Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 25 Persiapan Akad



Keesokan harinya, di Sabtu pagi di rumah orang tua Dimas,


" Pak, Bu, InsyaAllah besok pagi aku mau akad nikah di rumah Rahma, di Jatibening "


Dimas kemudian menceritakan perjalanannya dari Jogja yang bertemu Rahma di Bandara hingga mengantarkannya pulang ke rumahnya.


" Jadi yaa untuk menghindari fitnah, yaa sebaiknya dimajukan akadnya " lanjut Dimas.


Kedua orang tuanya hanya terdiam menatap lurus ke arah Dimas, berusaha mencerna kalimat yang putra bungsunya ucapkan.


" Maksudnya, kamu mau akad sebelum kembali ke Jogja?? nikah secara agama?? " tanya ibu Dimas.


" Iya Bu "


" Jadwal akad dan resepsi di Jogja yang kemarin, tetap dilaksanakan tidak ada perubahan, tetapi paling tidak sekarang kami berdua akad terlebih dahulu "


" Bapak, ibu sih tidak masalah, kapan saja, asal kalian berdua sudah siap "


" Maharnya?? " tanya ibu Dimas.


" Ada Bu, aku bawa di dalam tas "


" Yowes Bapak, ibu sih setuju-setuju saja. Besok jam berapa?? kalian siapkan semuanya, koordinasikan juga dengan keluarga Rahma "


" Iya Pak, in syaa Allah besok pagi jam 9 "


" Yowes ibu WA ibunya Rahma, biar besok acaranya lancar "


Keluarga Dimas dan Rahma mulai berkoordinasi untuk akad esok hari, mereka pun disibukkan dengan persiapan akad nikah dari tempat, makanan, hingga undangan yang akan disebarkan melalui WA.


Di kediaman orang tua Rahma di Jatibening,


" Maaa, sebentar lagi orang dari butik datang, kamu siap-siap yaa "


Dengan malas Rahma pun menjawab,


" Iya Bu "


Di saat bersamaan, Dona menghubungi Rahma kembali.


" Ma, 30 menit lagi temenku datang, dia bawa gaun-gaun untuk akad kamu besok. Sekalian juga test make-up, itu sepaket sama fotografer langganan aku dari studio 33 "


" Mbak, masih sibuk aja sih, aku jadi terhura " ucap Rahma dengan mata berkaca-kaca.


" Ssstt, aku ga bisa datang untuk bantuin acara kamu, tapi minimal aku bisa minta tolong teman dan kenalan-kenalan aku untuk bantuin kamu. Kamu tenang aja, mereka profesional... "


" Aku ga ragu kalau itu rekomendasi dari Mbak, selama ini kan acara-acaranya mbak Dona selalu cetar "


" Alhamdulillah ada yang suka. Yowes, kamu sudah sarapan belum?? mandi?? ayo semangat untuk tampil syantik terparipurna!! "


" Siap Ndan!!! " jawab Rahma.


Keduanya pun menutup pembicaraan mereka dengan tawa.


Rahma pun bersiap untuk menerima tamu-tamu yang akan membantunya untuk mempersiapkan akad nikahnya esok pagi.


Sementara itu di Jogja,


" Yang, kita ke Jakarta. Alhamdulillah, Mas dapat tiket PP, hari ini jam 4 sore dan pulang hari Senin pagi, kita kembali ke Jogja bareng mereka " ucap Khalis yang mengejutkan Dona.


" Mas??? really?? serius???!!! "


" No, it's a prank Hon. Of course it's serious, just get ready "


Dona pun beranjak dari kursinya dan memeluk Khalis.


" Love youu, much much much much!!! " ucapnya sambil mencium kedua pipi suaminya.


" Love you too. I know, Sayang pasti gemas pingin datang, right?? "


" You know me so well lah. Aku siapin keperluannya Al yaa. Oiya, kita nginap di Menteng kan?? "


" Yup. Mas bilang dulu ke bapak, Sayang beresin yang mau dibawa aja "


" Siap Boss!! "


Dengan penuh semangat, Dona mempersiapkan perjalanan singkatnya nanti. Ia tidak akan memberitahu Rahma, jika dirinya akan datang pada acaranya. Ia ingin kedatangannya menjadi sebuah kejutan untuk adik sepupunya itu.


Sementara itu, Rahma tengah memilih gaun yang akan digunakannya esok hari.


" Gimana Ma?? mana yang kamu suka?? " tanya ibunya.


