlalu, Rahma dan ibunya pun masuk ke dalam rumahnya.
Begitu masuk ke dalam rumah, Rahma memeluk tubuh ibunya dengan erat
" Kangeeeen, aku kangen banget sama Ibu "
Ibunya pun membalas pelukan putri bungsunya itu, dengan membelai lembut punggungnya.
" Anak ibu pasti capek, ngurus persiapan pernikahan dan tetap bekerja. Tapi ibu bangga, karena putri manja ibu, ternyata sudah dewasa. Sudah ada yang meminang "
Ibunya lalu melepaskan pelukan Rahma.
" Makan dulu, setelah itu baru beres-beres dan istirahat "
" Inggih Bu "
" Mbak ga dipeluk?? " ucap Upi seraya memberikan tangannya.
" Ga, ga salah!!! " jawab Rahma yang segera memberikan pelukan hangat ke kakak pertamanya itu.
" Sudah, jangan kelamaan teletubbiesnya, ayo masuk dulu " ucap ibu Rahma.
Rahma pun melepaskan pelukannya kemudian ia berjalan menuju ruang tengah, setelah mencuci tangannya, ia pun segera menuju meja makan.
Aroma masakan yang ia rindukan pun tercium sudah.
" Ayo Ma, makan dulu, ibu sudah siapkan ikan bakar dan sayur asem kesukaanmu "
" MasyaAllah, menu restoran ini Bu!! "
" Iya, untuk menyambut anak ibu yang sebentar lagi akan menikah " ucap ibunya dengan mata berkaca-kaca.
" Yaaa Ibu kok jadi meloooow??? jangan dong Bu "
" Ga, ibu senang kok, ibu bahagia sekali. Yuk makan, mumpung masih hangat "
Sambil menikmati makan malam bersama ibu dan kakak pertamanya, ia pun bercakap-cakap dengan keduanya.
" Kok sepi?? Nala kemana?? " tanya Rahma tentang keponakannya.
" Sudah tidur, namanya juga balita, jam segini sudah tidur "
" Mbak Bila ga pulang?? "
" Besok. Tadi rencananya sore ini nunggu Fariz pulang kerja, tapi ternyata Fariz lembur, jadi yaa besok baru kesini " jawab Upi.
" Oiya, kamu balik ke Jogja hari apa?? "
" In syaa Allah senin pagi, pesawat jam 6. Sampai Jogja, langsung ke kantor "
" Pulangnya bareng Dimas lagi?? " tanya ibunya.
" Ga tahu, besok aku tanya "
" Ngapain nunggu besok, sekarang ajalah, palingan dia masih di jalan " sahut Upi.
" Nanti saja, selesaikan makannya dulu " ucap ibu.
" Yaaa maksudnya itu Bu, bukan besoklah pokoknya "
" Kenapa?? " tanya Rahma.
" Ga papa, tanyain aja "
Selesai makan malam, Rahma mengirim pesan WA ke Dimas.
" Bang, ibu nanya, pulang ke Jogjanya kapan?? "
Tak menunggu lama, Dimas segera menjawabnya.
" InsyaAllah pesawat hari Senin jam 07.30 pagi, pakai maskapai yang sama "
" Yowes Bang, ketemu di Bandara Senin pagi yaa "
" InsyaAllah "
Setelah menutup sambungan teleponnya,
" Jadi gimana?? " tanya Upi.
" Senin pagi, Mbak. Penerbangan yang sama juga seperti aku "
Senyum merekah dari bibir Upi.
" Nah, gini Bu, Rahma. Aku punya saran, yang patut untuk dipertimbangkan, bagaimana kalau Dimas dan Rahma akad hari Ahad, terserah bisanya kapan, yang jelas sebelum kembali ke Jogja. Ssttt jangan diputus dulu, aku belum selesai "
" Jadi, kalian berduakan sudah disini, berangkat bareng, pulang juga, daripada dosa berduaan selama perjalanan, yaaa kenapa ga nikah aja langsung, nikah siri dulu, kan ga papa, sah juga. Nanti akad lagi sesuai jadwal acara, untuk pencatatan resmi kenegaraan dengan KUA, kan ga masalah "
Rahma hanya terdiam, berusaha mencerna kata-kata Upi.
" MasyaAllah anak ibu memang pintar!! iya Ma, wis ndang gawe ae, sisan. Jadi kita semua ga berdosa membiarkan kamu pergi berdua dengan Dimas " ucap ibu Rahma setuju.
Rahma masih terdiam. Lalu,
" Aku kan belum nyiapin apa-apa, baju cantiknya di Jogja, semuanya di Jogja!! "
" Kita beli lagi disini, ga papa. Gimana?? kamu setuju yaa. Kalau iya, biarkan ibu bicara langsung dengan Dimas "
Rahma menunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Pikirannya tidak karuan, jantungnya pun berdegup dengan kencang, keringat dingin pun mulai mengalir.
Ibu Rahma dan pun menyadari kekhawatiran putri bungsunya itu.
" Rahma, ibu dan mbak Upi tidak memaksa, semua tergantung kamu, kamu yang akan menjalani. Tetapi mbak Upi benar dan wajib mengingatkan. Kamu pikirkan malam ini, tenangkan hatimu, shalatlah, minta petunjuk ke Allah. Ingatkan cerita mbak Dona?? tidak disangka dan diduga, mendapat lamaran dari mas Khalis, padahal baru saja kenal. Lihat sekarang, mereka sedang berbahagia dengan buah hati mereka yang baru. Manusia berencana, tetapi Allah yang menentukan. Yaa mungkin sekarang jalannya kamu begini, mendadak dijodohkan yang akhirnya mendadak nikah "
" Hmmm suddenly in love!!! " sahut Upi.
