Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 29 First Date



" Kalian mau cari apa lagi?? " tanya Dona.


" Hmmm sudah sih kayaknya " jawab Rahma.


" Hmmm Mas, Mbak, kalau mau pulang duluan, ga papa. Aku masih mau jalan disini " ucap Dimas.


Khalis dan Dona pun tersenyum.


" Hmm sepertinya sudah saatnya mbek bolot ini menyingkir, ada yang mau pacaran " goda Dona.


" Iiih Mbaaaak "


" Eee ga papa, kan sudah sah. Memang harus pacaran berdua, nikmati aja waktunya " tambah Dona.


" Yowes, aku pulang duluan. Besok pagi kita ketemu di Halim " ucap Khalis.


Setelah mereka berpisah, Dimas mengajak Rahma rehat sejenak di Coffeeshop.


" Bang, Abang dulu SMAnya dimana?? " tanya Rahma sambil menikmati Es Frappuccino dan cheesecake favoritnya.


" SMAN 61 "


" Waaah, pinter beneran dari dulu dong "


" Alhamdulillah "


" Aku dulu di pesantren, MAN Al Hidayah "


" Iya, sudah tahu, mbak Dona pernah cerita " jawab Dimas.


Dimas dan Rahma menggunakan kesempatan tersebut untuk lebih saling mengenal satu sama lain.


Lalu Dimas menunjukkan postingan FB Khalis siang tadi.


" Aaaaaaa!!! Mbak Donaaaaaa!! suamimu emang yaaa!!! "


Dimas pun tertawa melihat reaksi Rahma yang sudah ia sangka sebelumnya.


" Kenapa?? kan memang harus disebarkan agar tidak menimbulkan fitnah "


" Tapi Baaaang!!! beberapa pekan lalu, ada orang kantor yang lihat Abang masuk butik Noer. Mereka heboh dong, ngapain laki masuk ke butik?? terus mereka mulai deh, nebak-nebak ada apa gerangan, siapa yang nikah, siapa calonnya "


" Trus siapa?? " tanya Dimas penasaran.


" Aku yaa diam aja, takut aku tuuu Baaang "


" Kok takut, memangnya mereka mau ngapain ?? "


" Ya ga ngapa-ngapain, tapi aku yakin pasti nanti ada sesi interogasi. Males aku Bang "


" Hmmm butuh konfrensi pers kah?? " canda Dimas.


" Laah, sekarang Abang yang kayak mbak Dona!! "


" Santai aja, Senin pagi kita berangkat ke kantor bertiga, mereka kan sudah tahu dan palingan dihujani ucapan selamat "


" Nanti bacalah komennya dibawah, mas Khalis ga balas satupun komennya, seperti biasa senengnya kasih info trus bye " lanjut Dimas.


" Abang ga komen?? eh ada yang nanya ke Abang ga?? "


" Abang belum baca semua, nanti malam aja kalau sudah santai. Ada yang WA ngucapin selamat, tapi protes juga, kok diam-diam aja "


" Nanti lah, kita jawab satu-satu "


Tak lama waktu Ashar pun tiba,


" De, Abang shalat Ashar di Masjid yaa " ucap Dimas setelah mendengar adzan dari HPnya.


" Iya, aku di musholla sini aja ya Bang "


" Iya, yuk Abang anterin ke musholla dulu, trus Abang lanjut ke masjid "


Setelah keduanya selesai menunaikan ibadah shalat Ashar, mereka kembali berjalan mengelilingi Mall.


" Bang, kita ke toko buku yuk, aku mau beli novel "


" Novel apa?? "


" Novel yang ceritanya ringan dan ga banyak halu "


" Bukannya perempuan suka yang banyak halunya?? "


" Hmmm bukan tipe yang suka berandai-andai yaa?? "


" Bukan banget, aku tuh mirip mbak Dona, realistik mode on, jadi ga bisa tuh kalau digombalin janji-janji manis, alamat langsung coret yang model seperti itu "


" Alhamdulillah Abang ga bisa ngegombal "


" Alhamdulillah jangan sampai deh anda pergombalan diantara kita "


Sampai di toko buku, Rahma segera menuju ke bagian novel. Ia pun membeli novel bertemakan romantis komedi kegemarannya.


Sedangkan Dimas, lebih memilih majalah yang membahas tentang teknologi otomotif terbaru.


