
Sepekan berlalu, Rahma kembali dibuat tidak mengerti dengan sikap Dimas yang kembali dingin.
Seperti biasa, di akhir pekan, Rahma kembali menginap di rumah Dona, kakak sepupunya.
" Ma, kamu telpon ibu, bilang kalau Ahad pekan depan, Dimas mau ngelamar kamu " ucap Dona tanpa basa-basi yang membuat Rahma bingung.
" Maksudnya?? "
" In syaa Allah Ahad jam 10, Dimas sama keluarganya mau ngelamar kamu. Saya bilang disini aja. Orang tua Dimas, Sabtu sore sampai di Jogja, mereka akan menginap di Rumah Jogja, kemarin sudah saya booking " jelas Khalis.
Dengan ekspresi terkejut,
" Mas?? serius??? beneran?? bang Dimas??? ngelamar??? " tanya Rahma.
" Iya. Kamu kabarin Bulik Uci, biar kesini sebelum Sabtu besok " jawab Khalis datar.
" Hold it !!! aku mau dilamar??? Mbaaak baju!!! aku pakai baju apa!!! "
Khalis dan Dona,
" Dasar cewek!! "
" Eh Yang, Sayang kan cewek juga!! "
" Tapi aku kan ga gitu, Mas !! "
" Wait !! .. back to me duluu!!! aku pakai baju apa?? serius nanya!! trus nyiapin apa!! "
" Baju yang kemarin buat acara resepsiku kan bisa, cantik tuh bajunya, baru sekali pakai kaaan " jawab Dona.
" Oiya, bener. Ok, trus, aku nyiapin apa?? "
" Siapin mental aja " jawab Dona santai.
" Yeeee mbaaaak!! Maaaas!! "
" Apa sih Ma, bener kata Mbak Dona, kamu siapin mental aja. Baju untuk lamaran kan sudah ada, pembahasan selanjutnya pas lamaran "
" Kok, Bang Dimas ga kasih tahu aku?? "
" Dia cut komunikasi ke kamu sampai akad " jawab Khalis.
" Dan Mas Khalis yang bertindak sebagai jubirnya " tambah Dona.
" Haadeee, yang ngurus lamaran aku kok pasangan ajaib inih!!! "
" Terima nasib aja Ma, memang sudah begitu takdir yang Allah beri " jawab Dona.
" Kok jadi serem yaa "
" Eh serius, ngasih tahu lamaran kok mukanya serius gitu!!! ga ada senyum, ga excited gimana gitu??? " lanjut Rahma lagi.
" Ma, ini muka orang capek kurang tidur karena baru punya bayi. We're in flat mode " jawab Dona datar.
" Ada " jawab kompak Khalis dan Dona.
" Jadi weekend depan kamu siap ya, ngomong lah ke Bulik Uci " lanjut Dona.
" Kirain ga jadi, ternyata tetep lanjut tho?? "
" Ya iya, wis lah aku mau istirahat dulu. Ahad siap yaa " jawab Dona.
" Mbaaak?? Mas??? "
" Kita ga bercanda, pokoknya Ahad kamu harus siap. Telpon ibu, minta datang hari jum'at. Aku ke kamar, istirahat yaa " jawab Dona sembari berjalan ke kamarnya.
Setelah pasangan kakak sepupunya itu kembali ke kamar mereka, Rahma segera menghubungi ibunya di Jakarta.
" Bu, Jum'at pekan depan kesini ya Bu. Bang Dimas mau ngelamar "
" Eh, opo?? ibu ga salah dengar?? kamu mau dilamar?? "
" Iya Bu "
" Sama siapa?? "
" Bang Dimas, yang itu lhoo Bu, asistennya mas Khalis. Aku kan pernah cerita "
" Oooo yang jadi MC waktu nikahannya mbak Dona?? yang itu bukan?? "
" Iya Bu "
" Laaa terus ibu kesana?? kenapa ga disini aja, kan ibu disini "
" Laaa ibu?? aku kan di Jogja, yoo mosok aku musti ke Jakarta cuma buat lamaran, trus besoknya balik ke Jogja lagi?? mahal di ongkosnya Bu "
" Daripada ibu, berangkat bertujuh, ongkosnya lebih gede "
" Yaaa ibuuu, aku males pulang kalau cuma, sebentar. Kalau pulang yaa minimal sepekan. Ibu yang kesini yaaa, pleaseeee " lanjut Rahma.
" Ibu ga usah bawa apa-apa, nanti kan bisa masak atau bikin makanan apa aja disini. Ibu kesini aja sama mbak Upi dan mbak Bila, yaaa "
" Yowes, jum'at pekan depan ibu ke Jogja. Kamu belanjakan kebutuhan untuk makanannya, nanti ibu WA "
Setelah mengakhiri percakapan dengan ibunya, Rahma termenung sendiri di halaman belakang rumah pakdenya, memandang kebun dengan pohon buah yang hampir panen. Diiringi dengan gemericik air dari kolam ikan.
" Heran, mbak Dona semakin hari semakin aneh, tapi itu sih sudah biasa. Tapi kok mas Khalis bisa ikutan gabung dengan keanehan istrinya. Duh, Bang Dimas lagi mode jauh pulak!! aku mau lamaran kok kayak gini sih?? mana ada romantis-romantisnya ?? "
Dengan perasaan yang tidak karuan, antara bahagia, takut dan bingung, Rahma memutuskan untuk mengikuti kebiasaan Dona jika dirinya sedang dilanda kegalauan.
" Tarik nafas dan pikirkan yang indah-indah "
" Lakukan hingga 3 kali, jika tidak berhasil membuat mood lebih baik, inilah saatnya untuk gelato dan pizza atau mie kuah super pedas atau rujak es krim atau.... "
" Mbak Dona!!! dirimu benar-benar sudah meracuni ku!!! "