" Ih Mbak!!! "
" Kamu istirahatlah, pikirkan baik-baik yaa, minta ke Allah " lanjut ibunya.
Rahma pun menganggukkan kepalanya.
" Yowes Bu, aku ke kamar yaa, nun sewu, besok tolong dibangunin shubuh nggih, takut kesiangan, soalnya aku capek banget "
" Iya, yowes mandi, shalat dan segera istirahat, semoga besok pagi, kamu sudah menemukan jawabannya " ucap ibu Rahma.
" Inggih Bu "
Rahma pun berjalan menuju kamar tidurnya. Ia pun segera merebahkan badannya di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.
" Aaaaaaaaa!!! " teriak lirih Rahma.
" Mbak Dona, I wish you were here, I need to talk!! "
Notifikasi WA Rahma pun berbunyi.
" Maaaa, tiduur!!! istirahat!! dah malam!!! eh mandi, jangan lupa!! "
Rahma pun tersenyum membaca pesan dari Dona.
" Iya Mbak, otw nih "
" Eh Mbak, telpon aku setengah jam lagi yaa " pinta Rahma.
" Kunaon ?? " tanya Dona.
" Telpon aja nanti. Aku mandi bentar "
Rahma kemudian bergegas ke kamar mandi.
Setelah mandi dan shalat, ia kembali mengirim pesan WA-nya ke Dona.
" Mbaaaak, buruan telpon "
" Baiklah adekku yang manja "
HP Rahma pun berdering, tak lupa ia memakai jilbabnya terlebih dahulu.
" Ih Mbak Dona!!! aku kan bilang telpon, kok malah video call!!! "
" Agar dapat kulihat wajahmu yang mengkesal seperti ini " jawab Dona santai.
" Kenapa Neng Rahma geulis?? " lanjutnya lagi.
" Mbaaaaaaak, aku ditembak!!! "
" Astaghfirullah!!! apakah penampakan kamu sekarang dalam bentuk arwah??!! "
" Mbaaak!!! serius dong!!! ini menyangkut kehidupan diriku yang akan datang!! "
" Di alam baka?? "
" Terserah deh!!! alam baka, barzah apalah semuanya!!! "
Dona pun tertawa melihat Rahma yang semakin terlihat emosi.
" Baiklah adekku sayang, ada apa sih?? sudah sampai rumah tercinta, kok diriku masih yang diteriakin?? sebegitu kah dalamnya cintamu padaku?? "
" Iya, dalem banget!!! Mbak pleasee..... "
" Iya ngomong aja sih... "
" Jadi tadi aku ternyata 1 penerbangan sama Bang Dimas, dia ke Jakarta juga. 1 penerbangan dan seatnya 1 baris juga. Ngobrol lah kita. Pulangnya Bang Dimas anterin aku pulang, pakai taxi. Bang Dimas rumahnya di Pondok Bambu, ga jauh dari Halim, tapi maksa harus anterin aku pulang dulu. Jadi tadi ketemu ibu sama mbak Upi "
" Nah, mbak Upi minta aku untuk tanya pulangnya kapan. Ternyata pulangnya, kita satu penerbangan lagi "
" Wait!! Kamu ditembak untuk akad, sebelum balik ke sini !! iya, kan?? Upi bener tuh!! "
" Iya, Mbak!!! kok Mbak tahu?? "
" Yaa ketebak lah Neng. Bener tuh si Upi, akad aja disana. Akad hari Ahad, kamu berdua balik sini kan Senin pagi. Aku minta laporan pandangan kamera aja, live!!! dah aku setuju!! ga usah mikirin kostum, beli disana kan banyak butik keren, lebih keren dari yang disini. Nanti aku minta tolong temenku kirimin foto-foto gaun, kamu tinggal pilih "
" Mbaaak, kenapa jadi gercep begini?? "
" Ga papa, hitung-hitung kamu akhirnya ngadain acara di dua tempat. Acara yang disini tetap berjalan, besok baru nikah secara agama kan, jadi disini kamu akad secara negara, ga papa, boleh kok, sah semua "
" Saya transfer 5 juta untuk acara akadnya " ucap Khalis dari belakang.
" Sudah masuk ke rekening kamu yaa, silahkan di cek "
" What??!!! Mas??? kok sudah langsung transfer??!! "
" Biar kamu ga kelamaan mikir, kita berdua setuju kuadrat kamu akad dulu, saya barusan WA Dimas, nunggu dia jawab " jawab Khalis.
" Ya Allah!!! Maass??!!! Mbaaak??!!! ini beneran langsung??!!! "
" Iya Rahma sayang "
" Ma, Dimas sudah jawab, katanya oke, Ahad pagi " ucap Khalis.
" Whaaattt??!!!! "
" Saya langsung WA Dimas, dia bilang OK ga masalah, mahar sudah siap. Seserahan nanti pas akad resmi kenegaraan, besok keluarga Dimas bawa hantaran aja " lanjut Khalis lagi.
" Waaah, ada acara resmi kenegaraan!!! ada protokol tertentu ga?? " canda Dona.
" Mbaaaaak, ini bukan waktunya ngelawak!!! aku gimana??? "
" Yaaa kamu siapin kostum untuk akad aja, yang rempong biar Dimas buat nyiapin hantaran. Besok pagi, aku minta temenku datang bawa bajunya, sekalian nanti untuk make-upnya juga. Fotografernya besok sekalian juga. Sekarang kamu tenangin diri kamu, look Ma, everything its gonna be okay, don't get panic easily. Take a deep breath, let it out with istighfar, do it untill you fell relax. You have Allah, let He works in His way. You just have to believe, just calm down "