" Ooouugh, berat banget bacaannya. Ga yang ringan buat selingan gitu Bang?? "


" Yang ringan?? ini kan ringan, dibandingkan novel, ini lebih ringan "


Dengan tatapan yang menusuk tajam,


" Bukan beratnya!! "


Dimas pun tertawa melihat Rahma kesal dengan gurauannya.


" Ini asyik dibacanya kok, seru lho, pinginnya sih jika suatu saat diberikan kesempatan untuk bekerja di bagian engineering, di bagian yang merancang mesinnya, Abang pingin mendesain mesinnya seperti ini, hmmm ga mudeng yaa. Intinya setiap tahun, selalu ada perbaikan desain pada mesin kendaraan ataupun penambahan teknologinya "


" Hmmm, trus Bang, kalau sekarang desain mobilnya termasuk mesin-mesinnya dibuat, trus mobilnya kapan ada di pasaran?? "


" Untuk proses desain keseluruhan sampai jadi dan dipasarkan, itu butuh waktu paling cepat 2-3 tahun, maksimal 10 tahun. Jadi mobil baru yang dipasarkan sekarang, itu sudah masuk dalam perencanaan 3 sampai 10 tahun yang lalu "


Mata Rahma pun mendelik mendengar jawaban Dimas.


" Serius Bang?? selama itu?? "


" Iya, karena keselamatan kan harus diutamakan, jadi pengetesan keamanan kendaraan dilakukan bertahap dan berulang. Suka nonton discovery channel ga?? suka ada dokumenter proses pembuatan mobil, trus segala macam tesnya, dari ketangguhan, kecepatan, kenyamanan dan keamanannya "


" Discovery channel yang aku tonton yang binatang-binatang aja atau tentang alam itu aja, kalau sudah masuk keteknikan, aku skip selalu. Nonton kok mikir "


Dimas kembali tertawa dengan jawaban polos Rahma.


" Nah, kalau keuangan?? bosan ga, ngitungin angka rupiah melulu " tanya Dimas.


" Jujur sih bosan, pinginnya ga cuma ngitung, tapi ngantongin duitnya juga " canda Rahma sambil tertawa kecil.


" Godaan yaa "


" Jujur sih ga, sama sekali ga tergoda untuk nilep serupiah pun, tapi kenapa duitnya hanya dalam bentuk angka, bukan dalam bentuk aslinya, kan seru tuh ngeliat uang yang ratusan juta di depan mata "


" Seru sih, tapi yakin mau ngitungin uangnya satu-satu ?? "


" Ya ga sih kalau itu... hehehe "


" Eh tapi, aku pernah dengar cerita, waktu pameran mobil Gaikindo itu Bang, ada orang beli Audi A6 cash, tunai !! kayak Abang tadi pas akad, dibayar TUNAI !!! "


" Hah, serius?? beli Audi bayarnya cash?? itu kan 1 M lebih!! "


" Iya, beneran. Kebayang dong seluruh SPG dikerahkan untuk ngitungin uangnya "


" Bawanya pakai apa?? kan banyak banget!!?? koper?? "


" Katanya uangnya dibawa pakai plastik hitam "


" Waaa, seperti cerita film-film yaa, transaksi gelap!! "


" Hahaha iya yaa, mafia mode on!! "


" Nah trus Bang, ada temanku yang kerja jadi teller di Bank. Nah, setiap Jum'at mereka selalu nyiapin pasukan khusus penghitung receh, serius itu beneran receh, koin. Uang kertas juga ada sih tapi jumlahnya masih standar lah "


" Kok ada yang nabung koinan di Bank, bukannya ditukar dulu?? "


" Jadi, katanya yang datang tiap Jum'at untuk nabung itu kakek-kakek Tionghoa yang punya toko kebutuhan pokok di dekat pasar, setiap Jum'at dia datang untuk nabung keuntungannya, jumlahnya lumayan, 3 sampai 5 jutaan. Sampai akhirnya salah satu teller yang dipercaya untuk ngebantuin si kakek ini, ngajarin si kakek untuk milah-milah uangnya, sesuai besaran nominalnya. Alhamdulillah pekan berikutnya si kakek sudah mulai rapi, uang kertas dikumpulkan sesuai besarannya, recehannya berkurang hanya 500 dan 1000 aja, padahal tadinya ada koin 100 dan 200, puyeng ga tuh "


" Kalau tiba-tiba ada orang beli mobil cash di showroom gimana?? " tanya Dimas.


" Aku kabuuuuurrr!!! "


Dimas pun tertawa mendengar jawaban Rahma.


" Eh, hampir maghrib. Kita pulang setelah shalat maghrib yaa "


" Ok "