" Binguuuuung!! ini bagus semua!! Ada saran ga Mbak?? " tanya Rahma kepada Tasya, desainer fasion yang merupakan teman sekolah Dona.


" Acaranya di rumah kan?? coba Mbak Rahma tutup mata, lalu bayangkan suasana akad nikah yang diinginkan, warna-warnanya, nuansanya "


Setelah beberapa saat, Rahma pun menjawabnya.


" Suasananya santai, homy, akrab satu sama lain, terang, ringan pokoknya seperti bulu yang terbawa angin "


" Kalau ini, bagaimana?? " tanya Tasya.


Rahma pun membuka matanya dan senyumnya pun merekah, matanya berbinar lalu ia menganggukkan kepalanya.


" Ok, gaunnya ini dan jilbabnya yang ini yaa " tunjuk Tasya pada sebuah jilbab instan berwarna putih gading, kemudian ia juga mengambil sebuah kain shifon berwarna silver sebagai aksennya.


Rahma kembali menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


" Sekarang kita tes make-up dulu yaa. Silahkan Mbak Rahma untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu "


Setelah Rahma selesai mencuci wajahnya, Lia sang MUA mulai mengaplikasikan base make-up ke wajah Rahma.


Mbak Rahma suka yang seperti apa?? tone yang terang, light atau berani?? " tanya Lia.


" Yang light aja mbak, aku ga mau yang tebal, apalagi pakai bulu mata palsu, trus shading yang aduhai itu. Aku mau yang look fresh seperti yang difoto ini "


Tunjuk Rahma pada sebuah foto wajah dengan make-up ringan tetapi terlihat cerah dan segar.


" Oooo antara Korean look dan Jepang yaa. Base colornya pink atau salem?? "


" Pink aja "


Lia pun mulai mengaplikasikan make-up ke wajah Rahma.


Setelah 30 menit, Lia telah selesai mendandani Rahma.


Bibirnya pun membentuk senyuman yang merekah, Rahma pun menganggukkan kepalanya.


" I love it "


" Saya foto ya Mbak. Dona minta dikirimkan foto tes make-up dan dressnya " pinta Tasya.


" Boleh "


Rahma pun bangkit dari kursinya.


Setelah mengambil beberapa foto, Tasya mengirimkan hasilnya ke Dona dan Rahma.


Tak lama Dona mengirimkan tanda hati setelah melihat hasil foto Rahma.


" Yaa Allah!! gawat!! aku lupa, sepatuku!!! aku kemarin kesini pakai sepatu kets!!! kan ga lucu kalau besok aku pakai sepatu kets!!! "


Ibu, Tasya dan Lia pun tertawa mendengar kepanikan Rahma.


Tasya lalu segera menghubungi Dona, melalui video call.


" Ada apa, Tas?? "


" Tas?? lo kira gw ransel?? "


" Yowes kalau bukan ransel yaa cangklong. Kenapa?? "


" Nih, Rahma lupa, belum siapin sepatu, dia kemarin kesini pakai sepatu kets " jawab Tasya.


" Mana tuh anak, aku ngomong dulu "


Kemudian, Tasya menyerahkan HPnya ke Rahma.


" Iya Mbak "


" Ma, sepatunya warna apa?? eh aku lihat deh sepatunya "


" Sepatu apa??? aku cuma ada sepatu kets aja "


" Iya itu, aku mau lihat "


Rahma pun menuju rak sepatu yang terletak di samping ruang tamu.


" Ini Mbak " tunjuk Rahma pada sepatu kets putih dengan tali dan garis berwarna pink muda.


" Coba kamu pakai, minta yang lain pegangin HPnya, aku pingin lihat penampakanmu "


" Haadeee, penampakan yaaa, putih-putih ini lho Mbak "


" Ya bener kan. Yowes buruan aku mau lihat "


Rahma meminta tolong Upi untuk mengarahkan kamera kepadanya.


" Ma, angkat sedikit gaunnya, biar kelihatan sepatunya " pinta Dona.


Rahma pun mengikuti arahan Dona.


" Ok, no problemo. You don't need a new shoes. Pakai itu aja sepatunya. Biar beda and kekinian, ntar temanya runaway bride, jadi nanti fotonya seolah-olah kamu lagi lari, kayak kabur gitu, nah ntar Dimas yang ngejar. Atau kalian berdua sama-sama lari bareng, sambil gandengan tangan "


" Tenang Ma, keren kok "


" Iiiiih Mbak Dona!!! kok bisa kepikiran yang uwow banget siiii!!! "