
Acara pun berakhir sebelum adzan dzuhur tiba.
" Pengantin baru!! ayo makan dulu " panggil ibu Rahma.
Dengan masih malu-malu, keduanya berjalan menuju area makan.
" Makanlah dulu, sebelum shalat dzuhur " ucap ibu Rahma sambil membawakan beberapa makanan ringan.
" Terima kasih Bu " ucap keduanya.
" Bang, aku ambilin nasi ?? " tanya Rahma.
" Ga usah, ini juga sudah cukup untuk ngeganjel aja "
Khalis dan Dona pun berjalan mendatangi meja makan Rahma dan Dimas.
" Pak, Bu, ngemil dulu " ucap Dimas.
" Kamu boleh panggil saya 'mas'. Selain di kantor, saya bukan atasan kamu "
" Aku pun, 'mbak' mode on yaa " sahut Dona.
" Ma, diem aja?? "
" Aku harus ngomong apa?? hmmm terima kasih atas kedatangannya, sungguh ku tak menduganya!! "
" Hmmm TV champions mode on "
Para suami pun hanya menggelengkan kepalanya.
" Mbak, boleh nanya?? " tanya Dimas.
" Wani pirooo!!! " canda Dona.
" Seratus!! " jawab Rahma.
" Berapa lapis?? " canda Dona lagi.
" Ratusan " jawab Rahma.
" Ok, ga kelar-kelar nih berdua. Buruan Dim, mau tanya apa " potong Khalis.
" Hmmm, mbak Dona, punya ilmu apa sih?? kok bisa bikin Pak Bos jadi melted begitu?? "
" Ooooo my oooo my, sudah setahun lebih lho?? misteri itu masih belum terpecahkan juga??? kalian masih penasaran sama ilmu ku??!!! "
" Listen, aku pakai jurus tapak naga membelah bumi!!! tapi jangan tanya jurusnya seperti apa yaa, aku juga ga tahu "
Enam pasang mata menatap tajam ke arah Dona, yang hanya dibalasnya dengan senyuman.
" Menyesal telah bertanya kan Bang!!?? "
" Sedikit. Eh tapi, jurus tapak naga itu sepertinya pernah denger deh "
" Pendekar Rajawali, Yoko ga pakai Ono sama bibi Lung, palingan kamu baru lahir. Aku masih sekitar SMP gitu " jawab Dona.
" Ngikutin serialnya?? " tanya Khalis.
" Ga, ga suka, tapi kan heboh pada masanya, temen sekolah sering ngebahas di sekolah "
" Nah hubungannya sama Mas Khalis apa?? " tanya Rahma.
" Ga ada, waktu itu kita belum kenal "
" Haadeee gubraaaak!!! Mas, tolong yaaa, ini kakak sepupu antik satu, tolong dikekepin buat sendiri aja "
" Ish, aku kan memang edisi spesial, only for 1 person "
" Iya deeee. Mas serius nanya, ada apa sama mbak Dona?? trus kok Mas Khalis bisa langsung berubah seperti ini kalau sama Mbak Dona?? "
" Ada apa?? ga ada apa-apa " jawab singkat Khalis.
" Ma, dengerin yaa, Mas Khalis itu, aslinya ya begini, kalau tanpa filter kulkasnya yaa ancur kek gini " Dona menambahkan.
" Yaaah kok ancur sih Yang??!!! "
" Yowes, memukau seperti inih!! "
" Nah gitu dong "
" Bang, kita masuk aja deh. Capek ga sih duduk di sini?? "
" Eeeee ntar dulu, jangan masuk dulu. Rencananya hari ini mau ngapain?? " tanya Dona.
" Hmmm ngapain yaa?? "
" Aku tuh pulang pinginnya mager seharian, eee malah ditodong akad!! tanggungjawab!! "
" Dim, tanggungjawab tuh!! " sahut Khalis.
" Kan sudah. Sudah aku nikahin kan?? "
" Rasa hati ingin ngejambakin kepala!!! " sungut Rahma kesal.
" Haadeee newly bride itu ga boleh ngambek. Aku mau ngeMall plus ngemil, mau bareng ga?? " ajak Dona.
" Emangnya kita mau nge-mall, Yang?? Mall mana?? " tanya Khalis.
" Sudah sampai Jakarta kok ga nge-mall, yaa rugi. Mall mana yaa?? aku kan pecinta KGM, tapi kalau ada tempat lain yang ga pakai macet, boleh deh. Eeee Ma, kamu kan juga belum nyiapin seserahan kan?? nyok kita hunting bareng!! "
" Nah iya bener tuh. Yuk kita shopping bareng!! " ucap Rahma setuju.
" Ok!! "
Tak lama, terdengar adzan dzuhur, Dimas dan Khalis bersegera untuk menunaikan ibadah wajibnya berjama'ah di masjid, sedangkan Rahma dan Dona tetap di rumah.
