Suddenly In Love

Suddenly In Love
Episode 7 Dimas



Suasana shubuh hari itu cukup dingin, membuat orang ingin tetap berada di balik selimut.


Tetapi kewajiban shalat berjama'ah di masjid bagi seorang pria, tak akan ia tinggal hanya dikarenakan udara yang dingin atau panas.


Ia berjalan pulang setelah menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid dekat konst-annya.


Langit yang masih gelap dan hembusan angin yang dingin, membuat langkahnya semakin cepat untuk menuju rumah kost-nya.


Akhirnya setelah berjalan 10 menit, sampailah ia di kamar kost pria, yang bernuansa hitam putih. Kamarnya tertata rapi dan apik. Buku-buku berjajar rapi di rak diatas meja belajar.


Ia pun memulai tilawah paginya. Ia selalu menargetkan dapat membaca minimal setengah juz dan menghafal 3 ayat dalam sehari.


Setelah selesai, ia kemudian membaca tafsir dari ayat yang baru ia baca.


Tak lama kemudian, ia mendapat pesan WA dari atasannya.


" Jam 6.30 pagi, stand by di lobby "


Ia pun segera menjawabnya.


" Baik Pak "


Sudah 2 tahun ia bekerja menjadi asisten manajer. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah baginya karena pengalaman kerjanya yang masih kurang dari 10 tahun, ditambah dengan karakter atasannya yang dingin.


Walaupun begitu, ia berusaha untuk menikmati pekerjaannya. Di usianya yang tergolong muda, terpilih menjadi asisten manajer adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Ia berhasil mengalahkan 3 kandidat lain yang usianya lebih tua darinya.


Di awal masa jabatannya, banyak dari karyawan pria, terutama dari bagian servis dan operasional menyangsikan kemampuannya dikarenakan usianya dan tentu saja pengalaman kerjanya yang tak selama kandidat lainnya.


Tetapi dengan berjalannya waktu, ia dapat membuktikan dengan kinerjanya yang tidak pernah mengecewakan.


Bahkan 'Duo Kulkas' ini telah berhasil mencatatkan prestasi dengan menjadi kantor cabang penjualan dan service terbaik di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.


Jika para pria, merasa segan akan keduanya, berbeda dengan yang wanita, mereka mengidamkan salah satu darinya dapat menjadi pasangan mereka.


Hari ini adalah jadwal family gathering tahunan, yang telah terjadwal seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti biasa di saat itu, ia dan Pak Bos adalah 'bintang' acara tersebut.


Bukan hanya dari karyawan, tetapi dari keluarga karyawan pun setuju mengapa kedua pria ini adalah bintang acara.


Keduanya berperawakan tinggi dan tegap, berkulit bersih, selalu berpakaian rapi dan wangi, selain itu keduanya mempunyai karisma yang membuat mereka disegani.


Sehingga setiap kata yang keluar dari bibir mereka, bagaikan kekuatan sihir yang dapat menghipnotis pendengarnya.


Pagi itu, ia bersiap lebih pagi. Di kost-an yang terletak di lingkungan sekitar UGM, kost-an yang telah ia tempati semenjak lulus kuliah 8 tahun lalu. Dimas melajukan motor hitam matic kesayangannya menuju kantor. Setelah 20 menit berkendara, ia pun sampai di parkiran gedung tempatnya bekerja.


2 Bis eksekutif terlihat berjalan beriringan menuju depan kantornya.


Dimas melihat ke arah jam tangannya,


" Masih jam 06.00 pagi "


Ia pun segera memasuki lobby kantornya yang masih sepi.


" Assalamu'alaikum Pak Dimas " salam salah satu OB.


" Wa'alaikumsalam Mas Karyo. Masih sepi, belum ada yang datang?? "


" Baru para OB, Pak "


" Saya masuk ke ruangan dulu ya Mas "


" Silahkan Pak "


Manajernya adalah orang yang sangat rapi dan teliti. Semua arsip tertata sesuai abjad dengan rapi di lemari. Mejanya pun selalu rapi dan bersih. Membuat senang OB yang bertugas membersihkan ruangannya, karena nyaris tidak ada sampah dan barang-barang yang harus dikembalikan ke tempatnya semula.


Di atas meja kerja Pak Bos, selalu terdapat 2 botol minuman air mineral. Ini juga membuat Dimas terkesan, karena manajer-manajer sebelumnya, biasanya meminta kopi atau teh, selain air mineral. Sedangkan atasannya kali ini, hampir tidak pernah meminta kopi atau teh, kecuali ketika menerima tamu.


Hari ini adalah jadwal outbound dan family gathering tahunan. Sebuah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh karyawan.


Kali ini mereka akan melakukan kegiatannya di Kaliurang, sebuah daerah yang asri dan sejuk di kaki gunung Merapi.


Terdengar suara beberapa karyawan dan keluarganya yang mulai berdatangan. Untuk kesekian kalinya, Dimas tetap datang sendiri, karena keluarganya tinggal di Jakarta.


Dimas pun keluar dari ruangan lalu berjalan menuju area lobby. Terlihat sudah kesibukan di area parkir kendaraan. 2 bis eksekutif telah terparkir di depan gedung kantornya.


Tepat pukul 06.30, Khalis Ghiban, sang manajer telah tiba bersama keluarganya.


Inilah kali pertama, sang manajer membawa keluarganya ikut serta dalam acara family gathering, karena sama dengan dirinya, keluarga sang manajer juga tinggal di Jakarta.


Dimas pun segera menemuinya di lobby.


" Assalamu'alaikum, Pak "


" Wa'alaikumsalam "


" Ini Pak, susunan acaranya " lanjut Dimas sambil memberikan lembaran kertas.


" Terima kasih "


" Saya dan keluarga saya menunggu di ruang tamu. Nanti jika katering sudah datang, minta Bu Dona untuk temui saya di ruang tamu "


" Baik Pak "


Tak lama, mobil katering pun tiba.


Karyawan bagian konsumsi segera menyalurkan paket sarapan ke dalam bis.


Dimas menemui Rahma yang sibuk membantu menyalurkan paket sarapan.


" Ma, tolong nanti kalau Bu Dona datang, minta ia menemui Pak Bos di ruang tamu "


" Ruang tamu?? "


" Belakang lobby "


" Ooo itu, siap Pak, laksanakan !! "


Bibir Dimas pun sedikit terangkat membuat senyuman tipis.


Ia dan Rahma sangat jarang berkomunikasi, tetapi gaya Rahma yang selalu ceria dan terkadang berbicara seperti anime, dapat membuat dirinya tersenyum tipis.


Ia kembali menyiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan nanti.


Waktu telah menunjukkan pukul 6.45,


Karyawan dan keluarga telah berkumpul di area parkir. Dimas mulai memberikan briefing singkat sebelum mereka naik ke dalam bis.


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wa syukurillah, kita dapat berkumpul kembali di pagi yang cerah ini, untuk mengadakan kegiatan tahunan kita, yaitu outbound dan family gathering. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerjasama kita sebagai team work. Alhamdulillah, pagi ini semua sudah lengkap dan tak lama lagi kita siap untuk berangkat. Jangan lupa untuk selalu berdoa untuk keselamatan kita semua selama perjalanan dan kegiatan berlangsung hingga sore nanti "


" Laa hawlaa wala kuwwta illa billa. Subhanalladzi sakharalana hadza wama kunna lahu muqriniinaa wa inna illaa munqalibuun "


Ia pun segera menaiki bis 2, sedangkan Rahma dan keluarga atasannya menaiki bis 1.