Rahma kembali ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian dan membersihkan wajahnya sebelum ia menunaikan shalat dzuhur.
Sepulang dari masjid, Dimas menunggu Rahma di ruang tamu.
" Dim, kayak tamu aja, masuk " ajak Khalis.
" Malu, Mas "
Dona yang mendengar dari samping ruang tamu pun tidak tinggal diam.
" Lagian kamu mau nge-mall pakai baju resmi kek gini?? "
" Yaaa ga sih, tapi malu mau ganti. Hmmm Mbak, kamarnya kan aku ga tahu dimana. Di dalam masih rame, malu Mbak "
" Ok. Buleeee'..... "
" Mbak... mbak.. iya, iya aku ke kamar Rahma " potong Dimas.
" Nah gitu. Sini aku tunjukin "
Dimas pun menghampiri Dona.
" Tuh pintu ketiga, yang ada hiasan kayu di pintu "
" Hmmm aku langsung ke sana, Mbak?? "
" Ga, besok aja atau sekalian tahun depan atau mau mampir dulu ke warung depan komplek?? terserah "
Dengan menunduk malu dan salah tingkah karena telah membuat Dona senewen, Dimas pun berjalan menuju kamar Rahma.
" Makasih Mbak, permisi "
" Hati-hati, jangan nyasar!! " goda Dona.
" Haadeee Yaaang, iseng amat ngegangguin pengantin baru " ucap Khalis sambil menggelengkan kepalanya.
" Gemes aku tuh, dua-duanya iya ga iya ga "
" Namanya juga baru, kayak sayang ga gitu aja "
" Yaa tapi kan ga gitu-gitu amat "
" Yowes lah, kita nunggu disini "
" Ini ngapain berdua disini?? " tanya ibu Rahma.
" Nungguin pengantin baru, kita mau ngeMall ya Bulik "
" Shopping nih?? "
" Iya, beli seserahannya Rahma "
" Oiya, belum beli seserahan padahal anaknya sudah diserahin "
" Nah lho!!! gimana tuh??"
" Yaa ga gimana-gimana. Eh, sudah siang makan dulu "
" Tadi kan sudah, masih agak kenyang "
" Kan itu sarapan "
" Cemilannya ga dihitung, bulek?? "
" Ooo kenyang nyemil. Yowes, nanti pulangnya jangan kemaleman yaa "
" Inggih Bulik "
Sementara itu, Dimas tampak gugup untuk mengetuk pintu kamar Rahma. Tetapi setelah beberapa saat dengan mengucapkan bismillah ia mengetuk pintu kamarnya.
" Tok tok tok "
" Masuk " jawab Rahma dari dalam kamarnya.
" Abang masuk yaa " ucap Dimas sambil membuka pintu.
Mendengar suara Dimas, Rahma segera berlari bersembunyi di dalam kamar mandi.
Dengan perlahan, Dimas membuka pintu kamar Rahma.
Ia memasuki kamar khas wanita, bernuansa biru yang rapi dan wangi beraroma lavender, tetapi ia tidak menemukan keberadaan Rahma di dalamnya.
" Lho, perasaan tadi ada yang jawab, kok di buka, kosong ga ada siapa-siapa?? " gumam Dimas.
Denyut jantung Rahma berdegup dengan kencang.
" Aduuuh kenapa Abang masuk siiii, aku kan sudah otw keluar!! " gumam Rahma.
Sementara itu, Dimas meletakkan tasnya di samping meja rias.
Lalu, ia mengambil kemeja ganti.
" Ma, Abang ganti baju dulu yaa " ucap Dimas berjaga-jaga.
Setelah selesai berganti kemeja, Dimas mulai mencurigai kamar mandi sebagai tempat persembunyian Rahma.
" Ehm ehm, Ma, Abang tunggu di ruang tamu, jangan kelamaan yaa, mbak Dona sudah mulai senewen lho " ucap Dimas sebelum keluar kamar.
Setelah Dimas keluar, Rahma pun mengikuti dari belakang.
Dimas pun tersenyum, ketika dirinya menyadari jika Rahma berjalan mengikutinya.
Dengan tiba-tiba ia menghentikan langkahnya kemudian berbalik badan, sehingga membuat Rahma terkejut dan akhirnya menabrak Dimas.
Dona dan Khalis serta beberapa anggota keluarga Rahma menyaksikan adegan yang bagaikan drama Korea itu pun tersenyum.
" Ih, nabrak "
" Abang sih ngerem mendadak "
" Makanya jaga jarak "
" Ciiiyeeee drakor mode on, nii yeee " goda Bila.
" Dah yuuuk, dramanya mau berapa episode nih!! keburu Mallnya tutup!! " protes Dona sambil berjalan menuju pintu rumah.
" Haaiish, sejak kapan Mall tutup jam 1 siang " jawab Rahma sambil berpamitan.
" Nunsewu, kulo bade ngeMall rumiyin. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "